Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
BODYGUARD Kesayangan Presdir Cantik

BODYGUARD Kesayangan Presdir Cantik

Bonanzalala | Bersambung
Jumlah kata
86.7K
Popular
1.4K
Subscribe
133
Novel / BODYGUARD Kesayangan Presdir Cantik
BODYGUARD Kesayangan Presdir Cantik

BODYGUARD Kesayangan Presdir Cantik

Bonanzalala| Bersambung
Jumlah Kata
86.7K
Popular
1.4K
Subscribe
133
Sinopsis
18+PerkotaanAksiPengawal
💥Hilang ingatan menjadikan dia seorang bodyguard terkuat💥 Marvel telah dikhianati oleh sang istri menyebabkan ia harus mengalami suatu tragedi kecelakaan yang tragis. Hingga, ia berjumpa dengan seorang janda cantik bernama Aurora, seorang Presdir cantik pemilik perusahaan ternama. Jalan takdir mengantarkan Marvel mengabdi kepada wanita itu, karena dia telah menyelamatkan nyawanya.
Bab 1

"Aku yakin ini kamar hotelnya bu!"

Suara parau seorang Lelaki ketika membawa kedua ibu dan ayah mertuanya untuk menggebrak istrinya yang lagi selingkuh dengan pria lain di kamar hotel.

Lelaki itu bernama Marvel. Seorang menantu kebangga Rihana-ibu mertuanya.

"Aku tak percaya putri kita sampai setega itu sama menantu kita bu," kata Barrak-suaminya Rihana, sekaligus ayah mertuanya Marvel.

Rihana mengangguk lemas, "Iya mas."

"Sabrina! Buka pintunya!" Teriak Marvel kepada istrinya. Di duga dia sedang bermain adegan tegang dengan Luciano-kakak kandungnya Marvel.

Sabrina yang di dalam merasa penik saat mendengar suara Marvel. "Luc, itu sepertinya adikmu?" Desisnya dengan keadaan tubuh dalam kondisi terbalut selimut dengan kakak ipar.

Luciano turun dari ranjang kemudian meraih celana jeans miliknya untuk ia kenakan kembali.

"Harus gimana dong ini sab, adikku, juga kedua orang tuamu sudah menangkap basah kita," ujarnya setelah main dengan Sabrina--adik iparnya sendiri.

Brakh!

Mendadak Marvel mendobrak pintu kamar mereka hingga roboh tak berbentuk.

"Tidak!" Jerit Rihana. "Apa yang telah kalian lakuin berdua?!" Sedih Rihana melihat putrinya-Sabrina dalam keadaan leher pada memerah dan tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya.

"Pria bajingan! Telah kau apakan anak putri kesayanganku hah!" Bentak Barrac, sungguh geram kepada Luciano.

Marvel yang sebagai adiknya merasa terpukul melihat istrinya disentuh oleh kakak kandungnya sendiri.

"Tega kamu kak!" Bentaknya menggelegar.

Luciano menunduk pandangan dan mereka pada menatapnya tajam.

Luciano menunduk, tapi hatinya tertawa, puas dengan kenikmatan yang baru saja Sabrina berikan untuknya.

Kakak kandung biadab!

Marvel berlari ke arah Luciano kemudian menarik kerah baju kemejanya lalu diangkatlah ke atas kuat kuat. "Lepaskan bajuku!" Bentak Luciano.

"Kakak tega! Kenapa kakak lakuin ini!" Bentak Marvel, Seorang adik hanya bisa sakit hati ketika istrinya telah  dimakan serigala dalam keluarga.

Barrac berlari dari arah belakang.

Dakh!

Menghujam kepala Luciano hingga tersungkur. "Dasar laki bajingan, kau sudah merusak rumah tangga anak putriku!"

"Sudah mas sudah!" Rihana melerai suami, mana kala mau menikamnya dengan botol berkadar alkohol, bekas minum Luciano di atas meja.

"Berdebah kalian semua haha." Terbahak Luciano sembari berlari keluar ruangan.

Mereka hanya mendengus kesal, namun Marvel mengejarnya keluar.

Di ruangan hanha tinggal bertiga, Sabrina beserta kedua orang tuanya.

Barrac mendekati anak yang selama ini menjadi kebanggaannya, menyaksikan tanpa mengenakan busana hanya terbungkus selimut. Barrac menggamparnya secara gamblang.

"Anak apaan kamu ini hah! Bikin malu keluaraga!" Bentak Barrac.

Lagi dan lagi, Rihana menghalau sang suami, "Sudah mas, kasihan putri kita!"

"Ini nih, kamu yang selalu memanjakan dia! Makanya dia jadi overhang seperti ini!" Bantah Barrac menentang sang istri.

Sabrina berkata seraya menunduk malu di depan sang ayahanda, "Maafkan aku ayah."

Tak ada kata maaf untuk perempuan itu! Barrac merenggut rambut Sabrina yang terurai, "Kamu tidak merasakan gimana sakitnya hati suamimu, setelah mengetahui kalau kamu telah bermain dengan kakak kandungnya sendiri. Mengerti!"

"Sudah ayah, kasian anak kita!" Lerai Rihana, tiada lelah ia tetap menahan gejolak emosi sang suami terhadap anak perempuan mereka.

Sekali lagi Barrac membentaknya sembari melepaskan jambakan rambutnya, "Kelakuanmu sudah bikin malu ayah."

Barrac menoleh kepada Rihana dengan kemantapan hati yang sungguh mumpuni, "Secepatnya kita ceraikan dia dengan Marvel, dia tidak pantas dengan lelaki setia sebaik Marvel."

Rihana tiada bisa membela, hanya derai air mata melihat anak perempuan sulungnya terhina dengan derai air mata di ruangan itu.

"Ibu, ayah, maafin Sabrina, aku khilap." Mohonnya, hanya sesal yang ia pendam di hati Sabrina saat itu.

Luciano berlari ke lobby, setelah itu ia tancap gas mengendarai motor.

"Kakak keparat!" Geram Marvel, melihatnya sudah pergi.

Namun bukan berarti Marvel menyerah begitu saja, "Akan aku ejar." Setelah naik ke mobilnya, ia pun langsung tancap gas untuk pengejaran.

Namun, apakah mungkin bisa terkejar oleh mobil? Bukankah sejatinya motor lebih cepat bisa slip sini slip sana di lorong yang sempit?

Luciano mendelik ke kaca kanan spion, dengan nafas yang menderu ia melihat adiknya mengejar mengendarai mobil, "Kurang ajar! Mau apa dia ngejar aku terus!" Rutuknya kesal.

Nahas, pandangan Luciano lebih terfokuskan ke kaca spion melihat ke belakang. Hingga tanpa ia sadari di depannya ada pemotor lain.

Dar!

Tabrakan tiada bisa dielakkan!

"Argh!" Luciano terkapar dalam keadaan tertelungkup.

Cekittt!

Decitan goresan ban mobil BMW yang dikemudikan Marvel begitu nyaring didengar.

Brugh!

Marvel turun dari kendaraannya, lalu bergerak ke arah Luciano.

Luciano dalam keadaan luka parah di kepala. Namun, tidak ada rasa iba sedikitpun dari hati Marvel, yang ada hanyalah amarah karena dia telah berani bemain di belakang dengan istri yang disayangi.

"Kakak keparat, rasakan ini!"

Dakh!

Satu pukulan keras mendarat ke wajah Luciano yang dalam keadaan lemah tak berdaya.

Sontak, hal itu membuat heran semua masa maupun pengendara yang ada di lokasi.

"Hey! Kau sudah gila! Dia korban kecelakaan! Kenapa kau hajar dia!" Tegur seseorang, menyorot Marvel dengan tatapan geram.

Marvel tersudutkan oleh situasi, ia melihat masa dan juga para pengendara pada memusatkan pandangan mereka kepadanya. "Oh tidak!" keluh Marvel setelah menyadari kalau ia akan dihakimi masa saat itu juga.

Kesalahpahaman terjadi, masa maupun para pengendara tak tahu alasan Marvel menghajar Luciano. Yang ada Marvel babak belur dikeroyok masa karena dianggap telah melakukan kesalahan kepada Luciano.

Satu pukulan kayu balok melayang ke ubun ubun Marvel.

Trakh!

"Aaargh!" menyebabkan Marvel menjerit selepas mungkin.

Mobil berwarna kuning Mercedes Benz melaju secara melesat dari arah ufuk selatan.

Shett!

Gregg!

Marcedes Benz itu knalpotnya meraung di kerumunan semua masa.

Masa mendadak pada berhamburan karena mobil itu hendak mau menabrak mereka semua.

"Pengendara gila! Kau mau tabrak kami semua!" Sembur salah seorang masa.

Brugh!

Pintu mobil Marcedes Benz tersebut terbuka, dan seseorang telah menarik Marvel hingga masuk ke dalam mobil.

Brugh!

Pintu tertutup kembali secara tersentak, lalu si pengendara bawa kabur Marvel entah mau kemana.

"Oh tidak, kasihan betul pria ini," ucap si pengendara itu yang merupakan seorang wanita.

"Aku harus cepat bawa dia ke rumah sakit sebelum terlambat," ujarnya si pemilik dada bulat ini.

Tibalah si wanita tersebut dan melarikan Marvel ke ruang IGD.

Beberapa menit kemudian, sang dokter keluar ruangan IGD menemui si wanita penolong itu yang terduduk di ruang tunggu.

"Maaf nyonya. Apakah nyonya merupakan salah satu dari keluarga si pasien yang barusan masuk?" tanya si dokter, menatapnya ramah.

"Iya dok. Namun saya bukan keluarganya," suaranta parau seakan tercekat .

Dengan nafas berat dokter itu harus bicara kepada dia, "Begini nyonya, si pasien telah mengalami gegar otak. Bila mana kedepannya sembuh, ada kemungkinan dia bakalan hilang ingatan."

"Apa dok? Kasian sekali dia dok!" Terkejutnya si wanita yang biasa dipanggil tante Aurora, seorang Presdir cantik pemilik perusahaan Example Kompany di kota Jakarta, (...) Berlanjut.

Lanjut membaca
Lanjut membaca