
- Jumlah kata
- 3.3K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 3
Sinopsis
Aku tidak pernah pergi, aku terus saja menvarimu tanpa hengi, sebenarnya kamu dimana? Maaf aku tidak pernah jujur tentang perasaanku, hanya saja aku takut aku malah merusak petemana kita dan membuatmu mejauhiku.
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
Entahlah, mengapa aku selalu ingin melihatmu
Tertulis nama Kael Maverick di dalam sejarah dunia bisnis. CEO perusahaan terbesar yang tak pernah lengser dalam memimpin dunia bisnis.
"MAVERICK GROUP" Kael adalah seorang CEO muda yang cukup tenar dan disegani. Tidak sedikit wanita yang mengejar-ngejar kael untuk menjadi pasangannya.
Hari ini pekerjaan tidak banyak, dan Kael yang biasanya sibuk dari rapat satu ke rapat yang lain hari ini dia cukup merasa santai.
Tok tok tok
"Masuk" titahnya
Seorang wanita berpakaian moca dan sepatu hak tinggi dengan warna yang senada melangkah masuk mendekati meja kerja Kael.
"Ini pak tehnya" Syena meletakkan tehnya di meja Kael.
"Baik terima kasih" ujar Kael tanpa menoleh ke sekretarisnya. Sementara Syena masih berdiri di samping meja kerja Kael, seperti ingin mengatakan sesuatu.
"Ada hal yang ingin kamu bicarakan?" Tanya Kael yang melihat Shena masih berdiri di depan mejanya.
"Pak Kael saya ingin cuti beberapa hari"
"Apa? Apa pasanganmu sangat manja sehingga tidak ingin membiarkanmu bekerja?" Kael menatap Syena sinis.
"Maaf pak, saya terpaksa harus tetap ambil cuti beberapa hari"
"Sudahlah sana pergi kamu, terserah mau cuti berapa tahun, tidak ingin kembalipun tidak apa-apa" Ujarnya datar, namun cukup menusuk hati Syena.
"Terima kasih pak saya permisi kembali bekerja"
"Emm" Syena perlahan melangkah kelu9ar dari ruang kerja Kael.
Di balik pintu ruang kerja yang kembali tertutup rapat, Kael sedikit mengingat kata-katanya terhadap Syena mungki terlalu menyinggung Syena.
###
"Kemana Syena?" Tanya Kael kepada karyawannya yang mengantarkan berkas keruang kerjanya.
"Kan bu Syena cuti pak" jawab si karyawan
Kael baru ingat bahwa kemarin Syena meminta izin intuk cuti beberapa hari.
"Ya sudah kamu boleh pergi"
"Terima kasih pak, kalau begitu saya kembali bekerja dulu"
Setelah karyawannya keluar, pintu ruang kerja Kael kembali tertutup rapat. Kael menghidupkan layar Handphonenya hendak mengirim pesan mepada seseorang.
"Saya tidak bilang iya kemarin ketika kamu minta izin cuti ke saya" satu pesan terkirim untuk Syena
Cetting, satu pesan masuk dari Syena
"Maaf pak Kael, saya benar-benar memiliki urusan pribadi yang harus saya urus dulu"
"Baiklah saya kasi waktu kamu dua hari, lusa kamu sudah harus kembali bekerja.
Lama beberapa menit Syena tak kunjung membalas pesan dari Kael. Sementara Kael bolak-balik mengecek handphonenya melihat apakah Syena sudah membalas pesannya atau belum.
Entahlah semacam ada rasa gelisah di hati Kael saat syena tak kunjung membalas pesan darinya.
Satu jam, 2 jam berlalu akhirnya ada notifikasi pesan masuk, Kael langsung melihat layar handphonenya dan ternyata itu balasan pesan dari Syena.
Cetting
"Baik pak saya mengerti, terima kasih" Balas Syena
Kael hanya membaca pesan dari Syena tanpa membalas pesan itu.
Entahlah, apa yang membuat Kael begitu kecewa dan tidak suka ketika Syena meminta izin untuk tidak masuk kerja, padahal Syena meminta idzin secara baik-baik dan lagi pula ada banyak sekretaris yang bisa di andalkan selain Syena.
###
Saat perjalanan pulang Kael secara tidak sengaja melihat Syena keluar dari apotek. Terlihat Syena berdiri di pinggir jalan raya seperti sedang menunggu taxi menjemputnya. Kael yang kebetulan lewat memberhentikan mobilnya tepat di depan Syena.
"Masuk, saya antar" Kael membuka kaca mobilnya.
"Tidak perlu pak, saya sudah pesan taxi" Tolak Syena sopan.
"Saya antar saja, lagipula saya ada yang mau dibucarakan sama kamu"
"Baik pak" akhirnya syena masuk ke dalam mobil Kael. Kemudian Kael kembali melajukan mobilnya.
Setelah beberapa menit tidak ada suara di antara mereka, akhirnya Syena memberanikan diri untuk angkat bicara.
"Maaf pak, tadi bapak mau ngomongin soal apa? Apakah ada pekerjaan saya yang salah di kantor?" Tanga Syena sesopan mungkin agar tidak menyinggung bosnya.
"Oh, saya hanya ingin menyampaikan, jangan lupa untuk kembali bekerja lusa, karena sekretaris yang lain tidak seluas kamu dalam memahami proyek perusahaan kita"
"Baik pak, saya mengerti" jawab Syena lembut.
Kael tidak srngaja melirik obat yang di pegang oleh Syena.
"Kok beli obat sebanyak itu? Kamu sakit?" Tanya Kael.
"Oh ini, iya pak cuma gak enak badan saja, cukup istirahat nanti juga membaik"
"Syukurlah kalau tidak ada yang serius, sudah sampai" Kael memberhentikan mobilnya di depan rumah minimalis dengan gerbang tidak terlalu besar yang di cat warna hitam. Syena membuka pintu mobil, setelah turun dari mobil Kael Syena mengucapkan terima kasih, kemudian menutup pintu mobil Kael.
Kael hanya mengangguk membalas ucapan terima kasih dari Syena. Kemudian kembali melajukan mobilnya.
###
Masa cuti Syena sudah berlalu, hari ini ia kembali bekerja di perusahaan. Seperti biasa setiap pagi Syena mengawali pekerjaannya dengan menyuguhkan teh favorit Kael.
Tok tok tok
"Masuk" Titah Kael saat mendengar pintu ruang kerjanya di ketuk.
Setelah mendapat idzin dari sang atasan, lalu Syena membuka pintu dengan membawa teh hangat ke untuk Kael.
"Silahkan tehnya pak"
"Baiklah terima kasih"
"Mohon maaf pak, setelah saya cek jadwal rapat hari ini seharusnya tidak terlalu padat, tapii kok..."
"Saya menyuruh pak Doni memindahkan jadwal rapat kemarin untuk dilaksanakan hari ini" sela Kael.
"Tapi kenapa pak, ini akan memberatkan bapak jika mengumpulkan jadwal rapar menjadi satu hari full seperti ini"
"Sudahlah, beri tau saya akan ada rapat dengan siapa setelah ini"
"20 menit lagi kita akan ada rapat bersama seluruh manager dari cabang-cabang perusahaan kita pak"
"Baiklah masih ada waktu, kamu persiapkan dulu dokumennya"
"Baik pak, saya permisi dulu" Syena meninggalkan ruang kerja Kael, hatinya sedikit gelisah. Sepertinya jadwal rapat hari ini akan sangat padat, dan Syena harus lembur untuk menyelesaikan semua hasil rapat.
###
Rapat pertama hari ini di mulai, di dalam ruangan yang cukup luas, seluruh manager dari perusahaan cabang Maverick group hadir untuk mengikuti rapat. Syena sebagai sekretaris dari direktur utama Maverick group membuka rapat dan mempresentasikan data-data hasil kinerja yang diperoleh dari lapiran setuap cabang perusahaan.
Seperti yang sudah terjadwal hari ini, Syena sedari tadi pagi, siang, sore hingga malam menemani Kael rapat, selesai rapat satu pindah ke rapat yang lain. Hari ini cukup melelahkan, Kael terlihat begitu lelah, namun ini ulahnya sendiri. Memindahkan seluruh rapat untuk dilaksanakan hari ini.
Usai rapat terakhir di sebuah restoran, akhirnya Kael bisa bernapas lega karena semua rapat sudah selesai.
"Semua rapat sudah selesai pak, pak Kael mau langsung pulang atau masih mau ke perusahaan terlebih dahulu?" Tanga Syena
"Saya langsung pulang saja"Jawab Kael singkat
"Baiklah pak, kalau begitu saya kembali keperusahaan untuk menyusun laporan rapat hari ini"
"Tidak perlu, hari ini sangat melelahkan, ini shdah hampir larut, kamu pulang saja"
"Baik pak, saya akan menyelesaikan laporannya besok"
"Kamu pulang dengan apa?"
"Saya bisa pesan taxi pak"
"Tidak perlu, saya antar kamu pulang"
"Oh tidak usah pak, saya bisa pulang sendiri"
"Tidak apa-apa, saya antar"
"Baiklah pak, terima kasih"
Keduanyapun masuk kedalam mobil yang sudah terparkir di depan restoran. Selama perjalanan tidak ada perbincangan diantara mereka. Syena menghadap jendela mobil, tangannya berair dan sedikit gemetar, dadanya sedikit terasa sesak. Dia ingat dia belum makan dan minum obat sejak tadi siang. Sementara Kael belum menyadari keadaan Syena karna sibuk mengemudi.
Daftar bab
3 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








