
Bug Sistem Kultivator Modern
SiPemula01|Bersambung
- Jumlah kata
- 31.9K
- Popular
- 1.1K
- Subscribe
- 187
- Jumlah kata
- 31.9K
- Popular
- 1.1K
- Subscribe
- 187
Sinopsis
Ryan Mahardika terlahir tanpa akar spiritual, mewarisi nasib kedua orang tuanya yang terusir dari keluarga Kultivator. Tak bisa berkultivasi, ia hanya menjadi murid sekolah bela diri biasa yang lemah dan selalu ditindas. Hingga suatu hari, sebuah Sistem penuh bug mengubah hidupnya! **[Bunuh seekor nyamuk untuk mendapatkan 1 poin kultivasi!]** **[Bunuh sebanyak-banyaknya untuk mempercepat peningkatan kekuatan!]** **[Toko Sistem terbuka! Tukarkan 1.000.000 poin kultivasi untuk membeli akar spiritual!]** Sementara orang lain mempertaruhkan nyawa demi setetes kemajuan, Ryan hanya perlu membasmi nyamuk untuk menjadi kuat! Namun, bisakah Sistem rusak ini benar-benar memberinya akar spiritual dan mengangkat keluarganya dari kehinaan? Atau justru ada rahasia yang jauh lebih besar di balik bug yang dimilikinya?
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
Mengontrak Sistem
Kota Jayantara, Akademi Beladiri Wijaya.
Di halaman belakang Akademi, Ryan Mahardika duduk bersandar di dinding gudang dengan wajah dan tubuh dipenuhi luka.
"Bukannya aku seharusnya sudah mati? Kenapa aku masih merasakan rasa sakit ini?..."
Masih di tempat yang sama saat dia dikeroyok teman-teman satu kelasnya hanya karena kekuatannya yang terlalu lemah, dianggap sebagai penghambat perkembangan teman-teman satu kelasnya.
Mengingat apa yang terjadi, Ryan tertawa getir... "Kalau hidup untuk kembali dipukuli mereka, lebih baik aku mati!"
[Apa kamu ingin menjadi kuat?]
Tubuh Ryan seketika menegang, melihat sekeliling dan mendapati dia hanya sendirian.
"S...siapa yang barusan bicara?" Ryan bicara dengan nada ketakutan.
[Aku hanya sebuah Sistem... Kalau kamu ingin menjadi kuat, cukup terima aku menjadi bagian dari dirimu!]
"Sistem? Apa itu Sistem, dan tunjukkan wujudmu?" Rasa takut tetap ada, tapi tidak separah sebelumnya.
[Aku adalah sesuatu yang diciptakan oleh Dewa Kuno jutaan tahun lalu, dan setelah jutaan tahun tertidur, hari ini aku terbangun... Kau bisa hidup kembali juga karena usahaku menarikmu kembali dari alam kematian...]
[Wujud? Aku tidak berwujud, tapi asal kamu bersedia menjalin kontrak denganku, selamanya kamu adalah Tuanku, dan hanya kamu!]
Ryan menganggukkan kepala mengerti... "A...apa manfaat yang akan aku dapat jika menjalin kontrak denganmu?" tanyanya penasaran.
[Aku bisa membuatmu menjadi sosok yang sangat kuat, jauh melampaui orang terkuat di dunia ini! Selain itu, aku juga bisa membantu orangtuamu menjadi kultivator, sesuatu yang selama ini tidak bisa mereka lakukan!...]
"Lalu, apa yang harus aku lakukan untuk menjalin kontrak denganmu, juga apa yang harus aku lakukan untuk menjadi kuat dan membantu orangtuaku?" Ryan kembali bersemangat, setelah sebelumnya dia sempat dilanda rasa putus asa.
Tiba-tiba muncul layar hologram transparan tepat di depan muka Ryan, dan hanya dia yang bisa melihatnya.
[Ya] [Tidak]
[Cukup tekan Ya dan kamu akan menjadi Tuanku...]
[Dan untuk menjadi kuat dan membantu orangtuamu, kamu cukup menyelesaikan misi yang aku berikan. Tenang saja, aku bukan Sistem jahat. Jadi, tidak akan ada misi yang membuatmu menjadi penjahat!]
"Hanya menekan tulisan ini?"
[Ya, hanya melakukan itu!]
Ryan dengan tangan gemetar akhirnya menekan tombol Ya.
Pada saat ini juga, sebuah cahaya keemasan melesat cepat dari langit, menghujam langsung ke kening Ryan tanpa bisa dihindari ataupun dihentikan.
Tidak ada rasa sakit, bekas luka, atau keanehan lain yang dialami oleh Ryan.
Yang ada, saat ini dia tidak lagi merasakan sakit, dan saat melihat luka di tangannya, semua luka sembuh dan menghilang tanpa bekas.
"I...ini! Sistem, apa kamu yang melakukannya?"
[Ya Tuan, aku telah menyembuhkanmu, dan sekarang sudah waktunya Tuan memberi nama padaku!]
Ryan mendengar suara yang jauh lebih lembut dan jelas dari sebelumnya, dan soal memberi nama, dia benar-benar buruk dalam penamaan...
"Apa kamu punya usulan nama?" tanyanya.
[Terserah Tuan mau memberikan nama apa saja padaku!]
Berpikir sebentar, beberapa saat kemudian Ryan menemukan nama yang tepat. "Kalau begitu, mulai sekarang aku akan memanggilmu Zero! Kamu terlahir dari kekosongan, jadi nama itu cocok untukmu..."
[Aku cukup menyukainya... Mulai sekarang aku bernama Zero, dan karena Tuan telah memberiku nama, Tuan berhak mendapatkan hadiah pertemuan!]
"Hadiah pertemuan?]
[Ya, hadiah pertemuan yang kapan saja bisa Tuan buka.]
"Kalau begitu buka sekarang!" perintah Ryan sangat penasaran dengan hadiah Zero.
[Membuka hadiah pertemuan...]
[Selamat, Tuan mendapatkan...]
[10.000 Poin Kultivasi]
[Mata Emas]
[Tubuh Kekacauan]
[100 Pil Penyembuh Tingkat 10]
Mendengar semuanya, mulut Ryan terbuka, ternganga sangat lebar, hampir saja rahangnya lepas.
"Zero, meski tidak semua hadiahmu aku mengerti, tapi aku merasa semua itu sangat luar biasa..."
[Kalau Tuan ingin, aku bisa menjelaskan tentang hadiah yang Tuan dapatkan.]
"Ya, tolong jelaskan!"
[Poin Kultivasi, dapat digunakan untuk membeli barang-barang di Toko Sistem. Bisa juga ditukarkan dengan waktu kultivasi, dimana 10.000.000 Poin Kultivasi setara dengan satu tahun kultivasi.]
[Mata Emas, dapat membantu Tuan melihat status orang lain, meski orang itu menggunakan artefak dewa untuk menutupi status aslinya. Kekuatan mata ini juga bisa digunakan untuk melihat kelemahan musuh, melihat tembus pandang, melihat penyakit, dan melihat jelas di malam yang gelap.]
[Tubuh kekacauan, Tubuh yang dimiliki Dewa Kuno, tipe tubuh terbaik yang pernah ada di dunia ini. Sayangnya saat ini Tuan tidak memiliki akar spiritual, jadi manfaat 1.000 kali kultivasi lebih cepat dari kultivator pada umumnya belum bisa Tuan manfaatkan.]
[Pil Penyembuh Tingkat 10. Bisa menyembuhkan luka separah apapun. Selama orang yang terluka masih bernapas, dia bisa diselamatkan, dimana pil ini bisa meregenerasi luka, bahkan meregenerasi tubuh yang hancur.]
Pada dasarnya Ryan sangat mengerti apa yang disampaikan oleh Zero padanya, tapi dia dibuat kecewa oleh keadaannya sendiri, dimana dia terlahir di dunia ini tanpa akar spiritual.
Bukan hanya dirinya, tapi kedua orangtuanya mengalami nasib serupa, dan itu juga yang membuat mereka harus tersisihkan dari keluarga masing-masing, padahal seharusnya mereka adalah calon kepala keluarga di masa depan.
Jika itu dulu, Ryan tidak akan lagi berharap dirinya bisa menjadi kultivator dan membantu orangtuanya.
Tetapi sekarang dengan adanya Zero, dia memiliki harapan baru.
"Zero, apa aku bisa mendapatkan akar spiritual?" tanyanya.
[Di Toko Sistem tersedia berbagai jenis dan tingkatan akar spiritual. Dimulai dari yang termurah seharga 1.000.000 Poin Kultivasi, dan termahal seharga 100.000.000.000 Poin Kultivasi.]
Melihat banyaknya angka nol yang mengekor di belakang angka satu, Ryan merasa tidak akan mudah baginya mendapatkan satu saja akar spiritual.
Tetapi dia mencium adanya harapan besar begitu mendengar apa yang disampaikan oleh Zero.
[Tuan bisa menyelesaikan misi sepanjang waktu untuk mendapatkan Poin Sistem dalam jumlah tidak terbatas...]
Seketika Ryan sangat bersemangat. "Misi apa saja yang bisa aku lakukan?"
[Misi membunuh nyamuk. 1 nyamuk mati, Tuan akan mendapatkan 1 Poin Kultivasi.]
[Misi membunuh semut. 1 semut mati, Tuan akan mendapatkan 0,5 Poin Kultivasi.]
[Membunuh naga tanah (cacing). 1 naga tanah mati, Tuan akan mendapatkan 10 Poin Kultivasi.]
[Memakan belalang. 1 kali makan, Tuan akan mendapatkan 10 Poin Kultivasi.]
[Semakin banyak Tuan menyelesaikan misi, semakin banyak Poin Kultivasi yang akan Tuan dapatkan.]
Melihat misi yang diberikan Zero padanya, semua misi membuat Ryan geleng-geleng kepala sambil tersenyum.
Menggelengkan kepala bukan karena menganggap misi sangat sulit untuk dilakukan, tapi sebaliknya, misi itu terlalu mudah untuk diselesaikan, apalagi di tempat tinggalnya hampir setiap hari dia melihat ribuan nyamuk dan banyak semut.
Untuk cacing, itu ada banyak di halaman belakang rumahnya, begitu juga dengan belakang, bahkan dari kecil dia sering memakan belalang yang diolah ibunya.
Seketika Ryan tersenyum sangat lebar, dan dengan langkah yang begitu cepat, dia memutuskan untuk pulang...
Daftar bab
30 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








