
I'm From Another Clan
Nakarsya Lee|Bersambung
- Jumlah kata
- 36.2K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 4
- Jumlah kata
- 36.2K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 4
Sinopsis
Finn Matthew, hidup dalam kesengsaraan. Besar di panti asuhan membuatnya menjadi bahan bulian di sekolah. Berpindah-pindah dari satu sekolah ke sekolah lainnya. Hingga ia beranjak dewasa, bulian tak henti-hentinya ia dapatkan. Suatu hari di Universitas, ia dibuli oleh seniornya, Alex. Karena sudah tak tahan, Fin melawan dengan melayangkan tinju keras ke wajahnya hingga pingsan. Kejadian itu membuat fin disalahkan atas hal ini, bahkan kepala sekolah berpihak pada Alex. Ibu Alex Marina, menyalahkan semua nya pada Fin. Tanpa ia sadari kalau Fin adalah anak kandung nya yang telah hilang. Faktanya, Fin adalah anak dari dua klan yang berbeda. Ayahnya seorang raja werewolf, ibunya manusia. Manusia lemah yang ternyata punya kekuatan terhebat di dalamnya.
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
Chapter 1 penderitaan hidup
~Hidup tanpa identitas adalah hal terberat dalam hidup ku, punya nama tapi tak punya keluarga, punya kehidupan tapi penuh penderitaan~ Finn Matthew
Pagi yang cerah di langit london, burung-burung berkicauan, tetes embun jatuh dari daunnya . Sinar matahari datang menyinari kamar Finn, sang ibu panti datang menyibak korden dan membiarkan cahaya masuk ke kamarnya.
"Finn bangun, hari ini hari pertama kamu kuliah jangan terlambat! " Seru ibu panti, Melisa.
"Hoammm masih ngantuk bu, lima menit lagi ya!" Ucap Finn.
"Eh mahasiswa baru tidak seharusnya mengawali hari dengan terlambat, ayo bangun nak! " Ucap Melisa.
"Baiklah! " Ucap Finn malas.
Finn bangun dari tidurnya, ia bergegas mandi dan berganti pakaian. Cambridge University, kampus tempat ia belajar.
"Finn ayo cepat sarapan! " Seru Melisa dari lantai bawah.
"Iya bu! " Jawab Finn.
Finn lalu turun ke bawah sarapan bersama anak-anak panti disana.
"Wah Rachel kau sekarang tumbuh lebih tinggi ya! " Ucap Finn pada anak panti bernama Rachel itu.
"Tentu saja, aku kan mau masuk High School! " Ucap Rachel.
"Kak Finn, semangat belajar nya! " Ucap Renae, anak panti yang lain.
"Baiklah Renae kecilku, kau juga semangat sekolah dasar nya ya! " Ucap Finn sembari mengelus lembut rambut Renae.
"Ayo cepat habiskan sarapan mu, hari pertama jangan sampai telat! " Ucap Melisa.
Setelah selesai sarapan, Finn pergi naik bus ke kampusnya.
"Aku tidak menyangka aku mendapat beasiswa di Cambridge University! " Ucap Finn bersyukur.
"Hey kau berdiri, aku ingin duduk! " Seru seorang Pria yang baru saja masuk bus.
"Kau memanggilku?" Tanya Finn.
"Dasar pria bodoh, tentu saja aku memanggilmu masa aku memanggil setan! " Ucap Pria itu.
Jas almamater itu bertuliskan "Cambridge university" . Pria itu berasal dari Universitas yang sama dengan Finn.
"Ohh kau dari Cambridge university juga ya? Mm senang bertemu dengan mu! " Ucap Pria itu mengulurkan tangannya.
"Iya, senang bertemu dengan mu juga! " Ucap Finn, baru finn mau bersalaman dengan pria itu, pria itu menarik kembali tangannya dan menunjukkan jari tengah kepada Finn.
"Haha siapa yang mau berkenalan dengan pria culun seperti mu, menjijikkan! " Ucap Pria itu.
Pria itu menarik kerah Finn hingga Finn berdiri, Pria itu lalu duduk di tempat Finn.
"Terimakasih pria bermata empat! " Ucap Pria itu meledek.
Finn terdiam, ia hanya bisa berdiri dan tak berani menjawab.
Sesampainya di kampus, Finn melihat universitas yang berdiri megah itu. Masih tidak menyangka ia akan masuk ke Universitas Negeri terbesar di Inggris.
"Wah wah senang sekali ya kau rupanya! " Ucap pria tadi sembari merangkul kasar Finn.
Finn terdiam, ia menunduk tak berani menatap mata pria itu.
"Apa kau anak orang kaya? Karena setahuku disini tempat anak dari keluarga kaya berada! " Ucap Pria itu.
"Ti... Tidak! " Ucap Finn gagap.
"Ohh mungkin kau mendapat keberuntungan bisa masuk ke Universitas ini, selamat! " Ucap Pria itu.
"Hmm... Terimakasih! " Ucap Finn.
"Kau ini kaku sekali seperti robot, aku tidak yakin kau akan bertahan di sini! " Ucap Pria itu.
"Emm... Kau ada di jurusan apa? " Tanya Finn.
"Cih sok akrab sekali tanya jurusan, tak perlu tahu!" Ucap Pria itu pergi meninggalkan Finn.
"Huft akhirnya aku terlepas juga dari dia! " Ucap Finn.
Finn lalu berjalan masuk ke Universitas tersebut, memandang satu persatu bagian mewah bangunan itu.
Deg
Pemandangan itu? Pemandangan menyakitkan yang ia alami bertahun-tahun selama bersekolah.
"Bahkan di Universitas seelit ini masih ada pembulian! " Ucap Finn lirih.
Seorang pria culun seperti nya tengah dipukuli oleh segerombolan mahasiswa berbadan kekar. Wajahnya babak belur, darah mengalir dari hidungnya.
"Aku ingin menolong, tapi saat aku dibuli dulu tidak ada yang berani menolongku termasuk sahabat ku! " Batin Finn.
Finn berjalan melewati mereka tanpa menatap sedikitpun. Pria yang tadi bertemu nya di bus, mengenalinya.
"Hey pria bermata empat berhenti disitu! " Seru pria itu.
Langkah nya terhenti, gemetar tangan dan kakinya. Tak sanggup menoleh ke arah pria itu.
"Ayo gabung bersamanya, aku ingin kau tahu pesta penyambutan mahasiswa baru disini! " Ucap Pria itu.
Finn tak berani menoleh, Finn melangkah cepat meninggalkan mereka.
"Beraninya kau mengabaikan ku? Awas saja nanti! " Ancam Pria itu.
Istirahat makang siang telah tiba, Finn berjalan menuju tangga rooftop sekolah. Dua buah roti tawar menjadi makan siangnya kali ini.
Pria yang bertemu dengannya di bus melihat nya, ia menyeringai.
"Tahu diri juga ya kamu, menyendiri di sini saat jam makan siang, memang makanan kantin tidak cocok dengan perut miskin mu itu! " Ucap Pria itu.
"Aku bawa bekal!" Ucap Finn menunjukkan dua buah roti tawar yang sedang di makannya.
Pria itu merebut roti tawar di tangannya, melemparnya ke bawah lalu menginjaknya.
"Apa kamu akan tetap makan roti ini?" Tanya Pria itu.
Tanpa ragu, Finn mengambil roti kotor itu membersihkan nya sedikit lalu memakannya.
"Menarik? Lalat hijau seperti mu berani makan kotor seperti itu, kau kandidat bagus targetku bulan ini! " Ucap Pria itu.
"Buli? Apa kehidupannya yang dulu aku alami akan terulang kembali? " Batin Finn.
*Flashback on
Finn umur 5 tahun, usia dimana ia duduk di taman kanak-kanak. Khayalannya akan sekolah mendadak sirna, ketika ia di pukuli oleh teman-temannya dan dianggap anak buangan.
"Anak seperti mu tidak pantas sekolah disini, lebih baik kamu pergi sekarang juga! " Ucap Anak-anak yang lain.
Kejadian itu didengar oleh pihak guru, namun mereka menyalahkan Finn atas apa yang terjadi.
"Kamu seharusnya tidak menggangu mereka, nama baik sekolah kita akan tercemar jika berita ini tersebar! " Ucap sang guru.
Hanya melisa yang mengerti keadaannya, tapi Finn memlih bertahan dan diam agar ia cepat lulus dari sana.
Setelah lulus TK, Finn masuk Sekolah Dasar negeri di Cambridge. Disana ia mendapat perlakuan buli dan tidak adil dari gurunya.
Mulai dari rambutnya yang di tempeli permen karet saat sedang tertidur di jam istirahat, dan saat ke kamar kecil ia sering menangis karena teman-temannya menguncinya dari luar.
Walaupun begitu, kepintaran dan prestasi tak berpengaruh padanya. Ia memenangkan Olimpiade sains di sekolah dasar, dan hal itu membuat banyak siswa iri dan membuatnya habis-habisan.
Masuk SMP atau junior high School. Finn cukup damai di sekolah ini, tak ada pembulian sama sekali. Karena Finn memilih sekolah swasta kecil yang ada di daerahnya. Memasuki SMA atau senior high School, Finn akhirnya punya teman dekat. Bryan adalah teman sebangku Finn, mereka sering berpergian bersama.
Namun, ketika Finn tak sengaja menabrak seniormya di kelas tiga. buli kembali menghantui nya, ia jadi bahan bulanan seniornya. Bahkan Bryan saja menjauhinya dan tak pernah berbicara dengan nya.
Melisa merasa kasihan pada Finn, tapi setiap kali pulang sekolah dengan keadaan babak belur. Finn selalu berkata ia tidak apa-apa, dan ia berkata bahwa ia sedang belajar menjadi dewasa.
"Tidak ada salahnya bertahan bu, kalau aku putus sekolah begitu saja, masa depanku hancur bu! " Ucap Finn.
"Benar kamu tidak mau pindah sekolah lagi? " Tanya Melisa.
"Sudah cukup aku pindah sekolah, aku tak ingin merepotkan ibu, ibu sudah bekerja keras membesarkan kami! " Ucap Finn.
"Baiklah jika kau ingin seperti itu nak, ibu yakin kau akan jadi orang hebat di masa depan! " Ucap Melisa.
*Flashback off
"Bulian macam apalagi yang harus kuterima saat ini! " Batin Finn
Pria itu menatap tajam Finn, dan menarik tangan nya berjalan ke atap sekolah.
Daftar bab
34 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








