Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Driver Ojol sang Raja Harem & Pusaka Terlarang

Driver Ojol sang Raja Harem & Pusaka Terlarang

RyanJo | Bersambung
Jumlah kata
72.4K
Popular
5.2K
Subscribe
1.1K
Novel / Driver Ojol sang Raja Harem & Pusaka Terlarang
Driver Ojol sang Raja Harem & Pusaka Terlarang

Driver Ojol sang Raja Harem & Pusaka Terlarang

RyanJo| Bersambung
Jumlah Kata
72.4K
Popular
5.2K
Subscribe
1.1K
Sinopsis
18+PerkotaanSupernatural21+HaremPria Dominan
Raka Adi, seorang driver ojol, dibuang karena dianggap miskin dan impoten. Nasibnya berbalik 180 derajat setelah sebuah Celana Dalam Keramat membangkitkan Sistem gaib yang mengubahnya menjadi Dewa Kejantanan dengan harta tak terbatas. Berbekal kekuatan mutlak dan pesona penakluk wanita, ia kini bersiap membalas semua hinaan dari mereka yang pernah meremehkannya!
Bab 1: Malam Terkutuk dan CD Keramat

"Kita putus, Raka. Aku udah muak."

Suara dingin Maya mengalahkan derasnya hujan badai Jakarta malam itu. Petir menyambar di kejauhan, seolah ikut menertawakan nasib buruk yang menimpa Raka.

Raka terpaku di jok motornya yang basah kuyup. Helm ojolnya yang kebesaran gagal menyembunyikan wajahnya yang hancur dan air mata yang menyatu dengan rintik hujan.

"Kenapa, May? Aku kerja keras narik ojol tiap hari cuma buat nurutin gaya hidupmu," bisik Raka dengan suara bergetar menahan tangis.

Maya menyilangkan tangannya di depan dada. Ia tertawa sinis, matanya menatap tajam ke arah selangkangan Raka dengan ekspresi jijik yang luar biasa.

"Kerja keras? Buat apa uang recehanmu kalau kamu bahkan nggak bisa bikin aku 'puas' di ranjang?"

Kata-kata itu menghantam Raka bagai palu godam tepat di ulu hatinya. Kejantanannya dicabik tanpa ampun, diinjak-injak hingga rata dengan tanah aspal yang basah.

"Kamu lemah. Impoten. Nggak berguna sebagai lelaki sejati," lanjut Maya keras, sengaja agar suaranya menggema di jalanan sepi itu.

Maya berbalik tanpa sedikit pun rasa bersalah. Ia melangkah masuk ke dalam SUV mewah milik pria berkemeja rapi yang sedari tadi menyeringai meremehkan dari balik kemudi.

Pria itu sengaja menginjak pedal gas dalam-dalam, menyemburkan asap knalpot berbau menyengat tepat ke arah Raka.

Kendaraan itu melesat pergi meninggalkannya sendirian di bawah guyuran hujan. Raka mematung di tengah genangan air lumpur, mengepalkan tinju sampai kuku-kukunya memutih menahan amarah.

Malam itu, harga dirinya sebagai pria telah hancur menjadi debu yang tak bersisa.

Satu bulan kemudian. Kuta, Bali.

Panas terik pesisir menyengat kulit cokelat Raka, tapi hatinya tetap membeku.

Setelah malam terkutuk itu, ia membuang semua masa lalunya dan merantau ke pulau dewata. Ia berharap deru ombak Kuta yang berisik bisa menulikan ingatannya tentang tawa menghina Maya.

Jaket hijau ojolnya basah dan lengket oleh keringat asin, namun ia tetap memacu motor maticnya menyusuri jalanan padat Legian.

"Sialan, orderan sepi banget dari pagi. Cuma bisa makan mie instan mentah lagi malam ini," gumam Raka frustrasi sambil mengusap peluh di dahinya.

Ia menepi sejenak di bawah pohon rindang dan menatap layar ponselnya yang retak seribu. Hanya ada deretan notifikasi promo operator murahan, tak ada satu pun pelanggan yang nyangkut.

Rasa rendah dirinya makin menjadi-jadi melihat pasangan-pasangan bule dan turis lokal bermesraan tanpa malu di pinggir jalan.

"Apa aku memang dikutuk jadi pecundang seumur hidup gara-gara penyakit ini?" batin Raka getir meratapi nasibnya.

Muak dengan keramaian yang seakan mengejek kesendiriannya, ia memacu motornya menjauh. Ia berkendara menuju tebing Uluwatu saat senja mulai turun dan langit berubah jingga gelap.

Udara sore membawa aroma dupa kembang kamboja yang membuat bulu kuduk berdiri. Tiba-tiba, di sebuah tikungan sepi yang hanya diterangi lampu redup berkedip, mata Raka menangkap sesosok tubuh.

Seorang kakek berpakaian compang-camping dan kotor tersungkur tak bergerak di pinggir aspal yang masih memancarkan hawa panas.

Insting menolongnya langsung mengambil alih tanpa pikir panjang. Raka mengerem mendadak, ban motornya berdecit keras. Ia turun dari motor dan memapah tubuh ringkih yang terasa sedingin es itu.

"Kek! Kakek nggak apa-apa? Kakek sakit?"

Kakek itu sangat kumuh dengan rambut putih gimbal, tapi sepasang matanya sama sekali tidak rabun. Mata itu bersinar keunguan, menatap tajam menembus keremangan senja.

"Nak... hatimu sangat tulus, meski nasibmu sedang berada di titik paling nadir," ucap si kakek dengan suara serak yang seolah menggema langsung di dalam kepala Raka.

Bulu kuduk Raka merinding hebat, ia merasa jiwanya ditelanjangi oleh tatapan aneh itu.

Kakek itu merogoh saku baju batiknya yang robek dan mengeluarkan benda terbungkus kain hitam pekat.

"Ini untukmu. Pakailah malam ini juga," perintahnya mutlak dengan nada yang tak bisa dibantah. "Jangan pernah dilepas sedetik pun jika kau ingin membalikkan takdirmu dan menjadi raja di atas semua lelaki."

Raka menerima bungkusan itu dengan kedua tangan gemetar. Begitu ikatan kainnya terbuka sendiri, mata Raka membelalak sangat lebar.

Di dalamnya hanya terdapat selembar celana dalam kain hitam pekat yang terasa sangat ringan.

Terdapat bordiran benang merah darah yang membentuk pola rune kuno. Pola itu seolah berdenyut hidup, seirama dengan detak jantung Raka yang berpacu kencang.

"Hah? Kakek mau ngasih saya celana dalam bekas?" Raka bingung, ingin tertawa mengira ini acara kamera tersembunyi. Tapi energi sakral di sekitarnya mencekik lehernya hingga suaranya tercekat.

Saat dia mendongak untuk bertanya lagi, jantungnya hampir melompat keluar. Kakek misterius itu sudah lenyap tak berbekas, hilang tanpa jejak di jalanan aspal yang terkunci tebing karang itu.

Malamnya, di dalam kamar kosan yang pengap dan berbau obat nyamuk bakar, Raka duduk bersila. Ia menatap pusaka aneh di pangkuannya, rasa penasaran akhirnya mengalahkan sisa-sisa logikanya.

"Persetan! Toh harga diriku juga sudah hancur lebur, apa ruginya dicoba?" gumamnya nekat di tengah kesunyian kamar.

Raka melepas semua pakaian kasarnya dan mengenakan celana dalam pemberian kakek misterius itu perlahan.

Kainnya menempel sangat erat layaknya kulit kedua. Dalam sepersekian detik, matanya membelalak lebar hingga nyaris keluar dari kelopaknya.

Sensasi panas ekstrem meledak dari area selangkangannya. Panas itu mengalir deras bak lahar gunung berapi, merebus darah di sekujur pembuluh nadinya.

Raka mengerang keras, tangannya mencengkeram sprei kasur kuat-kuat. Ia menahan rasa sakit luar biasa yang anehnya bercampur dengan gelombang kenikmatan saat otot-ototnya menegang kaku.

Ding!

Suara lonceng futuristik berdenting nyaring di dalam otaknya, membuat kepalanya berdengung.

[Sistem Pusaka Terlarang Diaktifkan secara Permanen!]

Layar semi-transparan berwarna biru neon mendadak melayang terang di depan wajah Raka.

[Mendeteksi Pengguna: Raka Adi. Pemindaian Fisik Selesai. Status Khusus: Lemah Syahwat / Impoten Kronis.]

"Sialan, sistem gaib aja masih sempat ngejek gue," umpat Raka kesal sambil mengertakkan gigi.

[Inisialisasi Protokol Darurat. Proses Perbaikan Genetik Dimulai... Memperkuat Vitalitas: 1%... 50%... 100%!]

Raka terlonjak mundur dan jatuh terlentang di atas kasur tipisnya saat gelombang energi raksasa menghantam inti tubuhnya. Keringat sebesar biji jagung membasahi seluruh tubuhnya.

Seketika, sesuatu yang sangat mustahil telah terjadi secara permanen. Beban berat dan rasa mati rasa yang bertahun-tahun menghimpit "adik kecil"-nya sirna tak berbekas.

Pusakanya bangkit dengan kekuatan buas yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Berdiri tegak sekeras baja murni dan berdenyut liar menuntut mangsa.

Tidak hanya itu, otot perut, lengan, dan dadanya pun ikut mengeras. Tubuhnya kini padat sempurna dan terbentuk nyata bak binaragawan profesional.

"Gila... Ini beneran hidup lagi? Bahkan tenaganya jauh lebih mengerikan," Raka menelan ludah, menatap takjub kebangkitan kejantanannya.

[Selamat! Vitalitas Anda kini berada pada level maksimal: Dewa Kejantanan.]

[Efek Pasif: Aura Maskulin Magnetik aktif. Setiap wanita dalam radius 10 meter akan merasakan tarikan feromon instan dan tunduk pada pesona Anda.]

Tiba-tiba, di tengah keterkejutannya, ponsel bututnya bergetar hebat di atas meja.

Ding!

[Orderan VIP Masuk! Penjemputan Langsung: Bar Eksklusif Seminyak. Tujuan Pengantaran: Villa Mewah Private Canggu.]

Raka menatap pantulan dirinya yang sama sekali baru di cermin retak kamarnya. Ia menyisir rambut ikalnya ke belakang dengan jari, menyeringai dengan karisma gelap dan kepercayaan diri absolut yang telah bangkit kembali.

"Maya... mantan tersayangku. Tunggu saja tanggal mainnya," gumamnya pelan penuh ancaman.

Raka menyambar jaket ojolnya dengan satu tarikan napas. "Mari kita coba seberapa mematikan kekuatan pusaka ini di jalanan malam Bali!"

Lanjut membaca
Lanjut membaca