
- Jumlah kata
- 23.6K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 12
Sinopsis
Di tengah gemerlapnya kehidupan kota metropolitan, Paijo hanyalah seorang pemuda rantau biasa yang selalu mengenakan kemeja batik sederhana. Dianggap remeh dan kuper oleh masyarakat urban, tidak ada yang tahu bahwa Paijo adalah pewaris tunggal ilmu supranatural kuno yang tiada tanding. Dengan "Mata Batiniyah" dan segel energi mistis di tubuhnya, ia mampu mengendalikan takdir, menyembuhkan penyakit mematikan, hingga menundukkan kekuatan gelap kota.Namun, efek samping dari kultivasi ilmu gaibnya justru memicu satu hal: aura maskulin yang sangat memikat dan candu bagi kaum hawa.Satu per satu wanita kelas atas mulai terseret ke dalam pusaran takdir Paijo. Mulai dari CEO wanita yang dingin dan angkuh, putri konglomerat yang manja, dokter muda yang rasional, hingga gadis indigo yang misterius. Mereka yang awalnya memandang sebelah mata mendadak berbalik berlutut, memohon perlindungan, dan saling bersaing sengit demi bisa tidur di pelukan sang pemilik kharisma gaib.
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
ketemu Paijo
Lampu-lampu neon Jakarta berkedip malas di bawah guyuran hujan gerimis yang mulai membasahi aspal.
Di sudut distrik bisnis Sudirman yang dipenuhi gedung-gedung pencakar langit, sebuah mobil Mercedes-Benz S-Class hitam pekat melaju pelan, lalu terpaksa berhenti darurat tepat di depan sebuah halte bus yang sepi dan remang-remang.Di dalam kabin mobil yang mewah itu, seorang wanita muda dengan gaun malam satin merah menyala tampak megap-megap seperti kehabisan oksigen. Wajahnya yang secantik dewi dan biasanya memancarkan keangkuhan kelas atas, kini pucat pasi. Keringat dingin membasahi leher jenjangnya yang putih mulus.
Tangan kanannya mencengkeram dada dengan erat, sementara tangan kirinya gemetar hebat di atas kemudi.
"Sial... kutukan itu kambuh lagi," bisik Amanda (24 tahun), CEO muda dari salah satu perusahaan dirgantara terbesar di ibu kota, dengan suara serak menahan perih.
Napasnya memburu tak beraturan, dadanya terasa seperti dihantam oleh palu godam tak kasat mata. Jika ada orang awam yang melihatnya, mereka mungkin mengira ia terkena serangan jantung biasa.
Namun, di bawah kulit pergelangan tangannya yang halus, tampak guratan urat hitam samar yang berputar-putar seperti asap.
Dokter terbaik di negeri ini menyebutnya penyakit jantung langka, namun Amanda tahu ini adalah kutukan gaib kiriman dari musuh bisnis keluarganya yang ingin menghabisinya perlahan.
Tepat di samping halte, seorang pemuda berdiri dengan sangat tenang sambil memegang payung hitam yang sudah agak kusam.
Pemuda itu mengenakan kemeja batik lengan panjang bermotif mega mendung, dipadu celana jins pudar dan sepatu kets lokal. Penampilannya benar-benar sangat kontras dengan kemewahan distrik bisnis metropolitan tersebut. Dialah Paijo.
Baru dua hari ia menapakkan kaki di kota besar ini setelah turun dari gunung, namun matanya yang tajam seolah mampu menembus kaca mobil Amanda yang gelap gulita.Paijo menghela napas panjang, lalu tersenyum tipis.
Sejak ia menyelesaikan kultivasi Ilmu Segel Asmara Bumi di puncak Gunung Lawu, indra keenam dan kepekaan spiritualnya menjadi terlalu sensitif. Bahkan dari jarak lima meter di luar mobil, ia bisa mencium bau busuk dari energi mistis hitam yang sedang ganas-ganasnya menggerogoti sisa umur wanita di dalam mobil mewah tersebut.
Tok! Tok!Paijo mengetuk kaca mobil Amanda dengan gerakan yang sopan. Amanda yang kesadarannya mulai menipis dan pandangannya mulai kabur, menoleh dengan sisa tenaga.
Entah mengapa, saat matanya menangkap wajah santai pemuda berbatik di luar sana, detak jantungnya yang liar mendadak sedikit lebih tenang. Dengan insting yang tidak bisa ia jelaskan, Amanda menekan tombol pembebas kunci pintu otomatis mobilnya sebelum akhirnya terkulai lemas.
"Kamu... siapa?" tanya Amanda lirih dengan mata sayu, tubuhnya nyaris ambruk ke arah kursi penumpang saat Paijo membuka pintu, masuk, dan langsung menutupnya kembali untuk menghalau dinginnya udara luar.
Aroma harum tubuh Amanda yang bercampur dengan parfum mahal bermerek dunia langsung memenuhi seluruh penciuman Paijo.
"Hanya orang kampung yang kebetulan lewat, Mbak," jawab Paijo dengan nada bicara yang sangat santai, seolah tidak peduli bahwa ia sedang berada di dalam mobil seharga miliaran rupiah. Tanpa meminta izin lebih lanjut, Paijo langsung meraih pergelangan tangan Amanda.
"Jang—"Ucapan Amanda terhenti seketika di tenggorokan.
Begitu telapak tangan Paijo yang hangat dan sedikit kapalan menyentuh kulitnya, sebuah aliran energi yang sangat dahsyat, hangat, sekaligus sangat menenangkan menjalar masuk ke dalam tubuhnya. Energi hitam yang menyiksanya selama berbulan-bulan itu langsung kocar-kacir, tergilas, dan terbakar habis hanya dalam hitungan detik oleh hawa murni yang dialirkan dari tubuh Paijo.Amanda terengah-engah, namun kali ini bukan karena rasa sakit yang mendera. Melainkan karena sebuah sensasi nikmat yang luar biasa menjalar ke seluruh tubuhnya ketika aliran supranatural milik Paijo membersihkan jalur darahnya. Wajah Amanda yang tadi seputih kertas langsung merona merah padam, menghasilkan pemandangan yang sangat menggoda.
Mata indahnya terbelalak menatap pemuda di sampingnya dengan penuh keterkejutan. Pria ini hanya menyentuhnya sekilas, tetapi penyakit mematikan yang telah menghabiskan biaya miliaran rupiah di rumah sakit luar negeri langsung lenyap tanpa bekas!Lebih dari itu, Amanda merasakan dadanya berdebar kencang karena alasan lain yang membuat seluruh tubuhnya merinding.
Aura maskulin kuno yang memancar kuat dari tubuh Paijo mendadak terasa begitu memikat, magnetis, dan membuat insting wanitanya ingin terus menempel dan mendekap pria itu erat-erat.
"Kutukan darah hitam di tubuhmu memang sudah kukikis sebagian besar, Mbak. Tapi akar mistis dari dukun yang mengirimnya masih tertanam di rahimmu.
Jika ingin sembuh total secara permanen, kita butuh... terapi yang jauh lebih intim dan mendalam daripada sekadar sentuhan tangan," kata Paijo dengan senyum tipis yang sarat akan misteri dan daya pikat tersembunyi.Amanda menelan ludah dengan susah payah.
Sebagai seorang CEO yang terkenal berdarah dingin, angkuh, dan paling ditakuti oleh para pebisnis pria di Jakarta, harga dirinya runtuh seketika di hadapan pemuda kampung berbatik ini.
Matanya yang kini berkaca-kaca menatap Paijo dengan tatapan penuh gairah yang tertahan serta rasa ketergantungan yang amat sangat.
"Bantu aku... Tolong sembuhkan aku sepenuhnya. Aku akan berikan apa saja yang kamu minta. Uang, mobil mewah, rumah di kawasan elit..." pinta Amanda dengan suara yang melembut, sangat kontras dengan pembawaannya sehari-hari.
"Aku tidak butuh uangmu, Mbak," potong Paijo, matanya menatap lekat ke dalam manik mata Amanda yang berair penuh pemujaan.
"Aku baru sampai di Jakarta dan belum punya tempat tinggal yang layak untuk menetap sementara waktu."
"Tinggallah di penthouse pribadi milikku! Mulai malam ini juga, kamu bisa menempatinya!" jawab Amanda tanpa ragu sedikit pun, bahkan tanpa memikirkan apa kata orang nanti.
Logikanya sebagai wanita karir yang rasional telah dikalahkan sepenuhnya oleh insting alami spiritualnya yang mendambakan perlindungan dan pesona luar biasa dari Paijo.
Belum sempat Amanda menenangkan debaran jantungnya yang masih bergemuruh, ponsel pintar di dasbor mobil tiba-tiba berdering dengan keras. Layar digitalnya menampilkan nama 'Clara - Dokter Spesialis'. Amanda segera menekan tombol angkat dengan mode pengeras suara.
"Halo, Amanda..! Kamu di mana sekarang?! Hasil lab terbarumu baru saja keluar dan ini sangat buruk! Energi aneh di tubuhmu menyebar dua kali lebih cepat dari dugaanku! Kamu harus segera ke rumah sakit khusus sekarang juga, aku sudah menyiapkan tim!" suara di seberang telepon terdengar sangat panik, cemas, dan penuh tekanan. Clara adalah dokter jenius lulusan terbaik luar negeri sekaligus sahabat karib Amanda sejak masa sekolah.
"Clara... tenanglah. Aku baik-baik saja sekarang.
Malah, tubuhku terasa jauh lebih segar dan berenergi daripada biasanya," jawab Amanda, sementara matanya sama sekali tidak beralih dari wajah tampan dan tenang milik Paijo.
"Mustahil! Secara medis dan analisis energi batin yang kupelajari, kondisimu seharusnya kritis malam ini! Siapa yang bersamamu di dalam mobil? Aku mendengar helaan napas orang lain!" tanya Clara dengan nada penuh selidik, curiga, dan ketegangan yang meningkat.Paijo sedikit memajukan tubuhnya, mendekatkan wajahnya ke arah mikrofon ponsel di dasbor. Posisi itu membuat hidungnya nyaris bersentuhan dengan pipi mulus Amanda yang kembali memanas akibat kedekatan mereka. Paijo kemudian berbicara dengan nada dalam yang berwibawa,
"Bilang sama doktermu itu, Mbak, bahwa racun gaib kiriman dukun tingkat tinggi tidak akan pernah bisa disembuhkan hanya dengan menggunakan stetoskop modern."
Di seberang telepon sana, Clara mendadak tertegun membisu.
Suara berat dan penuh karisma dari pria asing itu entah mengapa bergetar hebat melewati sinyal telepon dan langsung menyengat pusat kesadaran spiritual Clara dari jarak jauh.
Sebagai seorang dokter yang juga memiliki bakat indigo terpendam sejak lahir, Clara bisa merasakan gelombang energi supranatural yang sangat masif, dominan, dan murni hanya dari mendengar getaran suara Paijo. Jantung Clara mendadak ikut berdegup kencang secara tidak wajar, memicu rasa penasaran yang luar biasa panas di dalam dadanya sebagai seorang wanita yang peka terhadap energi.
"Siapa... siapa pria itu, Amanda..?! Tunggu aku di penthouse-mu, jangan ke mana-mana, aku akan langsung meluncur ke sana sekarang juga!" seru Clara dengan nada suara yang kini tidak lagi sekadar cemas karena urusan medis, melainkan didorong oleh rasa penasaran spiritual yang amat mendalam dan tak tertahankan.Paijo hanya tersenyum lebar mendengar reaksi berantai dari kedua wanita kelas atas tersebut melalui sambungan telepon.
Ilmu Segel Asmara Bumi yang ia pelajari dengan bertapa selama bertahun-tahun di gunung memang terbukti mutlak tanpa tandingan. Kekuatan supranatural kuno yang ia miliki tidak hanya menjadikannya sosok yang sangat kuat di dunia bawah yang penuh bahaya, tetapi juga mengubah seluruh sirkulasi tubuhnya menjadi kutub magnet yang tak tertahankan bagi para wanita tercantik, terpintar, dan paling berpengaruh di kota metropolitan ini.
"Jalan sekarang, Mbak Amanda. Mari kita lihat seberapa besar dan nyaman penthouse mewah milikmu itu,"
ucap Paijo dengan santai sambil menyandarkan punggungnya di kursi kulit Mercedes-Benz yang empuk.
Amanda dengan patuh dan tanpa bantahan sedikit pun langsung menginjak pedal gas, membawa sang penakluk supranatural baru itu menuju kediaman pribadinya.
Ia sama sekali tidak menyadari bahwa malam hujan ini adalah awal dari lembaran takdir baru di Jakarta, di mana keindahan, kecantikan, dan kekuasaan tertinggi kota ini akan bertekuk lutut satu per satu di bawah pesona mutlak dari seorang pemuda bernama Paijo.
Daftar bab
20 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








