
PESONA SUPIR PICK UP
penashuga|Bersambung
- Jumlah kata
- 145.8K
- Popular
- 58.8K
- Subscribe
- 3.5K
- Jumlah kata
- 145.8K
- Popular
- 58.8K
- Subscribe
- 3.5K
Sinopsis
kisah adit seorang anak yatim piatu melanjutkan usaha ayahnya menjadi sopir pick up. dari sebuah mimpi aneh adit mendapatkan sebuah cincin biduri bulan milik almarhum ibunya. kehidupan dan pesonanya semakin bersinar, keberuntungan mulai hadir dalam kehidupannya, pertemuannya dengan bu linda sahabat karib dari bu lastri kades di desanya memberi jalan terang dalam kehidupan adit dan warga desa banyu urip, pesona adit yang mandiri selalu menolong tanpa pamrih membuat mbak ayu tetangga adit seorang istri yang kesepian dan bu guru winda seorang guru magang di sma jatuh hati. from zero to hero..
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
Ujian akhir sekolah
TOK.. TOK.. TOK.. , Mendengar pintu di ketuk 5 menit kemudian pemilik rumah membuka pintu.
"Pagi banget kamu, diit " seorang wanita berusia 27 tahun muncul, biarpun terlihat baru bangun tidur hanya memakai daster raut mukanya tetap mempesona untuk dipandang.
"Iya mbak ayu.. aku harus ambil muatannya agak jauh di desa kedung sri "
Wanita yang di panghil adit dengan sebutan mbak ayu menyerahkan secarik kertas daftar belanja bersama uang 300 ribu dan satu bungkus nasi ulam dalam kantong kresek.
Adit memasukan kertas ke dalam kantong baju berlogo OSIS dan menenteng kantong kresek untuk sarapannya.
"Kamu masih ujian , diit"
"Iya mbak.. hari ini terakhir mbak.. doa kan saya lulus"
" Yaa .. mbak doakan" mbak ayu tersenyum melihat semangat adit tetangga depan rumahnya.
"Saya permisi dulu mbak.. terima kasih udah di bungkusin nasi "
"Sama sama dit.."
Adit berlalu kembali ke rumahnya yang bersebrangan dengan rumah mbak ayu. Tetangga depan rumah yang buka warung kopi. Setiap pagi selalu titip belanjaan di pasar.
Mobil pick up warna biru tua sudah siap bekerja, waktu baru menunjukan setengah lima pagi. Mentari belum menunjukan sinarnya dengan seragam abu abu adit memulai aktifitasnya. Adit mengambil muatan dari warga desa dan diluar desanya yang membutuhkan jasa adit mengangkut hasil panen mereka ke pasar. Setelah dari pasar barulah adit menuju sekolah. Rutinitas yang setiap hari adit lakukan.
Selain rumah ada mobil pick up warisan orang tuanya sebagai sumber penghasilan adit dalam memenuhi kebutuhan sehari hari.
Setahun yang lalu orang tua yang tersisa , ayahmya meninggal dunia menyusul ibunya yang sejak adit masih kecil sudah meninggal.
Hidup sebatang kara yang bisa adit lakukan meneruskan pekerjaan ayahnya sebagai supir angkut mobil pick up. Semasa ayahnya hidup adit sering membantu ayahnya bekerja menjadi kenek. Pengalaman bekerja bersama ayah cukup membantu adit menjadi supir angkut pick up menggantikan almarhum ayah.
Setelah menurunkan muatan berupa sayuran dan ikan nila di pasar, adit bergegas masuk pasar mengambil secarik kertas yang tadi di berikan mbak ayu untuk membeli barang yang tertulis disitu dan membayarnya dengan uang yang tadi di berikan.
Adit melihat jam sudah menunjukan pukul 7:30 tidak ada waktu untuk sarapan segera adit melajukan mobilnya menuju ke sekolah.
ADIT Parkirkan kendaraan di sebuah toko grosir sembako , adit sudah mengenal baik dengan pemilik toko grosir sembako tersebut bernam bu sinta. Wanita setengah baya keturunan tiong hoa berbaik hati membolehkan adit untuk parkir kendaraannya.
Adit aegera berlari ke sisi kanan dari toko grosir tersebut menuju sekolah SMA Bhakti Bangsa.
SYUKURLAH..belum terlambat masih ada waktu 2 menit sebelum ujian di mulai.
Adit memasuki ruang kelas dimana teman temannya sudah berada di kelas
"Pagi bu.." adit menyapa bu guru winda yang akan menjadi pengawas ujiannya kali ini. "Pagi adit.. silahkan duduk ujian akan dimulai"
Bu guru winda berjalan diantara meja murid memperhatikan satu demi satu siswa yang mengerjakan soal ujian.
Langkahnya terhenti di depan adit.. kemudian mengambil secarik kertas yang adit kantongi..
Bu guru winda menutup mulutnya sambil menahan tawa membaca tulisan yang ada di kertas. Bu winda masih menahan tawanya sambil terus berjalan mengawasi siswa yang lain.
Banyak siswa melirik ke adit, tapi adit tenang saja adit hanya fokus mengerjakan soal.. hingga waktu ujian selesai
"Wah..adit nyontek.. " kata beberapa teman adit
"Adit pintar karena nyontek " ujar anton teman sekelas adit yang memang suka membully adit.
"Sudah... sudah adit tidak nyontek .. " ujar bu winda..
" achh ..ibu selalu bela adit" ujar anton lagi. Anton yang berandalan menemui bu winda di mejanya.
"Mana bu.. saya mau lihat kertas yanng tadi ibu ambil dari kantong adit .
Bu winda menatap tajam anton
"saya butuh bukti kalau memang adit tidak menyontek .. "
Bu winda menyerahkan secarik kertas yang tadi dia ambil. Anton tersenyum dan membaca dengan keras agar seisi kelas dengar..
"BAWANG MERAH 1 KILO, CABAI HIJAU SEPULUH RIBU...... " se isi kelas menjadi riuh tertawa . Adit terdiam di bully teman sekelasnya..
Bu guru winda merampas kertas di tangan anton , "duduk kamu" ujar bu guru winda marah kepada anton .
" sudah terbukti kan kalau adit tidak menyontek seperti kalian duga ,,.."
" Iyaaa buuu.. " semu siswa kompak menjawab .. semua siswa keluar kelas setelah memberikan pengarahan , saat adit beranjak dari tempat duduknya..
" dit.. sini sebentar .. ibu mau bicara " bu guru winda memanggil adit.
adit menuju ke meja guru dan mengambil duduk berhadapan dengan bu guru yang muda dan cantik itu.
" habis lulus sma kamu mau kerja atau kuliah " tanya bu guru winda
" kerja seperti biasa bu, jadi supir angkut barang " ujar adit
" kamu tidak melanjutkan kuliah.. , sayang dit kamu itu paling pintar di sekolah "
Adit memang murid terpandai di sekolah, dan punya keinginan melanjutkan kuliah tapi tabungannya belum cukup untuk membayar biaya pendaftaran kuliah.
"Mungkin tahun depan bu.. tabungan saya belum cukup untuk bayar uang masuk nua bu.. "
BU guru winda tersenyum sambil menyodorkan brosur dari universitas telaga ilmu "
" kamu tau kan kampus ini "
Adit melihat gambar gedung dan logo di brosur.. " taauu bu.. dekat pasar, tapi ini kan kampus terkenal cuma orang berduit yang bisa kuliah disini "
Bu guru winda tertawa " ibu dan kepala sekolah akan merekomendasikan kamu lewat jalur prestasi untuk dapat beasiswa, gimana... kamu tertarik !!!!!"
Mata adit berbinar.. melihat peluang tersebut " waahhhh.. ini betulan kan buu.."
Melihat wajah adit yang senang mendengar kabar baik itu buguru winda menganggukan kepala.
Adit menyimpan brosur tersebut berjalan bersama bu guru winda meninggalkan kelas..
" kamu tinggi banget sih dit... " bu guru winda memang gadis mungil berhijab keturunan arab tinggi badannya hanya 160 cm sementara adit tinggi badannya mencapai 175 cm.
Adit permisi kepada bu guru winda dan berlari kecil menuju budi dan arif teman satu desa yang menunggu di pintu gerbang sekolah..
" lama banget keluarnya dit.. " budi menegur adit .. " iya.. bu guru winda ada perlu tadi" ..
" oohhh bu guru magang yang cantik dan imut imut itu dit "
Arif memang paling jeli kalau soal wanita.
" iyaa.. masih terlihat muda tapi sudah jadi guru.. pintar lagi.. " adit memuji bu guru winda..
" dit.. tuh tuti.. jalan sama anton"
Adit menoleh ke arah yang di tunjukan budi melihat gadis cantik anak pak kades di desanya..
Daftar bab
141 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
141 bab








