

Siang itu mentari begitu teriknya seakan membakar tubuh,"ndon,tungguin" nama ku Brandon usia ku saat ini 11 tahun,aku menoleh sambil berkata kepada teman ku Rony namanya "buruan Ron,aku harus segera pulang.." jawab ku sambil tetap melangkahkan kakinya,Rony yang bergegas menyusulnya sambil terengah engah sembari memegang pundak ku , " astaga ndon , kaya maling dikejar polisi aja " aku tersenyum sambil menghela nafas " ya kan kamu tahu,bagaimana papa tiriku ? " Rony hanya menghela nafas sambil berjalan menemani langkah ku
Ya mama meninggalkan papa dan menikah dengan papa tiri ku dan hal itu terjadi , juga saat aku masih kecil dan belum mengerti apa apa , dan sejak pindah ke kota ini,keluargaku sudah entah bagaimana menjelaskannya tapi sudah tidak terasa bahagia kami seperti orang asing,aku dan kedua kakakku kami sungguh asing,terutama diriku yang seakan begitu jauh dari semuanya , terkadang mereka menonton televisi sedang aku hanya bisa mengintip dari balik pintu
Papa tiri ku pengusaha sparepart motor di mana keseharian kami semua adalah bekerja mempacking sparepart yang akan dijadikan stock atau di jual
Terkadang ada iri dalam hatiku jikalau sedang bekerja aku memandangi di luar jendela banyak anak anak sebaya ku sedang bermain dengan bebas dan gembira,sedangkan diriku hanya ada di balik jeruji jendela ini dalam hati sering kubertanya " sampai kapan ini Tuhan???"
Pagi hari aku bangun seperti biasa mandi dan bersiap ke sekolah,namun seperti biasa sebelum ke sekolah,aku selalu pergi ke jalan raya untuk membeli koran harian Jawa pos baru setelahnya aku berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki ...
Suasana di dalam kelas begitu ramai , seperti biasa di sekolahlah aku bisa menjadi anak yang bebas , dan aku luapkan semua dengan kenakalan ku di sekolah mulai dari teman perempuan hingga guru semua tidak lepas dari kejahilan ku ,sering aku di hukum membersihkan toilet bahkan di hukum di lapangan tapi semua hukuman itu bukan membuat aku jera malah membuat aku semakin nakal ...
Suatu ketika ada saja ide nakalku yaitu berulah agar di hukum di lapangan bersama teman teman ku , di sana muncul ide ku bersama teman teman ku yaitu kami ambil tiang voli dan kami taruh ke arah tembok yang sampingnya adalah per Sawahan setelah itu aku dan teman teman ku kami bergegas untuk langsung memanjat tiang itu dan melompati ke sawah kami berlarian sambil tertawa lepas
"Bud , ndon , Ron gila lu , dipikir pikir kenapa gue mau aja ngikutin kalian kabur dari sekolah ,lompat ke sawah lagi emang kaga ada lagi tempat mendarat yang bagusan gitu ??? " Sambil mengambil air segar dari sungai kecil tidak jauh dari sekolah kami
" Ye bukan salah kita kali Frans , ya elu juga ngapain mau ikutan lompat nah sekarang siapa yang salah ?? " Ujar Budi " ya habisnya seru juga sih , walau pasti dah pulang nanti gue kena marah nyokap karena sepatu dan seragam gue kotor dan basah " kata Frans anak pindahan dari Jakarta tapi lucu dan baik ....
"Sudah siang nih , ayo kita pada balik ke rumah , siapin juga pantat pantat kita buat sasaran di pukulin hahahaha ... " Kata Roni
" Oh iya bisa telat aku nih " ujarku sambil menepuk jidat ku dan berlari pulang , sampainya di rumah bersyukurlah aku karena belum pada pulang , sesegera mungkin aku langsung mandi dan bertukar pakaian , tiba tiba terasa perutku berbunyi , cacing cacing di perut ku sedang bernyanyi , kulihat ada roti di atas meja makan , tanpa pikir panjang aku ambil satu dan ku makan untuk mengganjal lapar di perutku setelah itu aku kembali beraktifitas seperti biasanya ...
"Siapa ini yang makan roti di meja makan !!! " Terdengar suara keras di ruang makan,aku terlonjak dan sampai dadaku berdegup begitu kencangmendengar suara yang sangat ku kenal dan ku takuti ya papa tiri ku sudah pulang dan emosi saat melihat roti yang berkurang lalu mama ku mulai bertanya kepada kami semua , dan akhirnya aku mengakui bahwa aku yang memakan roti karena tidak ada makanan sehingga melihat roti yang ada ya sudah aku makan saja , dengan pikiran tidak akan jadi masalah ternyata menjadi masalah besar,papa tiri ku begitu emosi pada akhirnya aku dihukum oleh papa tiri ku untuk malam ini aku di wajibkan tidur di ruang kecil tempat anjing anjing tidur , sejak itulah aku mulai membenci dan dendam kepada papa tiri ku dan mama ku yang kuanggap tidak membelaku hanya karena sepotong roti saja aku harus mendapat hukuman yang tidak pantas begini , lalu mulailah aku menyendiri dan hidup bagai di neraka yang entah sampai kapan terus begini
Akhirnya adik tiri ku lahir, aku berpikir semua akan berubah menjadi lebih baik tetapi ternyata tidak sesuai dugaan ku ,
seiring waktu berjalan adik tiri ku sudah bisa berjalan dan berlari ada beberapa kejadian menyadari seberapa iblisnya papa tiriku tidak pantas di sebut manusia,
pertama saat adikku bermain di kamar mandi dan secara tidak sadar dia terjatuh ke dalam bak mandi, aku yang mendengar bunyi di kamar mandi, langsung aku berlari ke kamar mandi, dan begitu terkejutnya aku melihat adik tiri ku sudah bergerak tidak karuan, aku langsung mengangkatnya tapi bukannya khawatir malah papa tiriku memarahi kami,
lalu yang kedua disaat semua akan makan malam di meja makan pada saat itu adik ku sedang ingin berdoa untuk makan tapi yang tak di sangka papa tiriku menendangnya aku mengepalkan tangan ku ingin sekali aku menghajarnya tetapi aku masih kecil dan tidak mampu dan yang ketiga saat itu aku dan adik tiri ku,kami bermain di lapangan sebelah rumah kami, sampai tanpa kami sadari kami main sampai siang dan tanpa sengaja adikku mematahkan batang pohon singkong yang ditanam papa tiriku di kebun belakang rumah, melihat itu papa tiriku begitu emosi dan mengambil batang bambu yang masih ada tangkai tangkai tajamnya lalu memukulkannya kepada adikku aku melihat itu secara reflek aku mendekap dan melindungi adikku sampai bambu itu mengenai pahaku dan meninggalkan luka yang cukup dalam,
disana aku tak bisa menahan emosiku, aku pegang bambu itu dan aku buang sambil ku tatap wajah papa tiriku dengan tatapan penuh kebencian yang sangat dalam