
Sistem Penyerap Energi Hewan Kuno
Author_Receh|Tamat
- Jumlah kata
- 76.9K
- Popular
- 331
- Subscribe
- 71
- Jumlah kata
- 76.9K
- Popular
- 331
- Subscribe
- 71
Sinopsis
Di dunia tempat manusia dan monster hidup berdampingan, kekuatan menentukan segalanya. Kael Ardent hanyalah seorang pemburu rendahan yang dianggap tidak berbakat dan ditakdirkan menjadi pecundang seumur hidup. Namun segalanya berubah ketika ia menemukan fosil misterius milik makhluk purba yang telah punah jutaan tahun lalu. [Sistem Penyerap Energi Hewan Kuno Telah Diaktifkan!] Dengan sistem itu, Kael mampu menyerap inti energi dari hewan-hewan kuno legendaris dan mewarisi kemampuan mereka. Cakar Naga Petir, Sayap Phoenix Emas, Regenerasi Leviathan, hingga Mata Pemburu Tyrant—semua dapat menjadi miliknya. Semakin kuat energi yang diserap, semakin mengerikan evolusinya. Namun rahasia sistem tersebut ternyata berkaitan dengan sebuah era kuno yang sengaja dihapus dari sejarah. Saat para dewa, monster purba, dan ras kuno mulai bangkit kembali, Kael menyadari bahwa dirinya bukan sekadar pengguna sistem biasa. Ia adalah kunci kebangkitan penguasa tertinggi yang pernah menguasai seluruh dunia. Di tengah peperangan antar kerajaan, invasi monster dimensi lain, dan perburuan terhadap pemilik sistem legendaris, Kael harus memilih: Menjadi penyelamat umat manusia... Atau menjadi raja baru yang menguasai kekuatan seluruh hewan kuno yang pernah ada. Ketika energi purba bangkit kembali, dunia akan gemetar di bawah jejak sang predator tertinggi.
Ulasan
1 ulasan
Nightingale
3/8/26 14:47
kayaknya menarik nih... tetap semangat ya bang author. ijin meninggalkan jejak dulu, nunggu nanti udah tamat.
Bab 1 Kael Ardent
Angin dingin berembus di antara pepohonan raksasa Hutan Blackthorn. Daun-daun bergesekan, menciptakan suara yang terdengar seperti bisikan makhluk gaib.
Kael Ardent berjongkok di balik semak-semak sambil menggenggam tombak tua yang sudah penuh goresan. Keringat mengalir di pelipisnya meskipun udara pagi terasa sejuk.
Di hadapannya, seekor Serigala Bertanduk berkeliaran di antara rerumputan.
Monster tingkat rendah itu hanya setinggi dada manusia dewasa, tetapi bagi Kael, makhluk itu tetap berbahaya.
"Aku harus berhasil kali ini," gumamnya pelan.
Sudah tiga hari berturut-turut ia pulang tanpa membawa hasil buruan. Jika gagal lagi, ia tidak akan memiliki uang untuk membeli makanan minggu depan.
Kael menarik napas panjang.
Lalu melesat keluar dari persembunyiannya.
"Hyaaa!"
Tombaknya menusuk ke arah leher monster.
Namun Serigala Bertanduk bereaksi lebih cepat.
GRRAAAWW!
Monster itu menghindar dan menerjang balik.
Brak!
Tubuh Kael terpental menghantam batang pohon.
"Ugh!"
Darah mengalir dari sudut bibirnya.
"Sial..."
Ia berusaha berdiri.
Tetapi monster itu kembali menyerang.
Mata merahnya bersinar penuh haus darah.
Kael menggertakkan gigi.
"Aku tidak boleh mati di tempat seperti ini!"
Tepat saat cakar monster hampir merobek dadanya—
Whoosh!
Sebuah anak panah melesat dari kejauhan.
Tancap!
Serigala Bertanduk menjerit.
Panah kedua menyusul.
Panah ketiga.
Dan monster itu akhirnya roboh ke tanah.
Kael menghela napas lega.
Dari balik pepohonan muncul tiga pemburu muda mengenakan armor kulit.
Mereka adalah anggota kelompok pemburu Kota Ravenfall.
Pemimpin mereka, seorang pria berambut pirang bernama Darius, tertawa sinis.
"Kael, Kael. Kau hampir mati lagi?"
Teman-temannya ikut tertawa.
"Dia memang selalu seperti itu."
"Level energi satu tapi bercita-cita jadi petualang."
"Hahaha!"
Kael mengepalkan tangan.
"Aku tidak meminta bantuan kalian."
Darius menyeringai.
"Tapi kau tetap hidup berkat kami."
Ia mendekat lalu menendang tombak Kael hingga terlempar.
"Kau sebaiknya berhenti menjadi pemburu dan bekerja sebagai tukang sapu kota."
Kael tidak menjawab.
Ia sudah terbiasa diperlakukan seperti ini.
Di dunia mereka, setiap orang memiliki Inti Energi sejak lahir.
Inti itu menentukan bakat dan potensi kekuatan seseorang.
Semakin tinggi kualitas inti energi, semakin besar peluang menjadi petarung kuat.
Sedangkan Kael...
Hanya memiliki Inti Energi Tingkat F.
Tingkat terendah.
Darius dan kelompoknya pergi sambil tertawa.
Meninggalkan Kael sendirian di tengah hutan.
"Suatu hari nanti..." gumam Kael.
"Aku akan membuat mereka menyesal."
---
Menjelang sore, Kael memutuskan mencari tanaman obat untuk dijual.
Ia berjalan semakin dalam ke wilayah hutan yang jarang dijelajahi manusia.
Semakin jauh melangkah, suasana semakin sunyi.
Bahkan suara burung pun menghilang.
"Hm?"
Kael berhenti.
Di hadapannya terdapat tebing batu yang retak.
Retakan itu cukup besar untuk dilewati satu orang.
"Aneh..."
Ia belum pernah melihat tempat ini sebelumnya.
Rasa penasaran mengalahkan ketakutannya.
Kael masuk ke dalam.
Lorong sempit itu membawanya menuju sebuah gua besar.
Dan saat melihat isi gua itu—
Matanya membelalak.
"Astaga..."
Di tengah ruangan terdapat kerangka raksasa.
Panjangnya puluhan meter.
Tulang-tulangnya berwarna hitam pekat seperti logam.
Tengkoraknya memiliki deretan taring sebesar pedang.
Meski sudah menjadi fosil, aura mengerikan masih memenuhi seluruh gua.
Kael merasakan tubuhnya gemetar.
"Monster apa ini?"
Belum pernah ada makhluk seperti itu dalam buku monster yang pernah ia baca.
Saat ia mendekat...
Sebuah cahaya emas muncul dari rongga dada kerangka tersebut.
Cahaya itu melayang perlahan.
Lalu menembus dada Kael.
"Aaaarrghhh!"
Rasa sakit luar biasa menyerang seluruh tubuhnya.
Ia jatuh berlutut.
Kepalanya terasa seperti akan meledak.
Di depan matanya muncul layar transparan berwarna biru.
[Mendeteksi Keturunan Manusia yang Kompatibel.]
[Memulai Aktivasi Sistem Penyerap Energi Hewan Kuno.]
[1%... 15%... 47%...]
"A-apa ini?!"
Kael menatap layar itu dengan panik.
Namun tidak ada seorang pun di sana.
[85%... 100%]
[Aktivasi Berhasil.]
[Selamat Datang, Pewaris.]
[Anda telah memperoleh Sistem Penyerap Energi Hewan Kuno.]
Detak jantung Kael semakin cepat.
Layar berikutnya muncul.
[Energi Sisa Fosil: Raja Tyranos Purba.]
[Apakah Anda ingin menyerap energi?]
[YA / TIDAK]
Kael menelan ludah.
Meski tidak memahami apa yang sedang terjadi, instingnya mengatakan bahwa kesempatan ini akan mengubah hidupnya selamanya.
Perlahan, ia mengulurkan tangan.
Lalu memilih.
"Ya."
SEKETIKA—
Seluruh gua bergetar hebat.
Raungan monster kuno menggema di dalam pikirannya.
Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya...
Kael merasakan kekuatan yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya mulai mengalir ke dalam tubuhnya.
Guncangan dahsyat menggema di seluruh gua.
Retakan-retakan muncul di dinding batu, menjalar seperti jaring laba-laba yang terus meluas.
Kael terjatuh sambil memegangi kepalanya.
"AAARRGGHHH!"
Rasa sakit itu jauh lebih mengerikan daripada luka apa pun yang pernah ia alami.
Di dalam benaknya, pemandangan asing bermunculan silih berganti.
Langit merah.
Gunung-gunung yang memuntahkan api.
Lautan luas yang dipenuhi monster raksasa.
Dan seekor makhluk mengerikan berdiri di puncak dunia.
Tubuhnya sebesar gunung.
Matanya menyala keemasan.
Raungannya membuat langit pecah.
Makhluk itu adalah pemilik kerangka yang berada di hadapan Kael.
Raja Tyranos Purba.
Predator tertinggi dari zaman yang telah lama hilang.
[Proses Penyerapan Energi Berlangsung.]
[5%]
[12%]
[27%]
Tulang-tulang Kael mengeluarkan bunyi retakan.
Otot-ototnya membesar.
Darah di dalam tubuhnya mendidih seperti lava.
"Apa yang terjadi padaku...?"
Tiba-tiba layar biru kembali muncul.
[Kemampuan Awal Berhasil Diperoleh.]
[Insting Predator Purba Lv.1]
[Penguatan Fisik Lv.1]
[Deteksi Mangsa Lv.1]
Kael belum sempat membaca semuanya.
Sebuah suara gemuruh terdengar dari lorong gua.
GRRROOOAAARRR!
Mata Kael membelalak.
"Itu..."
Seekor Beruang Batu bermunculan dari kegelapan.
Monster itu memiliki tinggi hampir tiga meter dengan tubuh tertutup lapisan batu keras.
Biasanya monster seperti itu hanya bisa ditangani kelompok pemburu berpengalaman.
Namun yang membuat Kael terkejut adalah ekspresi monster tersebut.
Beruang Batu tampak ketakutan.
Seolah-olah sedang menghindari sesuatu.
Lalu suara lain terdengar.
Bukan satu.
Bukan dua.
Puluhan.
Kael menoleh ke lorong.
Jantungnya hampir berhenti berdetak.
Rombongan monster berlarian menuju gua.
Serigala Bertanduk.
Kera Baja.
Babi Hutan Berduri.
Bahkan ada beberapa monster yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Semuanya tampak panik.
Seakan sedang melarikan diri dari predator yang jauh lebih mengerikan.
"Apa yang mereka takutkan?"
Namun sesaat kemudian Kael menyadari sesuatu.
Semua monster itu menatap dirinya.
Lebih tepatnya...
Menatap aura yang keluar dari tubuhnya.
[Insting Predator Purba Aktif.]
[Aura Raja Tyranos Terdeteksi.]
Mendadak seluruh monster membeku.
Tak satu pun berani bergerak.
Keheningan menyelimuti gua.
Kael sendiri tidak mengerti apa yang sedang terjadi.
Tetapi naluri aneh muncul dalam pikirannya.
Naluri yang bukan miliknya.
Naluri seorang predator.
Ia melangkah maju satu langkah.
GRROOOAAARRR!
Seluruh monster langsung menjatuhkan tubuh mereka ke tanah.
Seolah sedang bersujud.
"Apa?"
Kael tercengang.
Monster-monster yang biasanya menyerang manusia tanpa ragu kini gemetar ketakutan.
Saat itulah sebuah jendela baru muncul.
[Misi Pertama Sistem.]
[Bunuh 10 Monster.]
[Hadiah: Penyerapan Energi Tambahan.]
[Hadiah Bonus: Inti Energi Tingkat E.]
Mata Kael membesar.
Inti Energi Tingkat E?
Satu tingkat lebih tinggi dari bakat miliknya saat ini.
"Itu berarti..."
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia memiliki kesempatan mengubah nasib.
Tangannya mengepal erat.
Tatapannya berubah tajam.
Monster-monster di hadapannya seakan bukan lagi ancaman.
Melainkan sumber kekuatan.
Beruang Batu yang paling dekat mulai mundur perlahan.
Namun naluri predator dalam tubuh Kael tiba-tiba mengambil alih.
Otot kakinya menegang.
Lalu—
BOOM!
Tubuhnya melesat.
"Apa?!"
Kael sendiri terkejut.
Kecepatannya meningkat beberapa kali lipat.
Dalam sekejap ia sudah berada di depan Beruang Batu.
Tinju kanannya menghantam.
BRAKKK!
Suara keras menggema.
Lapisan batu pada dada monster itu pecah.
Beruang Batu terpental belasan meter hingga menghantam dinding gua.
Monster itu mengerang kesakitan.
Kael menatap tangannya dengan tidak percaya.
"Itu aku?"
Sebelumnya, ia bahkan kesulitan melawan Serigala Bertanduk.
Kini satu pukulan mampu menghancurkan pertahanan Beruang Batu.
[Monster Terluka Berat.]
[Peluang Penyerapan Energi Meningkat.]
Layar sistem terus menampilkan informasi.
Senyuman perlahan muncul di wajah Kael.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya...
Ia merasakan kekuatan.
Kekuatan yang membuatnya tidak lagi menjadi mangsa melainkan pemburu.
Dan jauh di kedalaman gua yang belum tersentuh manusia...
Sepasang mata merah raksasa perlahan terbuka.
Mengawasi Kael dari kegelapan seolah menunggu.
Seolah mengenali keberadaan pewaris baru Sistem Penyerap Energi Hewan Kuno..
Daftar bab
66 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








