Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Balas Dendam Pria Di Atas Kursi Roda

Balas Dendam Pria Di Atas Kursi Roda

RIAAL | Bersambung
Jumlah kata
80.6K
Popular
670
Subscribe
139
Novel / Balas Dendam Pria Di Atas Kursi Roda
Balas Dendam Pria Di Atas Kursi Roda

Balas Dendam Pria Di Atas Kursi Roda

RIAAL| Bersambung
Jumlah Kata
80.6K
Popular
670
Subscribe
139
Sinopsis
PerkotaanAksiKonglomeratTeka-tekiBalas Dendam
Surya harus menelan pil pahit karena kekasihnya berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Justru Pelangi dan kekasihnya berkonspirasi dalam sebuah kecelakaan yang mengakibatkan Surya lumpuh dan batal menikah dengan Pelangi. Sementara di sisi lain, ada Sinar yang harus menerima takdir, jika dirinya bukanlah anak kandung dari Bu Sumi dan Pak Samin. Bahkan Binar berperilaku jahat serta memeras Sinar. apa yang terjadi selanjutnya dengan Surya dan Sinar?
Persiapan Pertunangan.

Surya tengah sibuk dengan beberapa berkas di kantor. Sedangkan sedari tadi ponselnya bergetar, namun ia memilih untuk mengabaikannya. Berkali-kali dia melirik jam di tangannya, perasaannya pun mulai cemas.

“Soal. Pelangi pasti sudah sedari tadi menelponku. Aku harus cepat selesaikan semua ini,” umpat Surya.

Sesekali dia pun menoleh ke arah kaca jendela dan memandang langit yang mulai tampak jingga. Langit sudah menandakan hari mulai sore. Kembali Surya berdecak kesal.

Kembali ponselnya bergetar, Surya hanya bisa menghela nafas sebelum menggeser tombol hijau di layar dan mendekatkan ponsel di daun telinganya.

“Halo, Langi. Maaf aku masih di kantor,” kata Surya.

“Baiklah. Cepatlah datang. Waktumu tinggal 4 jam lagi,” kata Pelangi dari ujung telepon dengan sangat manja.

“Hem. Baiklah, aku akan segera sampai, mungkin 3 jam lagi,” janji Surya.

“Baiklah, kalau begitu, telpon aku tutup.” Pelangi pun menutup panggilan.

Surya kembali meletakkan ponselnya di atas meja. Dia kembali fokus di layar laptopnya. Tepat pukul 5 sore, Surya sudah meninggalkan kantor. Dia pun melaju dengan mobilnya menuju puncak.

Puncak adalah lokasi yang dipilih Pelangi sebagai tempat acara pertunangannya. Sepanjang perjalanan, jalanan lumayan macet, karena memang bertepatan dengan jam pulang kantor. Berkali-kali Surya harus menelan klakson dan hanya bisa berdecak kesal. Kali ini dia terjebak macet.

Langit semakin gelap. Sinar jingga mulai tergantikan dengan kabut hitam pertanda mendung. Surya masih terjebak kemacetan di kota. Bahkan dia belum bisa merangkak naik menuju puncak. Awan hitam mengepul semakin pekat, udara pun berubah menjadi dingin. Alam sudah memberikan pertanda akan datangnya hujan.

Kembali ponsel Surya bergetar, kali ini dia pun langsung meraihnya dan menggeser tombol hijau, lalu mendekatkannya di telinga.

“Ada apa sayang?” tanya Surya.

“Kamu sudah dimana?” tanya pelangi.

“Aku sudah sampai perbatasan, namun, masih mancet. Mungkin dia jam lagi sampai,” kata Surya.

“Hati-hati, sebentar lagi hujan,” kata pelangi mengingatkan.

“Baiklah, sampai nanti.” Panggilan terputus.

Surya sudah berhasil keluar dari kemacetan jalanan. Dia pun langsung melaju dengan sangat kencang. Bahkan dia tak peduli dengan hujan yang mulai turun membasahi aspal.

Jalanan makin tak terlihat, dengan adanya hujan lebat. Namun, Surya tak menghiraukan jalanan. Dalam hati, dia hanya ingin cepat sampai di lokasi pesta tepat waktu. Namun, sesuatu terjadi diluar kehendaknya. Mobilnya tergelincir di jalanan yang sangat licin, ditambah dengan hujan yang mengguyur. Mobil yang Seno kemudikan terperosok ke dalam jurang. Walau tak begitu dalam, namun cukup membuat dia merasa kesakitan dan semakin panik.

Kakinya terjepit, bahkan tak bisa digerakkan. Surya hanya bisa merintih menahan sakit. Sampai akhirnya, dia tak sadarkan diri.

Para warga sekitar yang mendengar benturan keras dari mobil Surya yang menghantam sebuah pohon, akhirnya berkerumun untuk melihat keadaan korban kecelakaan. Beberapa warga mulai turun ke jurang kecil itu untuk mengecek keadaan Surya. Warga pun membagi tugas, ada beberapa yang memanggil ambulan, dan ada beberapa yang memanggil pihak kepolisian.

Hujan rintik membuat para warga bergerak dengan sedikit terhambat, mereka tak bisa bergerak leluasa, karena khawatir akan ikut tergelincir. Sedangkan Surya masih tak sadarkan diri.

Sementara di puncak. Acara terus berjalan, pelangi tengah berdandan g dengan sangat cantik di ruang rias yang sudah disediakan. Bahkan senyum selalu mereka di bibirnya. Terlihat jelas rona kebahagiaannya.

“Nak, kenapa Surya belum sampai?” tanya Langit, Ayahnya Pelangi.

“Nggak tau, Yah. Tadi pas aku telpon udah di perbatasan,” terang pelangi.

“Mana sekarang hujan. Aku khawatir dia kenapa-kenapa,” kata Langit.

Pelangi tak menjawab. Dia hanya terus tersenyum. Namun, di dalam hatinya berkata lain. Sesekali dia melirik ponselnya, saat ada beberapa notifikasi. Pelangi pun membukanya dengan perlahan. Di sana tertulis sesuatu yang membuat dia tersenyum.

“Semua berjalan sesuai dengan rencana.”

Tanpa membalas chat tersebut, pelangi pun memilih untuk menghapusnya dan kembali meletakkan ponselnya di atas nakas.

Melihat reaksi pelangi yang santai, Langit pun memilih untuk kembali ke pesta dan menemui calon besannya, Galaxy.

“Tuan Galaxy, sudah sampai di mana, Surya? Sekarang malam sudah semakin larut,” kata Langit.

“Tunggu sebentar. Cuaca tak mendukung. Mungkin Surya terjebak macet,” kata Galaxy.

“Harusnya, kalau dia sadar ini acara penting. Dia yakakan lembur di kantor.” Gerutu langit kesal.

Galaxy tak menggubrisnya. Dia hanya diam dan mencoba untuk tenang. Sedangkan Purnama, Istri Galaxy tampak sedikit gelisah. Dia pun mendekati suaminya dengan wajah cemas.

“Bagaimana ini, Pa?” tanya Purnama.

“Nggak Bagaimana, bagaimana. Kita serahkan semua pada alam. Alam tau apa yang terbaik. Jika memang mereka berjodoh, maka alam pun akan membantunya untuk bersatu,” kata Galaxy dengan santai.

Sejak awal Galaxy memang tak begitu setuju jika putranya menikah dengan Pelangi. Namun, saat melihat putranya sangat mencintai Pelangi, membuat hati Galaxy akhirnya luluh dan merestui keduanya.

Malam semakin larut, Surya masih belum sampai di lokasi. Bahkan para tamu sudah berdatangan dan tentu saja, itu membuat keluarga Langit tampak cemas dan gusar. Namun berbeda dengan Pelangi. Gadis itu tampak santai dan sangat percaya diri, bahkan raut kesedihan dan kecemasan tak terlihat di wajahnya.

“Pelangi, bagaimana ini? Papa nggak mau pertunangan ini dibatalkan. Papa malu.” Langit berbisik pada putrinya.

“Papa tenang saja, pertunangan ini tidak akan dibatalkan. Semua sudah diatur dan ada jalan keluarnya,” kata Pelangi ambigu.

Pelangi mengalihkan pandang ke satu sisi sambil tersenyum pada seseorang yang ada di sana. Saat ini justru jantung Pelangi sedang berdebat sangat kencang. Hatinya bahagia, karena akhirnya dia bisa bersatu dengan kekasih hatinya.

Kegaduhan mulai terjadi. Keluarga Langit mulai mengeluarkan umpatan dan kekesalannya kepada Galaxy. Namun, Galaxy sama sekali tak bereaksi. Hanya saja, sesekali Istrinya menatap sang suami dengan perasaan cemas.

“Mami, tenang saja. Filling Papa nggak pernah salah,” kata Galaxy mencoba menenangkan istrinya.

Begitu juga dengan Biru, adik dari Surya, dia selalu berada di samping sang Mami, untuk selalu menguatkan dan menenangkan Purnama.

“Maaf, karena saya tak ingin menanggung malu. Pertunangan ini harus terjadi. Sebagai gantinya, aku ingin Biru bertunangan dengan Pelangi,” kata Langit.

“Maaf, saya keberatan. Jika tidak bertunangan dengan Surya, maka tidak dengan Biru. Jalinan mereka berbeda. Tentu aku tak ingin mengorbankan kehidupan putraku yang lain.” Galaxy berkata dengan tegas.

“Lalu bagaimana dengan putri kami! Anda sangat egois!” Langit mulai tersulut emosi.

“Egois? Anda bilang saya egois? Lalu bagaimana dengan anda? Yang memaksa Pertunangan dengan anak saya yang lain?” tanya Galaxy dengan nada tinggi.

Pelangi beranjak dari duduknya, dia pun menghampiri ayahnya dan berkata dengan tenang,” Ayah, tenang. Pertunangan ini akan tetap terjadi, dan kita tak perlu menanggung malu.”

Pelangi mencoba menenangkan Ayahnya, sedangkan para tamu sudah mulai berbisik-bisik. Tak berapa lama, datang seorang pria dari pintu utama dan bersedia bertunangan dengan Pelangi. Semua mata tertuju padanya, bahkan Langit sangat terkejut melihat pria yang muncul dan menyelamatkan kehormatan keluarganya.

Lanjut membaca
Lanjut membaca