

"Heh, bocah bodoh! Cepat cari kayu bakar di bukit!" bentak bibinya.
"Iya, Bi," jawab Arthur pasrah.
Arthur lalu pergi ke bukit di belakang rumah dan dia menatap langit sebentar yang mulai menguning.
Teman-teman seusianya sedang sekolah SMA atau SMK dan mempersiapkan diri untuk kuliah atau bekerja di kota.
Sedangkan dirinya?
Setiap hari hanya menjadi budak di rumah bibinya.
"anjirr lah kenapa hidupku harus begini?" gumamnya pahit.
Dulu ayahnya sering berkata bahwa suatu hari mereka akan hidup bahagia.
Namun semua berubah setelah kecelakaan yang merenggut nyawa ayahnya.
Utang yang ditinggalkan membuat rumah mereka disita, dan Arthur terpaksa tinggal bersama bibinya.
Di usia delapan belas tahun, ia bahkan harus putus sekolah karena tidak memiliki biaya sungguh mengenaskan.
Sesampainya di bukit, Arthur mulai menebang pohon-pohon kecil yang sudah tua.
Tok!
Tok!
Tok!
Setelah beberapa saat, pohon itu akhirnya tumbang.
Bruk!
Arthur lalu membelah batang pohon tersebut menjadi beberapa bagian.
"Hah... capek banget, kenapa sih aku harus ngelakuin ini semua" keluhnya sambil berbaring di atas rumput.
Setelah beristirahat sebentar, ia mengikat kayu bakar itu dan mulai berjalan pulang.
Namun saat melewati jalan setapak yang curam, kakinya tiba-tiba terpeleset.
"Aaaaah tolongggggg!"
Tubuhnya menggelinding menuruni lereng.
Brug!
Arthur menghantam batang pohon dan beberapa batu sebelum akhirnya berhenti.
"Uhuk... Sakit bet anjir"ucap Arthur kesakitan dengan tubuh nya yang memar
Tangannya juga terluka dan mengeluarkan sedikit darah.
Saat hendak berdiri, matanya menangkap sesuatu yang aneh.
Di antara semak-semak, sebuah benda memancarkan cahaya hijau redup.
"Apa itu?"
Arthur mendekat lalu mengambil benda tersebut.
Ternyata sebuah giok berbentuk bulat lonjong dengan ukiran misterius di permukaannya.
"Giok?"
Mata Arthur langsung berbinar.
"Bukankah benda seperti ini mahal? Kalau aku menjualnya, aku tidak perlu jadi budak bibiku lagi!"
Namun saat darah dari tangannya menyentuh permukaan giok, benda itu tiba-tiba bersinar terang.
Wuuung!
"Apa yang terjadi?!"
Sebelum sempat bereaksi, giok tersebut berubah menjadi seberkas cahaya hijau dan melesat ke dahinya.
Sret!
Arthur langsung kehilangan kesadaran.
Entah berapa lama berlalu.
Ketika membuka mata, Arthur mendapati dirinya berada di ruang putih yang luas.
Di hadapannya melayang sebuah layar transparan berwarna biru.
Di samping layar itu berdiri seorang wanita cantik berambut biru panjang dengan senyum menggoda.
"Selamat datang, Bos."
Arthur langsung mundur beberapa langkah.
"Si-siapa kau?!"
Wanita itu tersenyum manis.
"Perkenalkan. Aku adalah asisten dari Sistem Timbal Balik."
"Sistem Timbal Balik?" ulang Arthur bingung.
"Benar. Mulai hari ini aku akan membantu Bos mengubah nasib."
Layar di depan Arthur langsung menampilkan tulisan.
【Sistem Timbal Balik Berhasil Diaktifkan】
【Aturan Sistem】
【Setiap hadiah yang diberikan Bos kepada orang lain akan mendapatkan timbal balik.】
【Semakin bahagia dan bersyukur penerima hadiah, semakin besar timbal balik yang akan diterima Bos dan sistem ini memiliki banyak fungsi seperti misi dan pelacakan bahaya.】
【Syarat timbal balik: Jika penerima tidak tulus atau tidak bersyukur, sistem tidak akan memberikan hadiah.】
Arthur membaca semuanya dengan mata membelalak.
"Jadi... kalau aku memberikan uang kepada seseorang dan dia menerimanya dengan senang hati dan dia merasa bersyukur.."
"Benar," jawab wanita itu.
"Bos akan mendapatkan balasan yang lebih besar."
Arthur langsung menelan ludah.
"anjir... ini luar biasa!"
Wanita itu terkekeh pelan.
"Selamat, Bos. Hidupmu akan berubah mulai hari ini."
Arthur mengepalkan tangannya erat.
Selama bertahun-tahun ia hidup miskin, dihina, dan diperlakukan seperti budak.
Namun sekarang semuanya akan berbeda.
"Akhirnya..." gumamnya dengan senyum lebar.
"Akhirnya hidupku akan berubah."
Dengan semangat yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, Arthur mengambil kayu bakarnya dan berjalan pulang.
Di sepanjang perjalanan, otaknya terus memikirkan satu hal.
Jika ingin menggunakan sistem, ia membutuhkan sesuatu untuk diberikan kepada orang lain.
Dan saat ini, satu-satunya orang yang mungkin memiliki uang...
Adalah bibinya.
Sesampainya di rumah, Arthur langsung meletakkan kayu bakar di halaman.
Bibinya yang sedang menyapu hanya melirik sekilas.
"Lama sekali. Apa kau tidur di hutan?" bentaknya.
Arthur tidak membalas. Pikirannya masih dipenuhi oleh Sistem Timbal Balik.
Ia harus mendapatkan uang.
Meski hanya sedikit.
"Bi..." panggil Arthur.
"Apa?"
"Bisa pinjam uang sepuluh ribu?"
Bibinya langsung menatapnya tajam.
"Sepuluh ribu? Untuk apa? Kau pikir kau bisa dapat uang dengan mudah"
"Aku ada keperluan bi, aku mohon cuma sekali Ini saja"
"Huh! Dasar pemalas. Cari uang saja tidak bisa, malah minta-minta."
Arthur mengepalkan tangannya, tetapi menahan diri.
"Aku janji akan mengembalikannya."
Bibinya mendengus kesal.
Namun entah karena sedang suasana hati yang baik, wanita itu melemparkan selembar uang sepuluh ribu ke arah Arthur.
"Nih! Jangan minta lagi pergi saja gelandangan."
Arthur buru-buru mengambil uang itu.
"Terima kasih, Bi."
Setelah itu ia segera keluar dari rumah.
Tak jauh dari desa, ia melihat seorang kakek tua sedang duduk di pinggir jalan.
Pakaian kakek itu lusuh dan wajahnya terlihat lelah.
Arthur menarik napas dalam-dalam.
"Semoga sistemnya benar."
Ia lalu mendekati sang kakek.
"Kek, ini untuk Kakek."
Arthur menyerahkan uang sepuluh ribu itu.
Kakek tua tersebut terkejut.
"Untukku?"
Arthur mengangguk.
"Iya."
Mata sang kakek langsung memerah.
"Terima kasih, Nak. Sudah dua hari aku belum makan."
"Kau anak baik."
Suara sistem tiba-tiba terdengar di kepala Arthur.
【Penerima merasa bahagia dan bersyukur】
【Timbal balik diaktifkan】
【Hadiah x2】
Ding!
Tiba-tiba sebuah uang pecahan dua puluh ribu muncul di dalam saku celananya.
Arthur membelalak.
"Apa?!"
Tangannya gemetar saat mengambil uang tersebut.
Benar.
Benar-benar uang dua puluh ribu!
Artinya sistem itu nyata.
Arthur hampir tertawa keras di tengah jalan.
Sepuluh ribu berubah menjadi dua puluh ribu.
Kalau ia terus menggunakannya...
Bukankah ia bisa menjadi kaya raya?
Saat itu juga, sebuah notifikasi baru muncul.
【Misi Pertama】
【Berikan hadiah kepada 10 orang berbeda】
【Hadiah: Paket Pemula Sistem】
Mata Arthur langsung berbinar.
"Menarik."
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Arthur merasa masa depannya tidak lagi gelap.
Arthur segera berjalan mengelilingi desa.
Namun semakin lama ia berpikir, semakin ia menyadari satu masalah.
"Aku cuma punya dua puluh ribu."
Kalau ia memberikan semuanya sekaligus, uangnya akan habis.
Tiba-tiba mata Arthur tertuju pada seorang anak kecil yang sedang duduk di depan rumah sederhana.
Anak itu menatap sebuah roti dari kejauhan dengan wajah lapar.
Arthur mendekati warung terdekat lalu membeli beberapa roti.
Setelah itu ia memberikan satu roti kepada anak tersebut.
"Nih."
Anak kecil itu terkejut.
"Untukku, Kak?"
Arthur mengangguk.
Wajah anak itu langsung dipenuhi senyum bahagia.
"Terima kasih, Kak!"
【Penerima merasa bahagia dan bersyukur】
【Timbal balik diaktifkan】
【Anda memperoleh Rp4.000】
Arthur langsung tersenyum.
Harga roti itu hanya Rp2.000.
Dan kini ia mendapat Rp4.000.
"Jadi tidak harus uang..."
Mata Arthur mulai berbinar.
Ia akhirnya mengerti cara kerja sistem.
Yang penting bukan nilai barangnya.
Melainkan rasa syukur dari orang yang menerimanya.
Selama sore itu, Arthur berkeliling desa.
Ia membeli beberapa roti lagi dan membagikannya kepada anak-anak miskin.
Setiap kali seseorang menerimanya dengan senang hati, sistem selalu memberikan timbal balik dua kali lipat.
Tanpa terasa, jumlah penerima telah mencapai sembilan orang.
【9/10】
Arthur tersenyum puas.
Saat hendak mencari orang terakhir, ia melihat seorang nenek tua yang sedang memungut sayuran layu di dekat pasar.
Pakaian nenek itu penuh tambalan.
Arthur terdiam sesaat.
Lalu ia berjalan ke warung dan membeli sebungkus nasi sederhana.
"Nek."
Nenek itu menoleh.
"Ini untuk Nenek."
Mata nenek tersebut langsung berkaca-kaca.
"Untukku?"
"Iya."
Nenek itu menerima nasi tersebut dengan kedua tangan yang gemetar.
"Terima kasih, Nak. Semoga hidupmu selalu diberkahi."
Ding!
【Penerima merasa sangat bahagia dan bersyukur】
【Timbal balik diaktifkan】
【Anda memperoleh Rp10.000】
【Misi Pertama Selesai】
【10/10】
【Hadiah sedang dikirim...】
Arthur langsung menahan napas.
Hadiah misi akhirnya datang.
Sebuah cahaya keemasan muncul di depan matanya.
【Selamat】
【Anda memperoleh Paket Pemula Sistem】
【Apakah ingin membukanya sekarang?】
Jantung Arthur berdebar kencang.
"Tentu saja buka sekarang!"
【Membuka Paket Pemula...】
【Selamat memperoleh Rp100.000】
【Selamat memperoleh Kartu Keberuntungan Tingkat Rendah ×1】
【Selamat memperoleh Kapsul Kesehatan ×1】
Arthur membeku di tempat.
Seratus ribu rupiah?!
Itu lebih banyak daripada uang yang pernah ia pegang selama hidupnya.
Tangannya sampai gemetar saat melihat isi hadiah tersebut.
Namun sebelum ia sempat merayakannya, suara dingin sistem kembali terdengar.
【Misi Baru】
【Berikan hadiah senilai Rp100.000 kepada seseorang】
【Hadiah: Timbal Balik Acak】
Arthur langsung melotot.
"Seratus ribu?!"
"Itu seluruh uangku!"
Namun setelah memikirkan bagaimana sistem selalu memberinya keuntungan, senyum perlahan muncul di wajahnya.
Mungkin...
Ini adalah langkah pertama menuju kehidupan yang selama ini ia impikan.