Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Kekuatan dari dunia lain

Kekuatan dari dunia lain

Benzi | Bersambung
Jumlah kata
34.9K
Popular
148
Subscribe
14
Novel / Kekuatan dari dunia lain
Kekuatan dari dunia lain

Kekuatan dari dunia lain

Benzi| Bersambung
Jumlah Kata
34.9K
Popular
148
Subscribe
14
Sinopsis
PerkotaanSupernaturalKekuatan SuperPecundang
Eren, anak muda yang selalu di anggap pecundang oleh teman teman nya, hanya karena dia miskin dan lemah. Tapi semua nya berubah saat ia mengalami sebuah kejadian aneh, sesuatu benda yang tiba tiba muncul di kamar nya yang merubah semua nya.
Chapter 1

"Arghhh"

Kaki Eren tepat mengenai sisi kiri pengaman kepala alan. membuat nya terhuyung beberapa langkah lalu ia jatuh terduduk, nafas nya tersengal.

Alan mencoba untuk bangkit kembali, tapi belum juga ia berdiri tegak kembali, ia merasa kepala nya berputar putar, tubuh nya sempoyongan dan terjatuh lagi.

Semua orang tercengang menatap tak percaya, Eren si pecundang, menang?

Eren, seorang siswa SMA kelas 1. pemuda yang selalu di anggap pecundang oleh hampir semua teman teman sekolah nya. hanya karena Eren berbeda dengan anak anak lain di sekolah nya, Eren adalah siswa terpilih beasiswa, sementara kebanyakan siswa di sekolah nya adalah anak orang kaya. itu karena sekolah itu adalah sekolah swasta yang sangat mahal.

Tapi semua nya berubah. semua nya berawal beberapa Minggu sebelum nya.

********

Eren berlari keluar kelas sambil menangis, seluruh teman sekelas nya tertawa terbahak mengejek nya yang sedang berlari keluar.

Eren berkali kali memukuli dinding belakang sekolah dengan tangan nya. dia benar benar tak habis pikir kanapa dia bisa punya keberanian untuk menyatakan perasaan nya pada siska, gadis cantik yang jadi primadona di sekolah nya itu.

"Kamu baik baik saja" terdengar suara dari belakang Eren

Eren membalik kan tubuh nya dan buru-buru menghapus air mata nya.

"Vania, kamu di sini?" ucap Eren.

Vania satu satu nya orang yang sangat baik pada Eren di sekolah nya.

Vania memandangi Eren. Raut wajah nya yang ceria dan memikat, dengan rambut nya yang hitam lurus sepunggung dan penampilan nya seolah menunjukkan status nya sebagai anak orang kaya.

Vania menarik tangan Eren, mengajak nya untuk duduk di bangku yang ada di dekat situ. Kedua nya menatap ke tengah Danau yang ada di belakang sekolah.

Kedua nya duduk dalam bisu. hingga akhirnya setelah hampir setengah jam dalam diam, Eren akhir nya bangkit berdiri

"Vania, terimakasih ya. aku mau pulang sekarang" Eren menatap Vania dengan wajah sendu

"Aku akan mengantar mu" ucap Vania

"jangan van, kamu kan harus melanjutkan jam pelajaran" tolak Eren

Eren melangkah pergi meninggalkan Vania yang menatap nya iba. Eren mengendarai sepeda nya dengan perasaan hancur, ia pulang sekolah sebelum jam pulang sekolah tiba.

Saat sampai di rumah nya, Eren melempar sepeda nya itu. lalu ia melangkah masuk melewati ruang tengah dan melihat ibu nya yang sedang memasak di dapur

"Loh, Eren! kok sudah pulang?" tanya ibu nya Eren, merasa belum jam nya Eren untuk pulang sekolah.

"Ada rapat di sekolah Ma. jadi semua nya di suruh pulang cepat" Eren berbohong

bergegas Eren masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu. ia menghempaskan tubuhnya keatas kasur dan menutupi kepala nya dengan bantal. Tak lama kemudian dia pun tertidur

Beberapa jam kemudian, Eren terbangun. ia meraih handphone nya, dilihat nya ada beberapa panggilan tak terjawab dari vania, dan juga ada pesan WA dari Vania

Eren membuka pesan WA vania

"Eren, bagaimana Kabar mu? ini aku ada copy pelajaran siang tadi, supaya kamu gak ketinggalan pelajaran"

Eren membalas pesan Vania

"Aku baik baik saja, jangan khawatir"

Dengan cepat ada balasan dari vania

"Siapa yang khawatir bodoh! aku hanya kasih copy pelajaran!"

Eren tersenyum membaca nya, namun ia tidak membalas pesan Vania. Eren menaruh handphone nya di atas kasur

Eren melangkah menuju balkon kamar nya. ia berdiri di sana memandang atap atap rumah tetangga nya, jalanan dan gedung gedung tinggi dari kejauhan. wajah cantik siska masih saja mengusik pikiran nya, ia masih tidak percaya di tolak dengan kejam oleh siska.

Eren gak tahu bagaimana cara nya dia menghadapi semua orang di kelas nya besok?

Tiba tiba Eren merasakan lantai yang di Injak nya bergoyang, atap rumah nya juga bergemuruh

"Gempa,!!" kaget Eren, dia langsung melompat masuk ke dalam kamar nya, ia masih merasakan getaran di dalam kamar nya, hingga sesuatu seperti kilatan cahaya petir menerobos masuk ke dalam kamar nya melalui pintu balkon. Eren memejam kan mata nya karena silau dari kilatan cahaya itu.

Eren masih memejam kan mata nya, dan ia merasa lantai rumah nya tidak lagi bergoyang. Eren membuka perlahan mata nya,

Eren tercengang, ia mengucek ucek matanya tak percaya dengan apa yang di lihat nya. Di hadapan nya eren melihat sebuah bola perak besar yang memancar kan cahaya, dan di dalam bola besar itu ada sosok seorang wanita cantik yang seperti nya seumuran dengan nya, sungguh ia tidak pernah melihat wanita secantik itu sebelum nya, yang lebih menarik perhatian nya lagi, pakaian yang di kenakan gadis itu, ia tidak tahu pakaian apa itu..

Merasa penasaran, Eren lebih mendekat kan diri nya ke bola besar itu dan mencoba menyentuh nya dan ingin memasuk kan tangan nya ke dalam bola itu untuk menyentuh gadis yang tertidur di dalam bola itu

Namun tangan nya tidak bisa menembus ke dalam bola cahaya itu, walaupun ia berkali kali mencoba nya

Eren yang tampak kebingungan terus mondar mandir di dalam kamar nya, sambil melirik kearah bola cahaya itu. Bahkan sampai tengah malam pun masih tidak ada pergerakkan dari Bola ataupun gadis yang ada di dalam bola cahaya itu, hingga tanpa sadar Eren pun tertidur.

******

pagi harinya, Eren terbangun. mata nya terbuka lebar dan ia melonjak kaget dan langsung melihat ke arah bola cahaya itu

"Ini berarti bukan mimpi?" gumam nya. semalaman dia berfikir, siapa dan dari mana gadis yang ada di dalam bola cahaya itu? apa yang harus dia lakukan? memberitahu ibu nya atau,,,?

Eren yang merasa buntu pikiran nya saat itu akhirnya memutus kan untuk pergi ke sekolah. Eren mengunci pintu kamar nya, lalu berpamitan dengan ibu nya sebelum ia berangkat kesekolah menggunakan sepeda nya

Eren menarik rem nya mendadak, hampir saja ia menabrak Vania yang tiba tiba saja muncul di depan nya

"kamu baik baik aja kan?" tanya Vania

"Emm, lumayan, hehehehe" Eren tertawa

kemudian mereka menuju area parkir sekolah di mana di sana hanya ada satu satu nya sepeda yaitu sepeda nya eren di antara banyak kendaraan mewah yang terparkir di sana.

Eren dan Vania Berjalan beriringan menuju kelas, seperti biasa, beberapa pasang mata pasti menatap mereka dengan tatapan mengejek

Eren yang sudah terbiasa dengan situasi seperti itu hanya bersikap acuh, ia tetap berjalan santai di samping vania. ia tahu kalau Vania itu berbeda dari siswa lain nya

Kedua nya masuk ke dalam kelas, tatapan tajam dan ejekan langsung menyambutnya, namun Eren berusaha untuk tetap tenang, tiba tiba seseorang menghalangi langkah Eren dan Vania

Lanjut membaca
Lanjut membaca