

Arya Pratama adalah seorang kurir berusia 21 tahun yang berasal dari perkampungan.
Ia bertekad untuk mengubah nasibnya di ibu kota sekaligus untuk menyusul kekasihnya yang bekerja disana.
Arya memiliki wajah yang cukup tampan, hingga beberapa kali ia kerap di goda oleh customernya, bahkan tak jarang di tawari sebuah "pijatan".
Namun, karena Arya memiliki seorang kekasih ia selalu mencoba setia, sebelum ia menemukan keberadaan perempuan yang ia cintai itu.
Asti, wanita dari kampung yang pergi merantau ke kota dan berjanji akan kembali jika uang untuk mereka menikah telah cukup.
Tapi sayangnya sudah beberapa tahun Asti tidak pernah pulang, hingga Arya harus menyusulnya dan bekerja di kota tempat dimana Asti berada.
Karena tuntutan kedua orang tua dari Asti, Arya terus berusaha mengumpulkan pundi-pundi uang, bahkan sampai dia mencari pekerjaan tambahan dan pulang larut malam.
Hingga suatu hari, Arya mendapatkan tugas mengirimkan sebuah paket ke sebuah apartemen yang cukup terkenal di ibu kota. Kawasan elit, dimana hanya orang-orang tertentu yang dapat tinggal di tempat itu.
Arya menatap kotak paket itu, sekilas memang tak ada yang aneh, hanya saja nama di kotak paket itu mirip dengan nama kekasihnya Asti.
"Apartemen bintang? Asti?" gumamnya sengaja menjeda kalimatnya, "aku rasa nggak mungkin itu Asti yang ku kenal," lanjutnya sambil memasukkan paket itu ke dalam tasnya.
Paket itu adalah tugas terakhirnya, dan sekaligus Arya berniat pulang sambil mengantarkan paket tersebut ke alamat yang tertera.
Arya kembali menyalakan motor matic jadul miliknya, yang lampunya redup dan joknya di penuhi sobekan bekas cakaran kucing, tapi Arya tak mengeluh dengan kondisinya selama ia bisa mengumpulkan uang untuk menikahi sang kekasih.
Motornya melaju pelan di jalanan, sore itu Arya terlihat sumringah karena mendapatkan notifikasi gaji, yang masuk ke dalam rekeningnya. Senyumpun memgembang hingga ia sampai di depan gerbang masuk ke dalam apartemen bintang.
Dua orang security memeriksanya, dan setelah di rasa aman, Arya di perbolehkan masuk.
"Enak banget kalo bisa tinggal disini," gumam Arya sambil memarkirkan motornya di basement apartemen itu.
Ia meraih kotak paket yang berada di dalam tas, setelah itu ia segera menuju ke arah lift. Saat sedang berjalan menuju lift, seorang wanita tak sengaja menyenggol Arya hingga paket yang ia bawa jatuh.
"M-maaf mas, saya sedang buru-buru," ucap wanita yang memakai dress merah itu sambil mengabil kotak paket di bawah kakinya.
Arya menyunggingkan senyum, sambil meraih paket itu. "Nggak apa-apa, mbak," jawabnya ramah.
Wanita itu, tidak menjawab dan kembali berlari menuju sebuah mobil yang parkir tak jauh dari mereka.
"Huft! Dasar orang kaya, selalu terburu-buru," guman Arya sambil masuk ke dala lift.
Singkat waktu, Arya sudah berada di depan kamar apartemen nomer 405 sesuai seperti yang tertera di kotak itu.
Ting... Tong...
Arya merasa aneh, saat menunggu pintu terbuka. Jantungnya berdebar kencang seakan ia merasakan akan ada sesuatu yang terjadi.
Setelah beberapa kali menekan tombol bel, akhirnya pintu itu terbuka. Seorang pria bertelanjang dada muncul, Arya bernapas lega apa yang ada di pikirannya ternyata salah ia akhirnya tersenyum.
"Paket atas nama Asti?" tanya Arya.
Pria itu menatap Arya dari ujung kaki hingga ujung kepala sebelum menjawab.
"Yaa, betul, tunggu sebentar," jawabnya singkat lalu ia membalikkan badan dan memanggil seseorang.
"Sayang, ini paketmu sudah datang," panggil pria itu dengan suara yang cukup keras.
Arya menunggu dengan tenang. Dan tak lama setelah itu suara langkah kaki kecil terdengar dari dalam kamar apartemen itu.
Arya sibuk memeriksa ponselnya sambil menunggu hingga jantung ia seakan terhenti saat mendengar suara perempuan di kamar apartement itu.
"Akhirnya paketku datang juga, sayang, tolong bayar," ucap wanita itu.
Arya membelalakan matanya, ia mendongak dan menatap wanita itu. Dan saat keduanya saling tatap, suasana menjadi hening seketika.
Pria yang belum sempat pergi mengambil uang itu, memandang ke arah keduanya secara bergantian.
"Apa kalian saling mengenal?" tanya pria itu.
Arya hanya terdiam menatap keduanya dengan perasaan yang sudah campur aduk, ia hanya berharap semua yang ia lihat hanyalah mimpi belaka. Namun, kenyataan seolah menghantam dadanya dengan keras, pujaan hati yang selama ini ia harapkan menjadi sosok pendamping, ternyata sedang bersama seorang pria lain.
"Asti..." ucap Arya dengan suara yang terdengar lirih.
Asti hanya menatap Arya dengan ekspresi datar, lalu merapatkan tubuhnya ke samping pria yang sedang bersamanya.
"Apa kau mengenal pria ini?" tanya pria itu.
Asti menggeleng pelan, raut wajahnya berubah seperti ketakuta.
"N-nggak sayang, aku nggak kenal sama pria ini," jawabnya.
Arya yang mendengar itu merasakan dadanya sesak, harapannya seketika pudar saat mendengar pengakuan dari Asti itu.
"Kau tega Asti, selama ini aku menunggu mu dan menolak banyak wanita hanya untukmu, tapi kenapa sekarang kau seperti ini? Mana janjimu?" ucap Arya dengan suara yang bergetar.
Pria yang berada di sebelah Asti langsung naik pitam, dan menarik kerah jaket Arya dengan kasar.
"Lo nggak denger tadi dia bilang apa? Kenapa lo so kenal sama pacar gue?!" bentak pria itu.
Arya hanya diam, sambil menatap Asti dengan nanar. Namun, sosok wanita yang selama ini ia puja hanya memalingkan wajahnya tanpa menatap ke arah Arya.
"Woi! Lo denger gue kagak!" pria itu kembali membentak sambil menghempaskan tubuh Arya ke atas lantai.
Arya tidak menjawab, ia hendak berdiri. Namun belum sempat Arya berdiri Pria itu kembali menarik kerah jaket Arya dan menghantam wajah Arya hingga ia tersungkur ke atas lantai.
Bugh!
Pandangan Arya mengabur, napas Arya tercekat ia menahan perih yang menjalar di wajahnya itu.
Namun, suara aneh di kepalanya membuat Arya terdiam beberapa saat sebelum berdiri.
Ding!
[Selamat tuan, anda telah mendapatkan sistem ajaib! Proses singkronisasi dengan tubuh pengguna akan di mulai.]
Untuk mengaktifkan sistem silahkan tekan tombol Ya untuk memulai!
YA/TIDAK
Arya tertegun menatap layar kecil berwarna biru yang tiba-tiba muncul di hadapannya itu. Ia menelan luda lalu mengangkat tangannya menekan tombol YA.
[Selamat tuan Sistem Ajaib telah aktif! Bonus awal sebesar 500miliar, saldo akan di tambahkan ke akun rekening anda.]
Arya membelalakan matanya dengan kebingungan, lima ratus miliar bukanlah jumlah yang sedikit.
Gleg...
Sementara Asti dan pria yang memukul Arya, hanya saling bertukar pandang, melihat tingkah Arya yang aneh itu.
"Dasar gila!" umpat pria tadi.
Arya tak mempedulikan itu, ia memeriksa ponselnya dan masuk ke akun bank yang ia miliki, alangkah terkejutnya dia saat melihat jumlah nomor yang tertera di layar ponselnya.
"I-ini beneran?"