
Bangkitnya Kekuatan Kitab Sakti
Dokter BPJS|Tamat
- Jumlah kata
- 195.9K
- Popular
- 10.9K
- Subscribe
- 636
- Jumlah kata
- 195.9K
- Popular
- 10.9K
- Subscribe
- 636
Sinopsis
Di Kota Ramayana, Revindra Samudra selamat dari upaya pembunuhan keji yang diperintahkan oleh Seno Prakasa, lalu bangkit dengan kekuatan misterius dari Kitab Langit Abadi. Kembalinya ingatan mengungkap masa lalu kelamnya sebagai jenius bela diri yang sempat kehilangan jati diri dan hidup sebagai “suami pilihan” dari Kirana Elssy. Kini, dengan kekuatan luar biasa dan tekad baru, Revindra mulai membalas dendam sekaligus mencari kebenaran di balik kematian orang tua angkatnya yang misterius.
Ulasan
5 ulasan
Arif RH
21/7/26 09:15
keyen.......gass dong ah..... masak sehari cuman 1 Bab............ ..........................................
Adera27
15/7/26 03:10
kerennnn ahhh. bantu sub dong 1. misteri sumur Sindu 2. diary Siswa SMA Sang Pengendali Sihir 3. aku satu-satunya diantara mereka 4. perawat magang ternyata siswa sekolah kejuruan keperawatan 5. the young forensic doctor pembongkar Kasus Pembunuhan
Bab 1
Larut malam di Kota Ramayana, tampak sebuah kapal yang berlayar meninggalkan pelabuhan. Tak seperti kapal lainnya yang sarat muatan, kapal yang satu ini tampak cukup lengang. Hanya ada beberapa orang di dalamnya.
Setelah setengah jam berlayar, seorang pria paruh baya keluar dari kabin lalu mengangkat tangannya sebagai isyarat agar kapal itu berhenti.
Dua anak buahnya pun mematuhi perintah itu lalu mematikan mesin. Mereka kemudian mengangkat sebuah karung dari dalam kabin. Dilihat dari bagaimana kedua anak buah itu terengah-engah saat mengangkatnya, jelas bahwa isi karungnya cukup berat.
Si pria paruh baya menatap pada karung itu dengan ekspresi kaku. “Pastikan karungnya diikat dengan kencang. Jangan sampai dia punya kesempatan melarikan diri sebelum benar-benar tenggelam,” ucapnya dengan dingin.
Salah satu dari anak buahnya menyahut, “Bos tenang saja, kami sudah mengikatnya dengan kencang. Kalaupun nanti dia sadar, dia tidak akan bisa ke mana-mana bahkan meski meronta sekuat tenaga. Kami juga sudah menambahkan batu besar ke karung ini. Bisa dipastikan, tak butuh waktu lama karung ini pasti tenggelam ke dasar sungai.”
Si bos pun mengangguk dengan senyum puas. “Bagus.Ini adalah perintah langsung dari Tuan Muda Seno Prakasa, jadi pastikan tak ada kesalahan sedikit pun.”
“Kami mengerti, Bos,” sahut dua anak buah itu bersamaan.
Namun, diam-diam mereka menghela napas. Tidak bisa tidak mereka menganggap bahwa nasib orang yang ada di dalam karung ini sangat tragis. Gara-gara orang ini memiliki istri yang sangat cantik, tak terhitung banyak pria di Kota Ramayana yang ingin membunuhnya. Banyak pria berkuasa yang tak segan menghalalkan segala cara, untuk menciptakan kesempatan agar secepatnya si wanita cantik itu menjadi janda.
Ternyata tak selamanya punya istri cantik adalah berkah, pikir mereka.
“Tunggu apa lagi? Cepat lakukan sekarang!” desak si bos tak sabar.
Kedua anak buah itu pun bergegas mengangkat karung itu ke ujung kapal. Setelah mengayunkannya beberapa kali, mereka pun melemparkan karung itu dengan kuat ke sungai yang dalam.
“BYUR!” terdengar suara air yang keras.
Meski hari sudah malam, tapi bulan yang bersinar terang menyinari permukaan sungai, membuat orang-orang di atas kapal bisa melihat dengan jelas bagaimana karung itu dengan cepat tenggelam hingga tak terlihat lagi.
Si bos menyeringai. “Ayo, pergi!” serunya, memerintahkan agar kapal berbalik. Tak lupa dia mengirim sebuah pesan singkat pada otak utama kejadian malam ini.
“Semuanya sudah beres.”
***
Sementara itu, di tempat yang berbeda namun masih di Kota Ramayana. Tampak sebuah bangunan vila yang berdiri kokoh dan megah, mulai dari halaman hingga bagian dalamnya tampak jelas dibangun dengan menggelontorkan uang yang banyak.
Di salah satu kamarnya yang luas, tampak sang pemilik vila yang sedang bercumbu dengan seorang model wanita. Model wanita itu jelas memiliki wajah yang cantik dan lekuk tubuh yang molek, ditambah lingeri tipis yang saat ini dikenakannya, memperkuat aura menggairahkan dalam penampilannya.
Saat ini model itu duduk di atas pangkuan si pria, membiarkan kedua dadanya menjadi hidangan yang disantap secara bergiliran oleh pria itu. Desahan merdu berulang kali terlepas dari bibirnya saat si pria semakin beringas mencium puncaknya.
Tiba-tiba, di tengah percumbuan panas itu, ponsel yang ada di nakas bergetar.
Pria itu menarik diri, mengambil ponselnya.
“Semuanya sudah beres.”
Pria itu langsung menyeringai membaca pesan itu. Ya, pria itu tak lain adalah Tuan Muda Seno Prakasa, dalang di balik dibuangnya seorang pria ke sungai.
“Bagus,” gumam Seno dengan mata berbinar. Kini dia tak perlu lagi mengkhawatirkan si pria bodoh yang menjadi penghalang terakhirnya untuk memiliki Kirana Elssy—wanita pujaan yang sudah dia incar sejak lama.
“Kirana, sebentar lagi kamu akan kumiliki,” gumam Seno dengan seringai lebar serupa iblis.
Model wanita di pangkuan Seno tampak cemberut karena merasa diabaikan. Terlebih barusan dia mendengar Seno menyebut nama wanita lain. “Siapa itu Kirana, Tuan?” tanyanya penasaran.
“Kamu tidak perlu tahu,” balas seno Singkat, lalu menghempaskan tubuh model itu ke ranjang, mulai menggarapnya. Keduanya pun tenggelam dalam api gairah.
***
Sementara itu, di kedalaman sungai yang gelap, tampak sebuah karung jatuh semakin dalam. Sosok pria yang ada di dalamnya, perlahan terbangun dari pingsannya. Pria itu adalah Revindra Samudra.
Revindra terbangun hanya untuk mendapati bahwa di sekeliling tubuhnya penuh dengan air. Dia bahkan tak bisa bernapas lagi. Berada di dalam karung yang sempit juga membatasi geraknya. Dia meronta-ronta sampai ototnya hampir mati rasa, tapi tak ada yang berubah. Dia terjebak.
Perlahan, gelap menyelimutinya.
Tepat saat Revindra berada di detik-detik terakhir hidupnya, tiba-tiba saja sejumlah besar fragmen ingatan yang kacau membanjiri pikirannya. Fragmen-fragmen itu mencakup teknik kultivasi, ilmu bela diri, teknik pengobatan, ukiran mantra, serta ramuan.
Informasi itu teramat banyak, memenuhi kepalanya sampai-sampai terasa akan pecah.
Tepat saat sensasinya hampir tak tertahankan, Revindra tiba-tiba membuka mata. Kilatan cahaya tajam menembus air sungai, gelombang energi bergetar menyebar, dan seketika karung itu hancur, sobek seolah terbuat dari kertas tipis. Bukan itu saja, batu besar yang menjadi pemberat juga ikut pecah hingga jadi serpihan bubuk pasir.
Perlahan, Revindra meluncur naik dari kedalaman sungai. Dia terus naik hingga akhirnya kedua kakinya mengapung di atas permukaan sungai. Kedua matanya berkilau di tengah pekatnya malam, tampak jernih sekaligus tajam, jauh dari kesan seorang korban. Malah saat ini aura yang menguar dari sekujur tubuhnya memancarkan wibawa yang kuat bak seorang raja.
Pria itu tampak menghela napas. Pikiran pertama yang berkelebat di benaknya adalah, siapa sangka bahwa Kitab Langit Abadi begitu hebat. Saking hebatnya sampai Revindra yang memaksa diri untuk mempelajarinya justru jadi hilang ingatan.
Dan yang lebih tak terduga, setelah hilang ingatan, Revindra malah dengan sendirinya kembali ke Kota Ramayana.
Sejak kecil Revindra memang tumbuh di Kota Ramayana. Meski dia tidak memiliki hubungan darah dengan orang tua dan adik perempuannya, namun hubungan mereka sangat harmonis. “Anak angkat” hanyalah status, pada kenyataannya Revindra mendapat perlakuan hangat layaknya dari keluarga kandung.
Sayangnya saat SMA, Revindra malah diculik oleh seorang ahli spiritual tua. Ahli spiritual tua itu kemudian membuat Revindra mempelajari jalan bela diri, pengobatan, dan alkimia, dengan bakat yang luar biasa.
Namun, lima tahun kemudian, secara misterius ahli spiritual tua itu tiba-tiba menghilang. Sebelum menghilang dia sempat meninggalkan Kitab Langit Abadi pada Revindra. Dia juga sempat berpesan, “Tunggulah beberapa tahun sebelum kamu melatih isi kitab ini.”
Revindra merasa heran, kenapa masih harus menunggu bertahun-tahun lagi?
“Kitab sudah di tanganku, sia-sia kalau tidak kupelajari,” itulah pikiran Revindra waktu itu.
Rasa penasaran dan haus akan ilmu membuat Revindra tak bisa menahan diri. Dia pun langsung melatih apa yang terkandung dalam Kitab Langit Abadi.
Tak disangka, energi sejati di dalam tubuh Revindra menjadi liar, membuatnya pingsan.
Setelah sadar, Revindra ternyata kehilangan ingatannya. Bukan hanya ingatan tentang segala ilmu yang diajarkan sang ahli spiritual tua, maupun yang Revindra pelajari sendiri di dalam Kitab Langit Abadi, tapi juga seluruh ingatan tentang identitas Revindra sendiri. Selain nama, Revindra tak ingat apa-apa lagi. Dia tak ubahnya orang bodoh.
Setelah itu, Revindra berkelana tak tentu arah, menjadi gelandangan menyedihkan, hingga berakhir kembali di Kota Ramayana.
Kira-kira sekitar setahun yang lalu, tiba-tiba muncul seorang wanita yang memiliki kecantikan luar biasa. Dia datang dan mengumpulkan sekelompok gelandangan—termasuk Revindra. Ternyata wanita cantik itu berniat memilih suami dari salah satu gelandangan itu.
Pada akhirnya pilihan wanita itu jatuh pada Revindra.
Revindra berhenti berlarut-larut memikirkan fase “bodoh”nya, memilih fokus pada dirinya yang sekarang. Dia pun memeriksa kondisi tubuhnya.
Setelah pemeriksaan menyeluruh, raut Revindra berbinar karena mengetahui bahwa di dalam tubuhnya sudah terdapat energi sejati yang sangat murni dan kuat. Ternyata dia telah berhasil memasuki tahap awal latihan Kitab Langit Abadi!
Daftar bab
183 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
183 bab








