

___13 january 2026___
...."HEY RAMAAAA, KAYAK SAPI KAMU,, MAU MAKAN SAMPE KAPAN"...
Teriakan mandor lapangan seketika membuyarkan lamunan Rama yang bekerja sebagai buruh bangunan ditempat itu.
"Sialan baru juga lewat 2 menit"...bisik Rama dengan kesal.
Sambil menutup tempat makannya Rama masih terhanyut dengan mengingat kisah masa lalu-nya yang begitu bersinar dan populer dulu.
Ya Rama yang dulu adalah anak satu-satunya dari keluarga Ardiansyah yang termasuk golongan keluarga kaya raya, namun ibu kandungnya meninggal ketika dia masih duduk di bangku SD, tragedi ini yang nantinya akan mengarahkan cara berpikir Rama karena kurangnya kasih sayang ibu, dan ayahnya menikah lagi dengan ibu tiri nya ketika dia smp, di masa remajanya dia bisa memiliki apapun yang diinginkannya dari kendaraan terbaru sampai uang jajan yang diberikan orang tuanya secara berlimpah, sebelum ayah dan ibu tirinya meninggal dunia karena sebuah kecelakaan mobil dijalan tol.
""WARISAN""??...
Tentu ada,, tapi justru itu yang menjadi titik balik dari kehidupan Rama yang terjun bebas dari jutawan jadi gelandangan yang bahkan hampir tidak bisa makan setiap hari!!
Lebih tepatnya karakter Rama-lah yang membuat dia sekarang terlunta-lunta, karena hati yang terlalu lemah terhadap wanita, entah sudah berapa wanita yang memanfaatkan kepolosan Rama dalam persepsi-nya akan cinta, bahkan itu sudah terjadi sejak dia duduk di bangku SMA dan terus mengulang kesalahan yang sama, dan puncaknya Rama harus kehilangan semua harta peninggalan orang tuanya untuk melakukan "pengorbanan financial" demi kekasih yang memanfaatkannya, dan itu semua dia lakukan atas nama cinta!!..
Menjelang maghrib Rama menyelesaikan pekerjaannya dengan mencuci peralatan tukang, tubuh-nya mengisyaratkan kelelahan dan dalam pikirannya hanya satu mengambil gaji mingguan nya dan segera pulang ke kost-kostan-nya.
"Bos bukannya kurang seratus 150rbu ya?"...protes Rama ketika dia menghitung gaji nya yang kurang.
"Sudah bagus ku potong hanya segitu atas keterlambatan-keterlambatanmu" balas mandornya kesal..
Rama tertunduk lesu menatap uang di tangannya yg hanya 350rb rupiah, dan dia yakin protes lanjutan hanya akan membuat dirinya dipecat dari pekerjaannya, Rama-pun beranjak pergi dengan menahan amarah dan sakit hati.
Diperjalanan pulang ke kost-nya Rama bermaksud mampir di minimarket terdekat untuk membeli rokok, namun baru saja membuka pintu toko minimarket dia mendengar bisikan seorang wanita yg berpapasan dengannya.
"Ih udah dekil bau lagi"
Sontak membuat Rama mengurungkan niatnya karena 'minder' dan memilih membeli rokok di warung kecil pinggiran jalan, dari kejauhan dia melihat wanita itu yang hanya mengenakan rok jeans ketat pendek berjalan menjauhinya, nampak tonjolan bemper belakangnya yang montok bergerak seirama dengan langkah wanita itu, sempat membayangkan tangannya ada disana dan meremas kedua bagian yang menggoda itu, saking fokusnya Rama menatap sambil menyebrang jalan dia tidak menyadari sebuah truck bermuatan melaju dengan kecepatan tinggi dan mengarah padanya..!!!!!!
,,,,,BRUAAAAKKKKK,,,,,tabrakan keras tak terhindarkan,, dengan di pengaruhi alkohol supir truck itu menabrak apa saja yang ada di jalurnya, dan salah salah satunya adalah Rama!!.
Dengan nafas yang tersengal, Rama yang tergeletak ditengah jalan menatap langit tanpa lagi memperdulikan teriakan khawatir orang-orang yang sudah tidak terdengar ditelinga-nya. Dalam moment itu hanya keheningan yang dapat dirasakan Rama, perlahan tetesan air matanya keluar, dia menyesali apa yang terjadi dalam hidupnya, dan atas perlakuan tidak hormatnya kepada kedua orang tuanya , menyesali perspektif-nya akan cinta yang membuat wanita-wanita jalang yang dulu ada dihidupnya dan sempat dia anggap adalah cinta sejatinya dengan bangga saling menceritakan keberhasilan mereka dalam memanfaatkannya. Dalam kemarahan dia hanya bisa tersenyum dan matanya mulai tertutup.
"Seandainya aku memiliki kesempatan kedua untuk hidup"...sebuah kalimat terakhir yang terucap dalam hatinya.
******
1. KESEMPATAN KEDUA
13 February 2007
..."krriiinnnggg"...
Jam weker didalam kamar membangunkan Rama pagi itu, dia membuka mata dengan seribu pertanyaan, dimanakah ini? apakah ini surga atau neraka? Dia melihat sekitar dan melihat poster dinding salah satu band andalannya, dan di sebelahnya ada juga gitar akustik kesayangannya waktu SMA.
Ketika dia melihat seragam SMA miliknya yang tergantung di kursi. Tidak butuh waktu lama untuk Rama menyadari bahwa ini adalah suasana kamarnya dulu. Tapi kenapa ketika dia terbangun dari kematiannya dia harus kembali kesini?!.
"Apa yang terjadi"...gumam Rama.
Dia berdiri dari tempat tidur dengan linglung dan segera menghampiri kaca lemari yang berukuran 1x1 meter dikamarnya.
"Plaakk,,awwww,," setelah termenung cukup lama menatap wajahnya dicermin Rama mencoba menampar pipinya dengan keras. Dan disusul dengan pekikan rasa sakit.
"Ini nyata" bisik Rama sambil menahan rasa yang campur aduk dalam hatinya, tak terasa air matanya jatuh membasahi pipinya.
"Aku melewati kematian dan kembali ke masa SMA"...ucap Rama lirih, baru saja dia menyentuh smartphone miliknya, ketika terdengar seseorang mengetuk pintu.
"Sayang...sudah 6.30 bukankah hari ini ada ujian remedial"..ucap suara perempuan di balik pintu sambil membuka pintu kamar.
Seorang wanita paruh baya tinggi dengan umur sekitar 31 tahun dan rambut panjang lurus terurai menggunakan daster putih polos masuk ke kamar, sontak membuat Rama terpana.
"sayang ada apa, kurang enak badan?" Wanita itu membuyarkan lamunan Rama yang menatapnya.
Dia tidak menyangka akan berjumpa kembali dengan ibu tirinya Sarah. Membuat hatinya semakin yakin kalo dia hidup kembali dengan tubuh mudanya waktu SMA
"Ah tidak ma, aku baik2 saja" balas Rama,
Tanpa dia sadari dia menerjang memeluk erat wanita yang dia panggil mama didepanya, sontak membuat wanita itu kaget.
"Ada apa nak, tidak biasanya kamu seperti ini"..tanya wanita itu melihat perubahan mendadak anak tirinya.
"Tidak Rama hanya rindu mama dan papa" jawab Rama. moment singkat di akhiri dengan ibunya Sarah menyuruhnya untuk bersiap ke sekolah.
"Ayo siap-siap, nanti terlambat",,, perintah Sarah, sambil berjalan meninggalkan kamar anak tirinya.
Rama hanya bisa menatap ibu tirinya dari belakang, dan menatap pakaian dalam yang menampakan warna merah samar, dan daster putih yang sedikit menyelip ditengah antara dua bongkahan menonjol. "Glluukk" bahkan tetangga mungkin bisa mendengar suara Rama menelan ludah.
Dimeja makan sambil menyeruput kopi Jonathan ardiayansah tak henti-hentinya merasa heran melihat perubahan anak semata wayangnya.
"Ram ini kamu kan?" Tanya Jonathan.
" Iya dong pa" jawab Rama ceria.
" Kok tumben kamu ikut sarapan dengan papa dan mama? " Tambah Jonathan masih belum bisa percaya moment pagi itu.
"Rama cuma baru sadar kalo selama ini kelakuan Rama gak pantas sama papa dan mama" jawab Rama.
Sikap Rama yang berubah memang bisa dimaklumi mengingat di masa dulu dia memiliki tabiat pemberontak terhadap orang tuanya. Bahkan ketika ayahnya menikah lagi dengan Sarah ibu tirinya dia terang-terangan menunjukan ketidak sukaannya, bagi dia tidak ada yang bisa menggantikan ibu kandungnya, hal ini membuat jembatan antara ayah dan anak.
Ketika itu Rama lebih memilih jarang pulang ke rumah, bahkan dia sering nginap di rumah temannya alih-alih pulang kerumah.
" Oh iya ram, papa senang melihat perubahan mu, untuk itu papa sudah transfer tambahan uang jajanmu , dihemat ya".. kata Jonathan sambil berdiri dari meja makan, karena mau berangkat kerja.
"Iya pak makasih ya" jawab Rama tulus.
Rama bergegas menuju garasi dan mengambil motor Kawasaki ninja hijau dengan full variasi mliknya untuk pergi ke sekolah.
"Jika memang yang kuasa sudah memberikan aku kesempatan kedua, maka akan kuperbaiki hidupku mulai sekarang" ucap Rama dengan senyum sinis penuh arti.
___bersambung___