

"Hei. .. jangan lari... Berhenti.. berhenti...! Kenapa kau terus menghindari aku... Hei.. aku hanya ingin bicara denganmu.. tolong dengarkan aku... Hei...." Teriak seorang laki-laki yg tubuh nya cuma terlihat setengah nya saja...
Kaki nya melayang layang di udara.. hanya teriakan dia memanggil ku dengan suara yg begitu purau yg terdengar oleh ku. Aku berlari semakin jauh.. untuk menghindari mahluk -mahluk seperti itu.
Hantu penuh dendam yg terlihat jelas dari tatapan mata nya. Ya. Mereka cuma ingin di dengar.. mungkin mereka hanya ingin menceritakan kisah hidup nya. Pada ku.! Tapi aku juga manusia biasa, terkadang rasa takut itu muncul tiba-tiba ketika wajah mereka berubah menjadi lebih seram dari sebelumnya..
Ketika emosi mereka beradu padu dengan emosi ku.. udara mereka berubah menjadi lebih panas dari sebelum nya. Dan itu cuma aku yg bisa merasakan nya. Terkadang juga lebih dingin dari kutub Utara..
Hmmm... Seperti nya aku sudah berlari terlalu jauh jadi ku fikir dia tidak akan mengejar ku lagi.. aku mulai berjalan santai menikmati udara malam yg hanya tercium bau -bau dedaunan..
Perkenalkan nama ku "Leonard Adayana Saka... Aku seseorang yg istimewa. Aku di beri kekuatan untuk bisa melihat dunia lain.. melihat hantu atau mahluk mahluk lain sejenis nya sudah jadi kebiasaan ku sejak aku kecil dulu... Ah tidak, mungkin sejak aku masih di dalam kandungan ibu ku... Aku memiliki seorang Adik perempuan tapi dia tidak punya kemampuan seperti aku.. ya itu tadi.. jika hari ku sedang sial. Aku selalu di kelilingi oleh mahluk mahluk seperti itu.. lelah sih.. tapi aku sudah harus terbiasa..! Ke istimewa'an yg aku miliki ini. Adalah karena Faktor keturunan. Ya.. keturunan, kakek ku juga memiliki kemampuan yg sama seperti Aku. Hmmm... Jadi mau tidak mau aku harus menerima kado istimewa itu dari kakek.. karna kematian kakek berbarengan dengan kelahiran ku.. dan ibu ku bilang ke istimewa'an itu adalah hadiah yg kakek berikan pada cucu pertama nya. Sebuah kemampuan yg aku sendiri tidak tahu. Kegunaan nya untuk apa..! Selain untuk menakut-nakuti aku.."
Aku tersenyum ketika melihat seorang nenek yg sedang berjalan menunduk di depan ku. Aku menggampiri nya dan hendak menolong membawakan barang bawaan nya..
"Nek. Ini sudah larut. Nenek mau kemana? Mau aku antar ga?" Tanya ku.. sambil terus memandangi nya.. nenek itu berkebaya putih dengan kain Jarik coklat yg melilit tubuh bawah nya..
Nenek itu menengadah melihat ku. Dia tersenyum saat melihat ku.. "Cu. Nenek bisa pergi sendiri. Cepat pulang ya. Jangan berkeliaran malam - malam gini. Nanti ada yg mengikuti.." ucap nenek berkebaya itu.
Aku sedikit terdiam.. Aku fikir lagi.. "Ya. Ini sudah larut malam.. bahkan sudah lewat tengah malam.. kenapa nenek tua seperti dia masih ada di jalanan yg sepi seperti ini.." batin ku.
Aku hanya tersenyum saja dan berjalan perlahan menjauhi nya. Begitu pun nenek itu. Ia juga pergi dengan pelan meninggalkan aku sendiri di sana. Tiba - tiba saja tercium bau -bau menyengat seperti bau bunga yg aku sendiri pun tidak tahu itu bunga apa...
Perasaan ku sudah tidak enak.. aku segera berjalan pulang.. "Ah. Sial.. lagi -lagi yg aku temui bukan manusia.." ucap ku sendiri.. kini tibalah aku di depan pintu Rumah tua itu.
Aku masuk ke dalam dan melihat ibu ku yg tertidur di sofa ruang tengah. Mungkin dia menunggu ku pulang.. aku langsung membangun kan nya..
"Bu. Ibu harus pindah. Jangan tidur di sini!" Ucap ku seraya membangunkan nya. Ibu ku langsung terbangun ia tersenyum hangat.. "Saka... Kamu udah pulang? Kenapa pulang nya malam banget? Kamu udah makan?!" Tanya ibu ku itu.
Aku membantunya berdiri . "Iya. Bu. Ada tugas dari kampus. Jadi Saka pulang nya telat. Biasa Bu praktek bedah. Saka sebentar lagi kan jadi Dokter residen magang. Jadi tadi harus praktek lebih sering lagi. Udah kok. Tadi Saka udah makan malam bareng temen-temen yg lain nya juga. Ibu tidur di kamar ya." Jawab ku.
Ibu ku cuma mengangguk.. ia berjalan menuju kamar nya, dan aku pun masuk ke dalam kamar ku. Berniat untuk membersihkan diri ku. Lalu beristirahat.. karena hari ini adalah hari yg sangat melelahkan
Aku berbaring di atas ranjang yg tidak besar itu. Setelah ritual bebersih diri. Aku masih memikirkan nenek itu tadi.. Dia bilang awas ada yg mengikuti ku.. tapi siapa dan mau apa.. bagi ku, di ikuti mahluk seperti mereka itu. Adalah hal yg biasa aku lalui setiap hari Nya.
Rasa kantuk ku tiba tiba saja datang. aku tertidur di sana.. saat aku buka mata. Aku melihat negri asing yg aku tidak tahu itu ada di mana. Aku melihatnya... Melihat seorang wanita Cantik bergaun hitam dengan rambut yg terurai panjang.
Dia menangis di samping jasad nya. Aku menghampirinya dan menyentuh bahu nya. Wanita itu menatap ku. Dengan air mata yg masih berlinang di wajahnya..
Aku sama sekali tidak mengenal nya. Aku juga belum pernah bertemu dengan dia.. namun tatapan mata nya penuh dengan kesedihan.. dan aku dapat merasakan nya..
"Saka... Saka bangun..! Bangun nak ini sudah siang.. kamu harus kuliah kan.." ucap ibu ku, yg terdengar lembut membangunkan ku... Aku terkejut dan langsung membuka mata ku.
Aku melihat sekeliling ku. Dan aku menyadari wanita itu ada dalam mimpi ku. "Itu hanya mimpi.." ucap ku pelan.. "mimpi apa nak.? Sudah ah. ayo sekarang bangun siap -siap.. adik mu sudah menunggu mu untuk sarapan.." jawab ibu..
Aku mengangguk saja. Aku pun bergegas bersiap-siap untuk pergi kuliah... Di mata dan telinga ku, masih terngiang-ngiang tatapan dan tangisan wanita itu. "Kenapa dengan dia? Dan siapa dia? Kenapa dia datang ke dalam mimpi ku.." ucap ku sendiri.
Kini aku sudah siap dan menghampiri ibu dan adik ku yg sudah menunggu ku untuk sarapan bersama. Adik perempuan yg umurnya tidak jauh dari ku. Ya bisa di bilang usia kami tidak terlalu jauh.
Saat ini dia sekolah di bangku sekolah menengah. Dengan seragam putih abu-abu nya.. dia memandangi wajah ku begitu sebal... Aku tidak mengerti mengapa pagi itu dia terlihat kesal pada ku.
Aku duduk di samping nya. Seperti biasa Aku selalu mengelus rambut panjang nya itu.. "ih. Kakak.. ini sudah Rapi tahu. Jangan di acak -acak lagi." ucap nya. Aku hanya tersenyum saja. Melihat dia membuang wajahnya.
"iya.. iya sory dek.." jawab ku. Terkekeh..
Bersambung.