

pagi-pagi sekali jayden sudah rapi dengan setelan jas seperti biasanya,namun kali ini ia bukan bekerja seperti hari-hari sebelum nya di perusahaan sang papa,melainkan rencana untuk mengambil gaun pengantin yang ia rancang sendiri di toko butik milik nya sendiri,para pekerja sibuk dengan kegiatan masing-masing mendekor rumah untuk acara besok,sehingga jeyden tidak perlu lagi melihat hasil kerja mereka karena jeyden sendiri yang merekrut mereka dan bahkan sudah terpercaya.
tab tab tab
langkah kaki jayden perlahan mulai menuruni tangga dengan langkah ringan
"kamu akan pergi sekarang?"
jayden menoleh ke arah asal suara yang ternyata sang mama tengah duduk santai bersama sang papa di ruang tamu
"iya mah,jayden harus segera mengambil gaun untuk besok"ujar jayden sambil merapikan lengan jas nya yang terlihat sedikit kusut
"tidak bisakah acara nya di tunda dulu jay,adik mu masih belum bisa melakukan aktifitas di luar"
sang papa tiba-tiba bersuara meskipun ia masih fokus pada bacaan koran nya,jayden menghela nafas berat nya
"meskipun dia sehat,aku juga tidak membutuhkan tenaga nya untuk membantu,semua sudah ada yang mengatur lagian dia juga tidak perlu membuang tenaga nya untuk ikut acara besok"
jayden menjawab nya dengan enteng sambil melamjutkan langkah nya dengan cepat,sang papa hendak kembali membuka suara nya karena terlihat gelagat kemarahan dari wajah sang papa,namun mama jayden langsung meraih lengan sang papa sebagai isyarat bahwa biarkan saja jangan di teruskan lagi,sang papa paham karena ia juga tau di rumah sedang banyak orang,tak baik jadi nya jika mereka bertengkar di hadapan banyak orang.
kembali ke jayden,dengan wajah kesal nya jayden langsung memasuki mobil nya,yang namun sebelum ia pergi ia sempat melirik ke arah balkon atas yang terlihat sang adik yang tengah duduk di atas kursi melihat ke arah diri nya dengan wajah tak suka,entahlah,kadang jayden juga sempat berfikir apa alasan nya snag adik tak pernah menyukai nya bahkan seolah-olah ingin merebut apapun yang jayden miliki,padahal jayden tak pernah mengusik nya sama sekali
"kita berangkat sekarang tuan?"
jayden tersadar dari lamunan nya ketika sang asisten tiba-tiba bersuara yang sudah berada di kursi bagian kemudi
ekhmmmm
jayden hanya berdehem sebagai jawaban ia.
sepanjang perjalanan,jayden duduk terdiam sambil membayangkan hari bahagia nya esok,namun tiba-tiba saja ponsel nya berdering
dert dert dert
"emmmm,langsung ke inti nya saja"
sudah bisa di tebak,jika jawaban jayden setiap menajawab ponsel nya,
seperti itu, itu pasti dari anak buah dari dunia mafia
",,,,,,,"
"baiklah,saya akan ke sana"
jayden mengakhiri panggilan nya setelah mendengar laporan dari bawahan nya tersebut
"sam,kita ke markas sekarang juga,kebetulan sekarang saya sangat ingin berlatih otot,dan katakan kepada orang butik untuk mengirim gaun nya ke rumah stella"
"baik tuan"
tak butuh waktu lama,tiba lah mereka di markas milik jayden yang sudah beberapa tahun ini menjadi rumah kedua bagi diri nya,bahkan menjadi tempat pelampiasan di saat diri nya sedang marah dan perasaan kesal.
"bawa penghianat itu ke sel bawah tanah"
perintah jayden dengan suara lantang nya,setelah meraih sepasang sarung tangan dan juga sebilah belati jayden melangkah ke arah sebuah lorong kecil gelap gulita yang hanya memiliki pencahayaan lampu kecil dan juga beberapa lilin.
seperti biasa nya, sebelum mengeksekusi mangsa nya,jayden lebih dulu menyiksa nya dengan berbagai benda tajam,karena dengan cara itu jayden bisa melepaskan rasa sesak dari dalam diri nya akibat ucapan orang tua nya yang selalu menusuk seperti pagi ini,teriakan,permohonan,bahkan cipratan darah dari manusia menjadi sebuah aksi yang sangat menyenangkan bagi seorang jayden,bahkan tidak ada belas kasihan lagi dari dalam jiwa seorang jayden karena kini membunuh adalah menjadi ke harusan bagi diri nya.
KE ESOKAN HARI NYA.
acara pesta di gelar begitu meriah,bahkan sangat mewah,para tamu undangan pun tak sedikit dari kalangan biasa melainkan kalangan pejabat,pengusaha bahkan milyader lain nya,bukan tamu dari orang tua jayden sendiri,melainkan jayden lah yang mengundang meraka karena jayden adalah sosok yang di kenal sebagai petinggi menggantikan sang papa yang sudah pensiun beberapa tahun lalu karena harus merawat adik jayden.
"sam,kau yakin stella sudah dalam perjalanan?"
bisik jayden kepada sang asisten yang sejak tadi sudah berdiri di sebelah jayden,karena jayden mulai gelisah karena sudah waktu nya akad nikah namun stella sang calon mempelai belum juga terlihat kedatangan nya
"sudah tuan"jawab sam ragu,karena sejak tadi ia belum juga menerima informasi apapun dari orang suruhan nya untuk menjemput stella,yang jika ia jujur ke pada jayden pasti nya jayden akan bertindak dan mengacaukan segala nya
"bagaimana tuan,bisa kita lanjutkan?"
tiba-tiba penghulu datang menghampiri jayden,jayden masih tampak terlihat tenang dengan sebuah anggukan kepala
"mohon tunggu beberapa menit lagi"
ucap sam kepada pak penghulu tersebut memberikan pengertian.
ketika jeyden hendak melangkah kan kaki nya bermaksud untuk mengecek sendiri keberadaan stella,tiba-tiba saja langkah nya terhenti ketika sang adik tiba-tiba datang dengan setelan jas yang sama dengan diri nya yaitu berwarna putih,di belakang nya sudah ada kedua orang tua jayden yang baru jayden sadari bahwa sejak tadi mereka berdua tidak ada di sana,dan ini apa lagi yang sedang adik nya lakukan,dengan memakai jas yang sama dengan diri nya dan duduk di atas kursi dengan wajah sedih yang menurut jayden itu hanya lah tampang wajah yang di buat2
"jika pengantin wanita nya belum datang,nikahkan dulu adik nya ustadz"
jayden semakin di buat bingung mendengar penuturan sang papa,sejak kapan sang adik memiliki kekasih,dan sejak kapan mereka merencanakan pernikahan yang seharus nya diri nya lah yang menikah hari ini.
"pah,tolong jangan merusah acara ku
jangan mempermalukan keluarga"
jayden sedikit menekan kan ucapan nya agar tidak ada yang mendengar nya,ia berharap ini semua hanya lah lolucon
"jayden,papa benar adik mu juga akan menikah hari ini"
jayden semakin di buat bingung mendengar penuturan sang mama,bahkan terlihat raut wajah sedih dari sang mama,ada apa sebenar nya dan di mana stella sampai sekarang belum datang dan siapa juga pengantin dari sang adik yang telah menjadi sebuah kejutan di hari ini bahwa sang adik tiba-tiba akan menikah.
"kak,bisa tolong sedikit menjauh karena aku harus segera duduk di sana untuk akad nikah nya"
jayden mulai geram dengan ucapan sang adik,bagaimana tidak acara dan pesta ini ia sendiri yang menyiapkan nya tanpa campur tangan orang tua nya namun sekarang sang adik dengan seenak nya mengusir diri nya seolah2 diri nya hanya penghalang,jayden hanya bisa mengepal kan tangan nya dengan kesal,karena ia tidak bisa bersikap di luar batas di saat para petinggi berada di sana
tab tab tab
suara langkah kaki dari atas tangga mulai menggema di ruangan,sehingga seluruh pasang mata tertuju ke arah asal suara tersebut