Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
DESA TUA

DESA TUA

ebit s | Tamat
Jumlah kata
37.7K
Popular
100
Subscribe
3
Novel / DESA TUA
DESA TUA

DESA TUA

ebit s| Tamat
Jumlah Kata
37.7K
Popular
100
Subscribe
3
Sinopsis
18+HorrorHorrorMisteriDunia GaibKarya Kompetisi
reihan, adalah seorang laki-laki yang datang kekota jakarta dan memiliki masa kelam dimasa lalu ketika berada didesanya hingga suatu saat, reihan mencoba mendekati seorang wanita yang sangat cantik,lugu dan lemah lembut. namun sayang kare keluguan gadis itu ia kena bujuk rayu dari reihan hingga membuat gadis itu hamil. tidak berapa lama kemudian reihan pergi kekota kuliah dan kerja disana sampai mendapatkan seorang istri dikota jakarta. kemudian setelah puluhan tahun tinggal dijakarta reihan dikaruniai seorang anak 1. setelah memiliki anak reihan mendapatkan kabar kalau orang tua nya meninggal dan rumah nya sudah dititipkan sama tetangga untuk diurus. setelah beberapa tahun lamanya reihan akhirnya memutuskan untuk pulang kedesa tanah kelahiran untuk mengajak anak dan istrinya kerumah orang tuanya untuk diurus, karena reihan anak satu-satunya mau tidak mau ia pun menuruti keinginan orang tua nya mendiami rumah yang sudah lama tak dihuni. hingga setelah tiba dirumah mertuanya jihan dan anak nya mendapatkan teror hingga terjadilah membuat jihan istri reihan menjadi resah. apakah jihan sanggup untuk menghadapi teror? siapa yang meneror jihan dan anaknya? jangan lupa ikuti setiap bab dan ceritanya di DESA TUA.. banyak hal-hal yang tak terduga.
1.pulang ke desa.

"Nah,akhirnya kita sampe juga dek,? Ucap Reihan yang sudah turun dari mobil.

Lalu Jihan dan Aliya juga ikut turun kemudian melihat kesekitar rumah yang sudah sangat tua dan idak berpenghuni lagi dan debu serta rumput-rumput jalar ada dimana-mana sekitar rumah hingga ketembok-tembok.

Kotor banget ya,mas.?" Ucap Jihan yang melihat-lihat sekitar rumah.

Iya beginilah keadaannya dek, namanya juga udah lama gak dihuni.? Kata Reihan yang langsung ke teras rumah. Sembari membalik kursi dan meja yang sudah terbalik.

Yuk dek, kita masuk dan nanti mas langsung menunjukkan kamar kita dan aliya.?" Ucap Reihan yang melenggang masuk kedalam rumah.

Iya mas, kata Jihan. Lalu Jihan melihat anaknya dan ingin mengajaknya. Tetapi Aliya malah tertarik melihat ada ayunan dan izin ingin main ayunan.

Ma... Yah... Aliya main dulu ya.?" Kata Aliya yang langsung lari ke jihan meminta ijin.

Jihan langsung jongkok dan membelai wajah Aliya yang chubby dan lucu.

Ya, sayang.. jangan jauh-jauh ya?" Kata Jihan dengan lembut berkata ke anaknya.

Lalu Aliya mengangguk kemudian langsung lari kearah samping rumah. Tetapi diayunan ternyata aliya melihat seorang anak kecil yang duduk diam saja bermain ayunan. Lalu Aliya langsung lari dengan senyum-senyum Aliya langsung mendekati anak kecil itu.

Hai... Salam kenal.. aku baru datang kedesa ini."? Kata Aliya membuka pembicaraan.

Namun anak kecil yang duduk di atas ayunan hanya diam saja dan tidak merespon sama sekali ucapan Aliya.

Namaku aliya, aku baru aja kedesa ini?" Ucap Aliya yang gembira mengenalkan dirinya untuk mengenal gadis kecil yang duduk di ayunan.

Gadis yang duduk diayunan malah tidak mengangguk dan tidak menggeleng hanya diam saja, atas ucapan dan perkataan Aliya.

Kok kamu diem aja sih, kamu mau gak jadi temen aku.?" Kata Aliya yang segera menyodorkan tangannya.

Aku Jenny, aku mau kok jadi temen kamu.?" Ucap Jenny ke Aliya yang menyambut tangan aliya.

Sementara di rumah Aliya, Reihan dan Jihan langsung masuk kedalam rumah kemudian Reihan langsung menunjukkan ruangan kamar dapur dan kamar mandi.

Nah sayang ini kamar kita.? Ucap Reihan yang membuka pintu kamar.

Kemudian Reihan berjalan melenggang pergi lagi menuju kesebuah ruangan, yang gak terlalu luas namun nyaman.

Kalo yang ini, kamar Aliya sayang.!kata reno yang kemudian berjalan lagi dan menggandeng tangan Jihan.

Nah kalo yang ini ruangan dapur, kalo nanti kamu mau cuci piring atau buang air cucian disebelah sana.? Kata Reihan menunjuk kearah pintu jendela, kemudian reihan langsung melihat kesekitarnya.

Lo aliya mana sayang.? Tanya Reihan kaget karena tidak ada putrinya.

Oh ya udah,kalo gitu aku mau keluar dulu ya, mau beli nasi untuk makan kita."? Ucap Reihan yang langsung melihat kearah jam tangannya.

Ya mas, kalo gitu aku bersih-bersih dulu ya.!" Ucap Jihan yang kemudian langsung kearah ruangan depan dan membawa kain pel, sapu serta alat-alat lainnya.

Ya, mas jalan dulu ya,dek assalammualaikum.?" Ucap Reihan.

Waalaikum salam?" Kata Jihan.

Lalu tidak berapa lama Jihan langsung mengepel lantai setelah selesai menyapu, kemudian langsung kearah kaca saat ingin membersihkan kaca jihan tiba-tiba mengintip anaknya yang sedang memajukan Tangan dan bersaliman dengan Jenny, tetapi Jihan tidak melihat Jenny, jihan malah melihat aliya yang berbicara sendiri, hingga membuat jihan merinding dan lari kearah pintu lalu meneriaki aliya.

Jihan menyusuri ruangan demi ruangan kemudian melihat dinding yang catnya mulai keropos termakan usia, Di sentuhnya meja yang terbuat dari kayu jati itu, Jihan mengelap debu dengan ujung jarinya,Ada beberapa lukisan juga yang terpajang diruang tengah,Mulai dari lukisan alam,sampai lukisan abstrak.Hingga jihan menemukan sebuah benda yang berada di salah satu ruangan yang pintunya terbuka, Benda itu tertutup oleh kain putih dan benda itu berbentuk lukisan.

Kayaknya ini lukisan deh, Tapi, kenapa hanya lukisan ini yang ditutup oleh kain.?" Gumam Jihan dalam hati.

Jihan penasaran dengan benda terbalut kain putih itu. Lalu secara perlahan Jihan membukanya dimana kain putih itu sudah banyak debu yang menempel karena sudah lama tak dihuni. Lukisan yang terbalut kain putih itu menggambarkan seorang wanita yang sangat cantik,rambut panjang hitam terurai,hidung mancung,dagu lancip, terlihat seperti seorang model yang ada di lukisan itu. Serta memakai baju dress berwarna putih melambangkan bahwa gadis itu adalah gadis baik-baik.

Keliatannya dia masih gadis.? tapi, kenapa hanya lukisan ini yang tertutup oleh kain.? Ucap Jihan sendiri sambil memperhatikan lukisan.

Lalu Jihan terus memandangi lukisan tersebut dan terus berpikir. Kemudian dengan tiba-tiba sebuah tangan menyentuh pundaknya dan membuatnya terkejut.

Jihan yang terkejut ketakutan dari sentuhan Reihan yang tiba-tiba kemudian langsung berbalik ternyata suaminya.

Aaaahhhhh….Kamu mas aku kira siapa.?" Ucap Jihan yang kaget.

Kaget ya, Ada apa sih! kok kayaknya ketakutan gitu.?" Tanya Reihan.

Gak ada apa-apa kok, Cuma lihat-lihat isi ruangan aja, banyak benda yang kotor kena debu dan cat yang keropos,mas.?" Kata Jihan yang mencoba menenangkan dirinya.

Maklum, bangunan ini udah lama banget, apalagi udah hampir satu tahun gak ada rawat, jadi ya beginilah keadaannya.?" Ucap Reihan menjelaskan keistrinya.

Ya udah nanti aku beresin semuanya, kamu bantuin aku ya, mas? Kata Jihan.

Ya udah, nanti aku bantuin,Tapi kita makan siang dulu, ini aku udah beliin makanan kesukaan kamu? Jawab Reihan.

Ya mas, aku juga udah laper.? Kata Jihan

Oh ya dimana Aliya.? Tanya Reihan sembari melihat-lihat.

Ada dikamarnya mungkin,tadi aku udah kasih tahu kamarnya,mas.! dia bantuin aku beresin kamarnya.? Kata Jihan menjelaskan kesuaminya.

Ya udah,kamu siapin makanannya, aku panggil Aliya dulu, ya.? Kata Reihan.

Ya mas.? Ucap Jihan.

Jihan dan Reihan meninggalkan ruangan yang banyak lukisan hingga karena terburu-buru Jihan lupa menutup kembali lukisannya yang terbalut kain putih tadi.

Jihan yang baru saja selesai memeriksa se isi rumah dan membersihkan rumah kemudian lewat dan mendengarkan Aliya yang sedang berbicara diluar dekat ayunan hingga membuat Jihan bergidik ngeri melihat Aliya berbicara sendiri padahal baru kesini,hingga Jihan memanggil Aliya.

Aliya… Aliya…. Sini.? Teriak jihan dengan panik.

Karena melihat Aliya yang berbicara sendiri Jihan lekas-lekas memanggil Aliya serta Jenny memperhatikan Jihan saat berada di samping Aliya.

Aliya..... Aliya... Sini."? Teriak Jihan lagi, dan melambaikan tangan kearah anaknya supaya Aliya menghampirinya di depan pintu.

Didekat ayunan Aliya yang sedang bersalaman langsung menoleh kearah Jihan, ketika Aliya diteriaki sama mamanya Jihan.

Jenny, aku kemama dulu ya, nanti kita main lagi.?" Ucap Aliya yang meminta ijin ke Jenny, lalu Jenny hanya mengangguk saja atas ucapan Aliya.

Aliya langsung menuju kearah jihan setelah ijin ke Jenny untuk pulang, tetapi Jenny hanya melihat dan memperhatikan Jihan dan Aliya yang sudah lari kearah Jihan.

Jihan melihat keanaknya yang sudah mulai mendekati kemudian langsung menanyai anaknya.

Sayang kamu ngomong sama siapa tadi.?" Tanya Jihan untuk memastikan ke anaknya.

Tadi Aliya lagi ngobrol sama Jenny Ma, temen baru Aliya.!" Kata Aliya dengan wajah polos dengan senyum senang mendapatkan teman baru.

Sekarang jenny nya dimana.?" Selidik Jihan yang ingin tahu ucapan anak nya.

Ada disana, lagi diayunan ma,!" Kata Aliya yang menunjuk ke arah ayunan.

Jihan melihat kearah ayunan, tetapi kosong sementara dipandangan aliya Jenny masih duduk dengan menunduk dengan wajah datarnya memperhatikan jihan yang sedang mengobrol.

Mana gak ada sayang.?" Tanya Jihan yang kaget melihat gak ada siapa-siapa.

Ada disana ma, diayunan.? Kata Aliya yang berkata ke mamanya tanpa melihat keayunan.

Mana emang gak ada siapa-siapa disana kok,?" Kata Jihan dengan bingung.

Loh kok gak ada, mama sih jadi jenny pergi.?" Ucap Aliya yang cemberut karena melihat jenny sudah tidak ada lagi keayunan.

Ya udah kita masuk kerumah yuk sekalian bantuin mama beres-beres didalam.?" Kata Jihan ke anaknya yang masih polos dan lucu.

Ya Ma! kata Aliya langsung masuk kedalam rumah.

Setelah aliya masuk kedalam rumah, lalu reihan sampai kerumah sembari membawa nasi yang di beli nya di warung padang.

Sayang kok kamu disini, katanya mau beres-beres tadi.?" Tanya Reihan yang baru sampe abis beli nasi.

Tadi aku abis panggil aliya, yang bicara sendiri mas.?" Kata Jihan mengadukan kesuaminya.

Ya maklum sayang, kan anak kecil emang suka bicara sendiri.!" Kata Reihan memaklumi sifat anak kecil.

Reihan dan Jihan akhirnya langsung masuk kedalam dan langsung kearah meja yang sudah dibersihkan jihan, kemudian Jihan kedapur mengambil peralatan makan untuk makan bersama.

Aliya.... Ayo kita makan nak,!" Kata Jihan memanggil aliya yang sedang main boneka.

Iya ma, sekarang kamu disini dulu ya jenny, aku mau makan dulu.?" Jawab Aliya yang sedang maenin boneka.

Reihan dan Jihan melihat anaknya yang sedang bermain diruang tamu kemudian berbicara dengan Jenny tetapi Reihan dan Jihan syok atas apa yang di ucapkan Aliya Karena mereka tidak melihat Jenny apa yang dikatakan Aliya. Sementara Jihan mengekor dan mencolek reihan yang sedang menuju kearah aliya.

Tuh kan mas, anak kita bicara sendiri sama temannya.?" Kata Jihan berbisik dengan reihan, serta jihan juga merinding dan ketakutan.

Reihan lalu menghampiri anaknya yang sedang main boneka berbicara sama Jenny tetapi tidak melihat jenny sama sekali.

Nak, kamu lagi bicara sama siapa.?" Kata Reihan.

Aku lagi main sama Jenny ya, temen baruku.?" Kata Aliya dengan polos.

Oh gitu, ya udah mainnya nanti dulu ya, sekarang kamu makan dulu ya nak.?" Kata Reihan sembari berkata dengan lembut.

Kenalin dulu temenku ya, Jenny kenalin ini ayah ku, ayah kenalin ini Jenny?" Kata Aliya memperkenalkan orang tuanya dan Jenny. Sementara Reihan kebingungan melihat anaknya cuma bermain sendiri.

Ya nanti aja main lagi, sekarang kamu makan dulu ya,nak?" Kata Reihan dengan wajah bingung sekaligus melihat istrinya yang sejak tadi diam saja dengan ekspressi ketakutan dan panik.

Lalu Reihan dan Jihan mengajak anak nya kearah meja yang baru saja dibersihkan dan Jihan ke dapur mengambil piring dan peralatan untuk makan, Tak terasa berapa lama kemudian, Hari sudah mulai sore dan suasana rumah semakin mencekam ketika hari sudah ingin menjelang maghrib, ditambah lampu yang kuning diruangan dapur yang terkadang berkedip sendiri membuat Jihan yang saat ini sedang memasak makan malam ingin segera cepat-cepat selesai memasak makan malam dan segera ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaannya didapur, Karena Jihan merasa bulu kuduknya berdiri dan merinding tanpa henti hingga makanan yang dimasaknya matang kemudian cepat-cepat Jihan mematikan kompornya dan membawa makanan yang dimasaknya kemeja makan.

Aliya yang sedang bermain boneka bersama Jenny dan mencari boneka untuk diberikan kepada Jenny untuk mainan Jenny.

Kamu tunggu disini ya, aku ambilin boneka buat kamu maenin juga.? Ucap Aliya sembari beranjak menuju ketempat boneka yang di susun.

Jenny hanya mengangguk sebagai jawaban dari ucapan Aliya. Lalu ketika Aliya mencari boneka Jihan melintas dan Jihan membawa makanan mengintip melihat Aliya mencari boneka.

Kamu pasti senang dengan boneka ini.? Kata Aliya kepada Jenny yang sedang duduk sembari melihat Aliya mencari boneka.

Kemudian Jihan pergi ketika Aliya sudah dapat boneka yang dicarinya, hingga Aliya melanjutkan bermain boneka dan mendengarkan Aliya bicara kepada Jenny yang bertingkah aneh bicara sendiri.

Kamu main sama boneka yang ini aja,aku mau main sama boneka yang ini,Kamu jadi mama boneka itu ya.? Ucap Aliya sembari memberikan boneka.

Lalu datang Reihan dan Jihan bersama menghampiri yang terdengar Aliya berbicara dengan sendiri kemudian penasaran kemudian bertanya dengan penuh kasih sayang.

Aliya, sayang! Kamu lagi ngomong sama siapa.?Kata Reihan sembari menghampiri dan langsung mengelus kepala Aliya yang sedang bermain boneka.

Sama Jenny, Ayah! Oh ya, Ayah belum tahu ya kalau Aliya punya teman baru.? Jawab Aliya sembari sibuk memainkan boneka.

Teman baru.? Pikir Reihan sembari kebingungan mendengar Ucapan Aliya.

Ya yah? Ini teman Aliya, yah! Namanya Jenny!

Jenny, kenalin Ini ayah aku.? Kata Aliya sembari memperkenalkan Reihan dan Jenny.

Reihan dan Jihan saling berpandangan bingung, dan merasakan tidak ingin Aliya bermain lama-lama memutuskan untuk mengajak Aliya makan sore.

Sayang, kita makan dulu yuk, Nanti main lagi.? Kata Reihan sembari membujuk Aliya yang sedang sibuk bermain boneka.

Oke Yah! Jenny aku makan dulu ya,nanti kita main lagi.? Ucap aliya kepada Jenny untuk izin makan.

Lalu Reihan dan Jihan pergi ke ruang makan untuk makan bersama-sama.

Reihan serta keluarga kecil baru saja menyelesaikan makan, kemudian mereka mendengarkan adzan maghrib dan memutuskan untuk sholat maghrib.

Alhamdulillah.? Kata Reihan merasa sudah merasa kenyang sembari bersyukur.

Kok Alhamdulillah, Alhamdulillah kenapa Ayah? Tanya Aliya sembari bingung atas apa yang diucapkan Reihan.

Aliya yang kebingungan dan berusaha ingin tahu atas ucapan Reihan kemudian dengan sabar Reihan menjelaskan secara perlahan-lahan ke anaknya yang ingin tahu.

Aliya sayang, kalo kita itu mendapatkan nikmat dari rejeki yang kita dapat,itu harus patut disyukuri, supaya bisa menjadi berkah,sayang.? Kata Reihan sembari menjelaskan dengan sabar ke anaknya.

Oh begitu, Aliya juga ingin bilang Alhamdulillah, Alhamdulillah hirabbil alamin.? Kata Aliya mengucapkan rasa syukur setelah makan.

Reihan dan Jihan tertawa melihat Aliya yang mengucapkan Alhamdulillah karena mereka sangat senang anaknya begitu cerdas, kemudian mereka sedang tertawa melihat Aliya langsung mendengar Adzan Maghrib.

Aliya sayang, tuh udah adzan, kita sholat jama’ah yuk.? Kata Reihan mengajak anaknya untuk sholat.

Hayu.. ayah.? Jawab Aliya sembari mengangguk dengan patuh.

Lalu Reihan serta Aliya dan Jihan langsung pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat maghrib berjamaah.

Reihan serta anak dan istrinya sedang menjalankan sholat maghrib dengan khusyu, tiba-tiba saja ke khusyu’an Jihan berkurang karena merasakan ada Sosok yang meniup lehernya hingga membuat Jihan tidak khusyu lagi. Kemudian Jihan merasakan sekujur tubuhnya merinding sampai raka'at terakhir saat tahiyat akhir, Jihan kembali mendapatkan godaan, bukan tiupan di lehernya melainkan bisikan.

Aku menginginkannya.? Kata Sosok membisiki Jihan.

Jihan merasakan semakin ketakutan hingga Reihan mengucapkan salam dan menyelesaikan sholat berjamaah.

Assalammualikum…wr..wb… assalammualaikum…wr..wb…. Ucap Reihan sembari menoleh kekiri dan kanan.

Jihan dan Aliya juga mengikuti Reihan yang mengucapkan salam tanda sholat jamaahnya selesai. Kemudian Reihan yang baru saja menyelesaikan sholat maghrib dan mengucap salam, kemudian berbalik lalu Jihan dan Aliya menyalami Reihan. Lalu Reihan memperhatikan dan membuat Reihan jadi bingung melihat Istrinya yang sedang melihat kebelakang dengan bingung mencari sesuatu serta berpikir.

apa yang ia diinginkan, Apa hanya perasaanku aja, tapi suara itu jelas banget.? Gumam Jihan dalam hati berpikir dalam kebingungan.

Setelah mencari disekitar sembari ketakutan dan tidak menemukan apa pun. Hingga Reihan melihat Jihan yang sedang mencari sesuatu penasaran.

Ada apa,sayang.? Tanya Reihan.

Gak, mas! Gak ada apa-apa.? Elak Jihan yang tidak ingin bicara.

Kalo gak apa-apa, kenapa kamu kelihatan kayak cemas gitu.? Kata Reihan sembari kebingungan.

Mama… apa mama lihat sesuatu.? Tanya Aliya sembari memeperhatikan Jihan.

gak sayang.? Jihan mengusap kepala Aliya kemudian celingukan.

Reihan melihat Jihan yang masih celingukan seperti mencari sesuatu dan Reihan jadi penasaran.

Kamu nyari apa sih, sayang.? Tanya Reihan juga ikut melihat kesekelilingnya.

mmm…. Tadi pas kita sholat ,ada yang niup leherku,mas.? Terus pas mau salam,ada yang bisikin telingaku,dia bilang “AKU MENGINGINKANNYA” begitu mas.? Kata Jihan menjelaskan.

Mungkin itu hanya perasaanmu aja kali, dirumah ini kan hanya kita bertiga, sayang.? Kata reihan menenangkan istrinya.

Iya sih, Mas Tapi aku dengernya jelas kok. Suaranya seperti perempuan. Tapi serem banget. Mangkanya tadi sholatku jadi gak khusyu, aku takut mas.? Kata Jihan yang menjelaskan dengan rasa ketakutan.

kamu gak usah takut, kan kamu gak sendiri, ada aku, ada Aliya juga.? Kata Reihan.

Tapi mas… ucap Jihan dengan ragu.

Kita juga punya tetangga,kalau misalnya kamu takut dirumah pas aku kerja, kamu bisa kok main kerumah tetangga sebelah,kebetulan aku juga kenal orangnya. Nanti kamu aku kenalin sama mereka,udah jangan takut lagi ya,sayang.? Kata Reihan menjelaskan.

Ya mas.? Aku siapin teh ya mas.? Kata Jihan

Ya sayang,Jangan takut lagi ya.? kata Reihan membujuk.

Kemudian Jihan melepaskan mukenanya dan ingin menyiapkan teh untuk mereka minum lalu Reihan berdiri kemudian pergi keteras, dan Aliya izin ingin ke kamarnya.

Ma,Aliya ke kamar dulu ya, mau main boneka.? Izin Aliya sembari membuka mukenah.

Ya sayang.? Jawab Jihan.

Lalu Aliya langsung lari menuju kamarnya. Sementara Jihan melipat mukena nya dan Aliya kemudian beranjak pergi ke dapur untuk membuat teh.

Lanjut membaca
Lanjut membaca