Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Darma dan Bunian

Darma dan Bunian

Rumpumpum | Bersambung
Jumlah kata
25.3K
Popular
100
Subscribe
3
Novel / Darma dan Bunian
Darma dan Bunian

Darma dan Bunian

Rumpumpum| Bersambung
Jumlah Kata
25.3K
Popular
100
Subscribe
3
Sinopsis
18+HorrorHorrorDunia Gaib21+
Jauh dari hiruk pikuk kota, tepat dibelakang gunung dan menghadap laut, terdapat desa kecil yang hidup dalam zona waktunya sendiri. Desain yang dikelilingi oleh hutan tempat para bunian hidup mengamati manusia. Lakantora merupakan bunian yang paling ditakuti diantara bunian lainnya, dia lah pemimpin dari para bunian. Suatu hari, muncul seorang manusia baru di desa tersebut. Darma, hadir dari kota dan kembali ke desa untuk menjaga rumah warisan kakek. Hidupnya yang berbeda dari warga desa lainnya memunculkan ketertarikan Lakantora yang belum pernah melihat kota modern manusia. Sementara Darma yang tak pernah percaya akan hal mistis, mau tak mau kini berhadapan dengan dunia magis tersebut. Bermula dari buku catatan tua si kakek, perlahan Darma mulai mengenal desa tersebut dan penghuninya, manusia dan bunian. Darma, manusia yang baru memasuki dunia magis memulai pertemanannya dengan Lakantora, bunian yang penasaran akan kehidupan manusia modern. Pertemanan keduanya haduh dari normal, melintasi dua dunia yang bersinggungan dan dipenuhi misteri magis.
Bab 1

"Tolong, kami mohon ampun."

"Tolong ampuni kami."

"Kami sungguh tak sengaja"

"Ampuni kami"

Teriakan minta tolong terdengar menggema di malam yang gelap. Mereka memohon ampun. Mereka berharap dengan memohon maka nyawa mereka akan diselamatkan. Badan mereka mengarah kepada satu sosok yang jelas tampak tak perduli dengan permohonan mereka.

Terdengar suara gemericik api yang melahap kayu terdengar jelas. Api tersebut menjadi satu-satunya sumber cahaya di tengah hutan yang gelap gulita. Tak terdengar suara hewan atau pun angin, hanya api yang sedang kelaparan dan permohonan ampun.

Mereka yang memohon ampun, dengan rasa takut melihat sosok yang sedang duduk tersebut. Dia yang ditakuti seluruh penunggu hutan.

Sosoknya sedang duduk di batang pohon yang telah tumbang, kaki yang satu menapak tanah dan yang satunya diangkat bersandar ke batang pohon. Kain putih bersih menyelimuti badannya. Dan wajahnya ditutup kain putih tipis, memperlihatkan ekspresinya yang jelas tak peduli dengan permohonan ampunan dari orang-orang di depannya. Sesekali tangannya mengutip ceri hutan berwarna merah dari seseorang di kirinya, seorang pelayan dengan pakaian yang sama hanya saja tak seputih sosok tersebut. Warna merah dari ceri hutan itu terlihat kontras dibandingkan tangannya yang berwarna abu-abu, tak seperti manusia. Karena dia memang bukan manusia, tak ada satupun di antara mereka yang manusia. Mereka semua adalah bunian.

Bunian merupakan cerita lama, setidaknya banyak yang beranggapan demikian. Saat ini banyak yang tak percaya akan bunian. Bagi mereka kalau bunian hanyalah dongeng khayalan, fiksi, dan tak ada benarnya. Namun di saat yang sama, masih banyak pula yang percaya akan manusia bunian, makhluk halus yang hidup jauh dari manusia seperti di tengah hutan. Ada juga yang menyamakan bunian dengan peri pada cerita-cerita dongeng Eropa.

Di hutan ini, hidup pula sekelompok manusia bunian tersebut. Meski memiliki kulit berwarna abu-abu, namun mereka memiliki paras yang diidam-idamkan oleh manusia umumnya. Fungsinya adalah untuk menarik hati para manusia. Mereka seringkali terlihat samar, pada awalnya. Namun jika kamu yang merupakan manusia berinteraksi terus menerus dengan mereka, maka mereka akan terlihat semakin jelas di matamu. Yang mana tentu saja akan bahaya karena kau akan jatuh hati. Masalahnya, begitu sudah jatuh hati kepada orang bunian, tiada siapa yang bisa berpaling kembali ke dunianya yang lama. Tak jarang, mereka yang jatuh cinta kepada manusia bunian berakhir menghilang hidup didunia bunian atau pun menjadi gila.

Tangisan permohonan ampun itu masih terdengar, nyari seperti nyanyian. Apa yang sebenarnya terjadi kepada mereka, hingga nyawa seolah menjadi taruhan jika mereka berhenti memohon. Jawaban singkatnya, mereka telah melanggar aturan dari kehidupan bunian di wilayah tersebut. Dan mereka harus menanggung konsekuensinya.

Bunian dasarnya hanya memperdulikan hidup mereka sendiri. Namun memang tak jarang bahwa bunian, sama dengan beberapa manusia akan merasa sedikit usil sehingga mereka ingin menganggu. Oleh karena itu, tak jarang terdengar cerita seorang manusia yang jatuh cinta atau berakhir gila karena bunian. Bunian tak mampu untuk jatuh cinta kepada manusia, jarang terdengar bahwa mereka merasakan perasaan kasihan kepada manusia. Namun memang sesekali akan terdengar cerita dimana makhluk bunian timbul rasa sayang kepada manusia. Perlu diketahui bahwa perasaan sayang bunian kepada manusia ini tak berbeda jauh dengan perasaan sayang manusia kepada peliharaan mereka. Tak lebih.

Namun setiap makhluk memiliki hasrat. Dan bagi bunian, tak jarang di antara mereka yang memiliki hasrat kepada manusia, terkadang seksual dan terkadang sama seperti lapar. Bunian, dalam aturan apa pun dilarang memakan manusia. Dan itu lah yang mereka langgar. Mereka telah memakan seorang manusia.

Aturan ini hadir dengan alasan sederhana. Bunian ingin hidup untuk dirinya sendiri, jauh dari kekacauan. Dan manusia seringkali membawa kekacauan. Ini merupakan alasan kenapa bunian sering kali hidup jauh dari manusia. Mereka mungkin sesekali turun mencari hiburan namun tak lama akan kembali ke lingkungan hidup mereka sendiri. Dan dengan memakan manusia, kedamaian ini akan bisa musnah. Para manusia tentu saja akan mencari para bunian dan meski mereka mati terluka, mereka akan menghancurkan kedamaian para bunian.

Di antara para bunian, Lakantora lah yang paling membenci ketika ketenangannya diganggu. Dia telah hidup beratus tahun sehingga sesekali ia membutuhkan hiburan, itulah yang menjadi alasan kenapa dia mengizinkan sekelompok bunian yang sedang memohon ampunannya untuk turun ke desa manusia dan mungkin membuat sedikit kegaduhan. Sejujurnya dirinya hanya ingin tau ada perkembangan apa di dunia manusia. Namun yang tak dirinya sangka adalah mereka malah membunuh seseorang dan bahkan memakannya.

Tak lama lagi, para manusia akan menyadarinya dan kenyamanannya akan terganggu. Lakantora membenci hal-hal ini. Jawabannya sederhana, membunuh mereka fyang bertanggung jawab. Nyawa dibalas dengan nyawa. Dengan demikian ketika manusia datang menuntut adil, dia bisa berdalih.

Sebenarnya sebagai bunian, dia tak perlu sepusing ini. Toh bunian biasa pun mampu mengelabui manusia. Namun setelah selama ratusan tahun, dia merasa sayang jika harus membiarkan para manusia itu murka. Dia telah memelihara para manusia itu cukup lama. Belum lagi para manusia kali ini telah memelihara lingkungan tersebut dengan sangat baik. Tanpa merusak berlebih. Dan buahan hutan pun lebih banyak dan terjaga. Manusia pun memberikan hiburan yang menarik bagi para bunian, terutama bagi Lakantora.

Lakantora mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk kesal. Matanya menatap tajam kepada tiga orang dihadapannya. Kesal ada di dalam hatinya. Lakantora tidak habis pikir bagaimana ketiga bunian di hadapannya berani untuk bertindak sejauh itu. Aturan itu bahkan bukan yang membuat, tetapi leluhur lama yang ada lebih dulu dibandingkan mereka.

Duk duk duk..

Suara gelindingin batangan kayu terdengar dari belakang ketiga bunian tersebut. Ketiganya semakin menundukkan kepala, bahkan terlalu takut untuk melihat ke belakang. Tanpa melihat pun mereka tahu alasan dari kayu-kayu kurus tersebut, yakni untuk menjadi hukuman mereka. Hanya saja mereka belum tahu hukuman seperti apa yang akan mereka terima menggunakan kayu-kayu tersebut.

Lakantora sejujurnya merasakan sedikit kebimbangan di dalam dirinya, tindakan seperti apa yang harus dia ambil. Tindakan ini merupakan sesuatu yang melanggar aturan besar yang telah ditetapkan berabad lamanya, dari sebelum dirinya berkuasa menjadi kepala bunian di sini. Namun dirinya juga merasakan keanehan tersebut. Bisa saja memang mereka berbohong mengatakan kalau mereka lupa dengan apa yang terjad. Namun melihat reaksi mereka, Lakantora tahu bahwa mereka tak sedang berbohong. Perasaan bingung dan horor itu jelas tergambarkan di wajah mereka.

Lakantora melihat ke arah mayat tersebut, dibaringkan di atas tumpukan dedaunan untuk menutup aromanya. Bunian lain mungkin tak menyadarinya sekarang berkat dedaunan yang telah dimantrai Lakantora, namun dari jasad tersebut keluar aroma yang manis masuk ke indera penciuman Lakantora. Aroma ini tak biasa hadir di tubuh manusia. Dirinya yakin bahwa aroma manis tak biasa ini yang menyebabkan ketiga bunian di hadapannya seolah gila sesaat hingga memakan manusia tersebut. Pertanyaannya bagaimana manusia itu bisa semanis ini?

Lakantora menarik nafas panjang. Dia bukanlah tipe yang suka untuk memimpin. Dari awal pun dia tak ingin menjadi pemimpin para bunian ini. Tak ada untungnya bagi dirinya, yang ada hanya pusing seperti yang dia rasakan saat ini. Namun dirinya tak ada pilihan lain karena para bunian terdahulu melihat kekuatannya yang besar dibandingkan bunian lainnya. Dan di dunia yang mana kekuatan menjadi sumber hierarki, dia terpilih atau lebih tepatnya terpaksa menjadi ketua bunian di sini. Lakantora berpikir, sekiranya apa yang akan dilakukan para pemimpin sebelumnya atau bunian terdahulu jika situasi ini terjadi. Yang jelas pilihannya untuk saat ini tak banyak, dirinya hanya bisa mengurung ketiga bunian tersebut selagi mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan membicarakannya dengan tertua desa manusia itu nantinya.

Lanjut membaca
Lanjut membaca