
Pusaka Sakti Warisan Kakek
Nocturnal|Bersambung
- Jumlah kata
- 72.1K
- Popular
- 20.4K
- Subscribe
- 1.9K
- Jumlah kata
- 72.1K
- Popular
- 20.4K
- Subscribe
- 1.9K
Sinopsis
Kumal dan bau keringat hasil dari bekerja sebagai kuli panggul pasar membuat Samson tak pernah dilirik oleh wanita mana pun. Sebagai pemuda miskin yang dianggap memiliki masa depan suram membuat keberadaannya pun tak pernah berarti di lingkungan. Hingga suatu hari ia menemukan gelang peninggalan sang kakek. Seketika, keberuntungan bertubi-tubi menghampiri. Kekayaan dalam genggamannya. Wanita dari segala penjuru pun datang menagih sentuhannya. Pusaka sakti peninggalan kakeknya itu mengubah seluruh kehidupannya.
Ulasan
1 ulasan
Samsu Sam
19/9/26 23:33
kerja yg rajin akan membuahkan yg baik pula jadi giatlah bekerja agar kamu tidak menyesal di kemudian hari dan bisa menjadi bekal ke anak cucumu kelak
Samson Perkasa
Samson Perkasa seorang pemuda desa sebatang kara yang saat ini sedang berdiri di depan kaca, menatap wajah cupu yang dianggap sangat menggemaskan.
Dengan setelan celana bahan dan juga kemeja salur yang di masukkan rapi ke dalam celana Samson sudah siap untuk menemui Clara, seorang gadis yang 3 tahun ini selalu mengisi hatinya.
Pemuda yang kesehariannya hanya menjadi buruh angkut di pasar ketika libur sekolah itu sangat yakin kalau hari ini adalah hari bahagianya.
Seminggu yang lalu kelulusan sudah di umumkan, dan Samson mendapatkan peringkat 2 siswa dengan nilai terbaik di sekolah, dan Clara adalah peringkat pertama dengan jalur khusus mendapatkan beasiswa ke perguruan tinggi secara utuh.
"Hari ini aku akan meminta Clara memberikan jawaban, aku yakin dia pasti menerima setelah 3 tahun kedekatan kami. Setelah dia menerima aku jadi pacarnya aku akan bekerja lebih giat untuk mengumpulkan uang untuk mahar melamarnya" batin Samson sambil menatap cincin perak yang kemudian dia masukkan ke dalam saku bajunya.
Setelah memastikan semuanya siap Samson mengeluarkan sepeda tua dari dalam rumahnya, satu satunya kendaraan yang ia miliki.
Krieett... krieett... Krieett...
Sepeda itu mengeluarkan bunyi ketika Samson mengayuhnya, tak lupa di keranjang depan terdapat bunga rangkaian yang dia beli seharga tiga puluh lima ribu di pasar.
Setelah 30 menit Samson sudah sampai di rumah Clara, dia segera mengetuk pintu dan menunggu pujaan hatinya itu keluar dengan wajah sumringah mennyambut kedatangannya yang membawa rangkain bunga itu.
Namun yang ada di fikiran Samson itu hanyalah angan angan saja, justru yang Samson temui adalah Clara yang keluar dengan wajah masam saat mendapati Samson bertamu.
"Ngapain lagi sin kesini?" Ketus Clara begitu malas meladeni Samson.
"Aku... Aku... Eemm... Aku..."
"Aku aku apa? Kaya nggak bisa ngomong aja" sentak Clara,
"Aku hanya ingin meminta jawaban atas perasaan yang pernah aku nyatakan 3 bulan yang lalu, kata kamu kamu akan menerima aku jadi pacar kamu setelah aku setelah pengumuman kelulusan dan aku bisa mengalah dengan memberikan posisi peringkat ke satu untuk kamu" ucap Samson sedikit menuntut.
"Apa? Jangan mimpi deh!" Balas Clara,
"Tapi Clara" elak Samson,
"Tapi tapi apa? Dengar ya Samson! Jangan hanya karena aku jadi peringkat ke satu itu artinya aku mau menerima kamu menjadi pacar aku. Mana mungkin aku mau sama laki laki masa depan suram seperti kamu, harta nggak punya, pekerjaan juga cuman jadi kuli di pasar, bahkan untuk lanjut kuliah saja kamu tidak ada biaya" tegas Clara.
"Bukannya kamu sudah berjanji mau menerima aku kalau kamu sudah mendapatkan jalur beasiswa kuliah itu. Aku sudah bawa cincin untuk mengikat hubungan kita" kata Samson sambil mengeluarkan dan memperlihatkan cincin perak yang dia beli dari toko perhiasan silver di pasar.
Cincin itu memang sederhana dengan satu mata yang menghiasi lingkaran perak dan hanya 25 ribu per gramnya. Namun Samson membeli cincin dengan susah payah menabung upahnya menjadi kuli di pasar.
Clara mengambil dan mengamati cincin itu,
"Ya ampun, ini bukan emas?" Kesal Clara,
"Iya itu bukan emas, aku janji akan membelikan yang lebih bagus setelah ini" jawab Samson masih berharap.
"Kamu itu Ya Son, jangan harap deh mau jadi pacar aku. Minimal ngaca dulu, kamu itu sebanding nggak sama aku? Aku ini calon mahasiswa sedangkan ki hanya kuli pasar yang kere dan kotor, lihat penampilan kamu dekil dan jadul banget, satu lagi ya Samsung selama ini aku mau dekat dengan kamu itu karena aku hanya mengincar beasiswa dari sekolah yang hanya di berikan untuk anak yang lulus dengan peringkat pertama. Dan asal kamu tau juga ya aku sudah lebih dulu pacaran sama Bimo yang sederajat dengan aku, kami akan kuliah di kota yang sama dan aku tekankan sama kamu agar jangan muncul lagi di hadapan aku! Aku jijik melihat wajah kamu"
Kata kata Clara bagaikan tparan uang sangat keras untuk Samson, dia menggenggam cincin yang dia siapkan untuk Clara.
Dengan hati yang hancur Samson berbalik badan dan melangkah menjauh dari rumah Clara.
"Ingat ya jangan balik ke sini lagi, aku nggak sudi lihat muka kamu apalagi pacaran sama kamu, amit amit mendingan aku jadi perawan tua daripada harus pacaran atau menikah dengan kamu, dasar pria miskin nggak tau diri" teriakan Clara mengiri langkah Samson pulang ke rumahnya,
Samson berjalan melamun dengan menuntun sepeda tuanya, dia tidak kuasa mengayuh rasanya kakinya begitu lemas. Memang benar apa yang di katakan Clara, Samson miskin, jelek, bahkan seperti tak punya masa depan.
"Waduh waduh ini bujangan kenapa ngelamun di jalanan sih, awas kesamber janda Mas" sapa Ayu,
Ayu Larasati teman satu sekolah Samson yang tidak begitu menonjol di bidang akademik namuan cukup terkenal di sekolah sebab ayahnya adalah salah satu donatur di sekolah.
"Ehh Ayu" balas Samson singkat.
Atu segera turun dari sepeda motornya dan melihat mata Samson yang memerah seperti menahan air mata agar tidak keluar dan mengalir.
"Kamu nangis Son?" Tanya Ayu,
"Tidak, aku hanya kelilipan" jawab Samson, namun Ayu tak sepenuhnya percaya,
Dia menatap penampilan Samson begitu berbeda, melihat dengan sekilas saja sepertinya Samson baru saja melakukan sesuatu yang spesial.
"Kamu dari rumah Clara?" Tanya Ayu pelan,
"Iya, sekarang aku mau pulang, aku duluan ya Yu" jawab Samson dan segera ingin menghindar.
"Tunggu" cegah Ayu, dia masih ingin berbicara banyak dengan Samson,
Namun Samson tak menoleh, dia hanya menjawab pelan,
"Saya sedang ingin sendiri" jawab Samson,
Ayu pun tidak bisa melakukan apapun, baginya memberi ruang untuk Samson yang sedang patah hati adalah salah satu bentuk kepeduliannya.
"Kalau kamu butuh teman untuk curhat kamu bisa datang kepada ku Samson, aku siap kapanpun kamu butuh aku" ucap Ayu, namun Samson tak memperdulikannya.
Samson segera pulang dan mengganti pakaiannya dengan kaos oblong yang sudah lusuh. Dia akan segera pergi ke pasar untuk bekerja.
"Meratapi nasib tak akan menjadikan Clara menjadi pacarku, lebih baik aku bekerja lebih giat untuk memperbaiki ekonomi" batin Samson yang tak ingin terlalu lama berlarut larut dalam kesedihan.
Dia mengambil kursi dan menaikinya untuk mencari caping milik mendiang kakeknya karena hari ini sangat panas.
"Loh kotak apa ini kok aku baru lihat" Samson mengambil dan mengelap sebuah kotak berdebu yang berada di atas lemari. Dia mengelap dam melihat dengan saksama ukiran ukiran aksara Jawa kuno yang menghiasi setiap sisi kotak.
"Kok kaya kotak misterius ya, apa ini punya kakek?" Batin Samson sangat penasaran, dia berusaha membuka kait yang mengunci kotak lusuh itu.
Daftar bab
66 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








