
Sistem Penebus Dosa: Dari Ayah Sampah Menjadi Konglomerat!
Mochiko|Bersambung
- Jumlah kata
- 68.7K
- Popular
- 308
- Subscribe
- 58
- Jumlah kata
- 68.7K
- Popular
- 308
- Subscribe
- 58
Sinopsis
Arjuna Pratama adalah seorang Ayah sampah yang hobi sekali mabuk-mabukan setiap hari, berjudi tanpa henti, dan menghabiskan seluruh uang keluarga demi kesenangannya sendiri. Sementara istrinya harus bekerja keras sendirian untuk masa depan putri kecilnya, sambil menunggu Arjuna yang tak pernah pulang. Hingga suatu hari, putrinya jatuh sakit, karena tak memiliki biaya pengobatan, gadis kecil itu meninggal dunia. Hal itu membuat sang istri mengajukan perceraian dan meninggalkan Arjuna untuk selamanya. Arjuna yang sangat menyesal itu sampai diusir pergi dari rumah sakit. Pikiran yang kalut membuatnya tidak fokus hingga mendapat insiden kecelakaan yang membawanya kembali ke masa lalu. Saat membuka mata, ajaibnya ia mendapati putrinya masih hidup beserta sang istri berdiri di sampingnya, dan di saat yang sama, sebuah suara misterius terdengar di kepalanya. [Selamat! Sistem Penebus Dosa berhasil diaktifkan!] [Status Host saat ini adalah Suami Tidak Berguna dan Ayah Sampah!] [Selamatkan keluargamu dengan menjadi Ayah dan Suami baik untuk mengubah nasib di masa depan.] [Setiap kebaikan dan kasih sayang yang dilakukan oleh Host akan ditukar dengan hadiah.] [Jika misi gagal, Host akan dimusnahkan!] Mendapat kesempatan kedua dari sistem, Arjuna bersumpah tak akan membiarkan putrinya meninggal ataupun kehilangan istrinya lagi!
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
Bab 1
“Pak Arjuna, maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi putri Anda ….”
Dokter tak sanggup melanjutkan ucapannya, hanya gelengan kepala yang ditunjukkan sebagai arti bahwa gadis kecil itu tidak selamat.
Tatapan mata Arjuna langsung kabur dengan tubuh lemas yang tak sanggup berdiri lagi.
Di balik pintu ruang gawat darurat, tubuh mungil putrinya yang baru berusia lima tahun terbujur kaku di atas ranjang dengan wajah pucat pasi.
“Tidak mungkin! Putriku tidak mungkin meninggal, Dok!” teriak seorang wanita yang baru saja sampai—Sinta—istri Arjuna, dengan kedua tangan mengguncang tubuh Dokter karena tidak terima.
Gadis kecil itu tidak seharusnya meninggal, dan semua ini ulah Arjuna sebagai Ayah telah menghabiskan seluruh tabungan keluarga akibat kecanduan berjudi dan mabuk setiap hari!
Hal itu mengakibatkan gadis kecil itu terlambat mendapatkan perawatan cepat atas penyakit jantung yang dideritanya!
“Aku selalu memaafkan semua kesalahanmu, tetapi mengapa kau bahkan … membunuh putrimu sendiri karena keegoisanmu, Mas?!”
Arjuna tidak menjawab apa pun karena semua yang dikatakan oleh Sinta itu benar—ia sudah merenggut nyawa putri semata wayangnya.
Tepat di depan jasad putri mereka, Sinta secara perlahan mengusap air mata dan segera melepas cincin pernikahan dari jari manisnya.
Kemudian meletakkan cincin pernikahan mereka ke telapak tangan Arjuna yang masih terdiam di bawah sana.
“Mas Arjuna, mulai hari ini aku ingin kita akhiri hubungan kita.”
“Kau … mau bercerai denganku?” tanya Arjuna.
“Ya, dan aku juga akan menuntutmu atas kasus pembunuhan terhadap putri kandungmu sendiri!”
Setelah mengatakan kalimat itu, Sinta langsung pergi untuk mengurus jenazah putri kecilnya seorang diri.
Sedangkan Arjuna masih bersimpuh di lantai rumah sakit dengan pandangan kosong karena kehidupannya sudah hancur.
Seorang Perawat langsung memerintah Arjuna untuk segera menyingkir dari jalan karena khawatir menghalangi Pasien lainnya.
Arjuna pun bangkit dan melangkah dengan tubuh lemasnya ke luar dari rumah sakit. Akibat terlalu syok atas kematian putrinya, ia sampai tidak menyadari ada sebuah mobil melintas dengan kecepatan di atas rata-rata.
BRAK!
Tubuh Arjuna dalam sekejap terlempar dengan keras, dan tepat pada saat itu ia baru menyadari bahwa penjudi yang paling rugi bukanlah orang yang kehilangan seluruh hartanya, melainkan seorang Ayah yang telah mempertaruhkan masa depan keluarganya sendiri.
Ia yang mengira hidupnya sudah pasti akan mati hanya mampu berharap dengan gumaman kecil, “Andai saja aku bisa mengulang waktu dan memperbaiki semuanya.”
Tepat pada saat yang bersamaan, kedua telinga Arjuna samar-samar mendengar suara seseorang memanggil namanya.
Matanya secara perlahan terbuka, lalu samar-samar melihat siluet seorang wanita yang wajahnya seperti Sinta dan di sampingnya adalah putri kecilnya, Naya.
Naya terlihat meneteskan air mata sambil berteriak, “Ayah, tolong cepat bangun! Jangan tinggalkan Naya dan Ibu sendirian!”
Dalam sekejap kedua mata Arjuna langsung terbelalak lebar saking terkejutnya, dan memposisikan tubuhnya duduk dengan cepat tak peduli Sinta dan Naya terkejut sampai saling memeluk.
“Naya? Sinta? Sebentar, bukankah Naya sudah—”
“Bisakah kau berhenti mabuk dan berjudi? Aku sudah lelah memberimu nasihat!”
“Semalam Fajar membawamu pulang dalam keadaan sudah tidak sadarkan diri!”
“Kalau begini terus, aku tidak sanggup bersamamu lagi!” umpat Sinta, lalu pergi membawa Naya ke luar kamar.
Mendengar ocehan yang terdengar begitu nyata, Arjuna masih tidak mengerti mengapa ia berada di dalam kamar sekarang?
Bukankah seharusnya ia sudah mati setelah kecelakaan sebelumnya?
Sial, tiba-tiba saja kepala Arjuna sakit sekali, lalu secara mendadak sebuah suara aneh muncul dalam kepalanya.
[Selamat! Sistem Penebus Dosa berhasil diaktifkan!]
[Setelah berhasil bereinkarnasi, mulai sekarang Anda telah menjadi Host.]
Arjuna mengucek kedua mata untuk melihat lagi apa yang ada di hadapannya saat ini. Rupanya ia tidak salah lihat, jika di depannya ada panel sistem berwarna biru melayang di atas udara.
“Sistem? Apa itu artinya aku bisa memperbaiki semuanya dari awal supaya putri dan istriku tidak meninggalkanku?”
[Benar!]
[Status Host saat ini adalah Suami Tidak Berguna dan Ayah Sampah!]
[Selamatkan keluargamu dengan menjadi Ayah dan Suami baik untuk mengubah nasib di masa depan.]
[Setiap kebaikan dan kasih sayang yang dilakukan oleh Host akan ditukar dengan hadiah.]
Kedua sudut bibir Arjuna melebar mendengar semua penjelasan itu. Ia buru-buru mencari ponsel untuk memeriksa tanggal dan tahun dirinya bereinkarnasi.
“Ternyata benar, kalau aku sudah bereinkarnasi 3 tahun sebelum Naya meninggal dan Sinta menceraikanku.”
Saat Arjuna sedang asyik bahagia karena diberi kesempatan untuk mengubah takdir di masa depan bersama keluarga kecilnya, mendadak keningnya mengkerut setelah mendengar suara berisik dari luar kamar.
“Arjuna! Cepat ke luar atau anak dan istrimu aku jadikan jaminan!”
Buru-buru Arjuna turun dari ranjang dan melangkah cepat membuka pintu kamar.
Sesampainya di luar kamar, ia disambut pemandangan Sinta dan Naya sudah berdiri di hadapan anak buah Bos Rentenir—Budi Santoso—yang meletakkan sebuah pisau di depan leher mereka sebagai ancaman.
“Arjuna, cepat lunasi utangmu atau aku tidak akan segan-segan mencelakai putri dan istrimu!” ancam Budi.
Perlahan mata Arjuna menatap ke arah Sinta dan Naya yang menangis tanpa henti meminta pertolongan padanya.
Dari sorot mata Sinta yang menatap Arjuna, kentara sekali ia tidak begitu mempercayainya. Ia tahu betul bagaimana Arjuna selama ini, dan tidak mungkin akan menyelamatkan mereka.
“Aku akan melakukan apa saja, tetapi tolong lepaskan putriku!” pungkas Sinta begitu tiba-tiba.
Pada saat itu sebuah panel sistem kembali muncul di depan mata Arjuna.
[Peringatan!]
[Istri dan anak terdeteksi sedang dalam bahaya. Host diminta supaya menyelamatkan mereka!]
[Hadiah sejumlah 10 juta rupiah akan diterima oleh Host setelah Misi Pemula berhasil diselesaikan!]
Mendengar hadiah yang lumayan banyak untuknya yang hidup pas-pasan selama ini, Arjuna pun mulai melakukan aksinya dengan mencoba bernegosiasi.
“Pak Budi, mengapa kau sampai repot-repot melakukan semua ini?”
Mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Arjuna, justru membuat Sinta semakin yakin bahwa suaminya itu benar-benar tidak ada niatan menyelamatkan mereka.
“Arjuna, sebaiknya tidak perlu basa-basi dan cepat lunasi saja utangmu itu!”
“Cepat berikan 5 jutamu padaku dan jangan harap bisa kabur sebelum utangmu lunas!”
“5 juta? Kau bercanda, ya? Aku hanya meminjam uang padamu 2 juta!” sahut Arjuna.
“Semua itu sudah beserta bunganya, bodoh!”
“Baiklah, aku akan melunasinya,” jawab Arjuna.
Sinta yang sangat paham mengenai kondisi keluarga mereka hanya bisa mengkerutkan kening, karena selama ini Arjuna tidak pernah memberi upah sepeser pun akibat seluruh hartanya digunakan berjudi dan mabuk-mabukan. Bagaimana mungkin akan sanggup melunasi utangnya?
“Mas Arjuna, bagaimana caramu melunasi utangnya?” tanya Sinta.
Arjuna terdiam sesaat untuk memikirkan cara melunasi utang sebanyak lima juta itu. Otaknya mulai berpikir keras hingga beberapa detik kemudian teringat pada satu barang, ia pun bergegas pergi dari sana.
Kepergian Arjuna yang terbirit-birit justru membuat semua orang di sana tertawa terbahak-bahak.
“Lihat suami payahmu itu, Sinta. Dia kabur dan tidak peduli padamu dan putrimu,” ucap Budi memanasi.
“Sebaiknya kau cerai saja dengan Arjuna, lalu menjadi istri keduaku,” lanjut Budi begitu lancang, lalu Sinta yang kesal segera menendang tulang keringnya sampai berteriak kesakitan.
Tepat ketika Budi akan menampar Sinta yang semakin ketakutan, Arjuna sudah kembali dan berteriak, “Singkirkan tangan kotormu dari istriku!”
Daftar bab
64 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








