Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Maafkan Aku Yang Mencintaimu

Maafkan Aku Yang Mencintaimu

Fee Shine | Bersambung
Jumlah kata
31.1K
Popular
100
Subscribe
9
Novel / Maafkan Aku Yang Mencintaimu
Maafkan Aku Yang Mencintaimu

Maafkan Aku Yang Mencintaimu

Fee Shine| Bersambung
Jumlah Kata
31.1K
Popular
100
Subscribe
9
Sinopsis
18+PerkotaanSlice of life21+BisnisUrban
Alif Hamzah Wicaksono adalah mahasiswa semester akhir di sebuah kota pelajar. Pria 22 tahun yang lahir di satu kota yang terkenal akan kerajinan dan pertaniannya. ***** "Akhirnya kita ketemu sekian lama" Fiolin tersenyum sambil malu-malu, dengan wajah yang bersemu merah. "Ya, aku bahagia sekali" sambil menggenggam tangan Fiolin dan menciumnya dengan penuh kehangatan. ***** "Pelan pelan Al, sakit" dada bergemuruh antara degdegan, takut dan menikmati campur menjadi satu. "Oh honey sungguh luar biasa, aku pelan pelan ya tahan honey" dengan lembut dan pelan Alif berusaha menerobos kenikmatan dunia yang pertama dia rasakan. "Aaahhh sakit Al" jerit manja Fiolin ketika ada benda aneh yang berhasil menorobos masuki miliknya. Masih dalam kehangatah penyatuan yang sempurna Alif memejamkan mata dan tangan saling mencengkeram. Perlahan tapi pasti ritme tercipta begitu indah, tak ada lagi rintihan kesakitan dari dua insan yang lagi dimabuk cinta. Kini berganti dengan suara desahan dibawah kenikmatan yang tiada tara. Daaann..... "Aaahhhhh" suara lenguhan panjang dari keduanya, sama - sama mendapatkan pelepasan di puncak kenikmatan luar biasa..... "Honey....."
Bab 1

Hari ini adalah hari pengumuman kelulusan di universitas ternama di kota Riuh. Dan semua mahasiswa maupun mahasiswi merayakan kelulusan. Hampir di semua sudut kampus dipenuhi para mahasiswa dan mahasiswi yang berkumpul dan bergerombol, ada yang sekedar bercanda dan ada yang sedang mengatur rencana mereka untuk merayakan kelulusannya. Di sela waktu yang kosong sampai waktu wisuda tiba.

"Alif" reflek menoleh mencari suara yang memanggil namanya.

Alif Hamzah Wicaksono adalah mahasiswa semester akhir di sebuah kota pelajar. Pria 22 tahun yang lahir di suatu kota yang terkenal akan kerajinan dan pertaniannya. Alif merupakan anak tunggal dari keluarga yang cukup disegani di daerahnya.

"Doni" sahutnya, melihat Doni yang sedang berlari mendekat.

Dialah Doni Prakoso anak dari salah satu orang terpandang dan ternama di kota itu.

"Lhu mau kemana hari ini" sambil berjalan kearah sisi kampus.

Dia hanya menggelengkan kepala.

"Ok nanti malam kita ngumpul bareng seperti biasa ya, ntar jam 7 kita cabut"

"Ok"

Percakapan singkat itu berakhir sampai di tempat parkir dan merekapun berpisah.

------

Jam menunjukkan tepat pukul 7 malam dan Alif pun sudah menunggu Doni di tempat kontrakannya bersiap untuk berangkat . Tak lama Doni pun datang dengan motor merahnya keluaran terbaru dengan harga yang cukup fantastis.

"Tin tin tin" klakson motor dibunyikan beberapa kali.

Dan Alif pun keluar sambil menenteng helm di tangannya. "Berisik nyet, bisa gak lhu gak berisik" protes Alif pada Doni.

"Hahahaha, cepetan yang lain uda pada nungguin" jawab Doni.

"Lhu yang lelet kenapa lhu yang ngomel, aku mah uda siap dari tadi kali" jawabnya sambil berjalan mendekati Dion. Alif pun naik ke motor dan mereka berangkat ke tempat yang sudah di tentukan sebelumnya.

-------

Tak butuh waktu lama hanya 15 menit mereka sampai di tempat tongkrongan. Mereka turun dan mereka juga melihat yang lain sudah ada di sana. Rehan Hutama, Soni Indargi dan Feri Adriansyah Putra mereka adalah teman satu kampus tapi beda fakultas.

*Just info

Rehan merupakan anak tunggal dari pengusaha terkaya di kota Riuh.

Soni anak tertua dari salah satu pengusaha properti dari kota Damai.

Feri adalah sepupu dari Doni, dia adalah anak bungsu dari tiga bersaudara putra dari salah satu orang terpandang dan berpengaruh di kota Riuh.

"Akhirnya datang juga" cuit si Rehan.

"Lhu berdua lama banget sich" timpal Feri.

"Ini nich lama banget make-upnya " seloroh Doni sambil menabok lengan Alif.

Tak terima Alif pun menyaut "Enak aja, lhu yang jemputnya kelamaan lhu kali gambar alisnya kelamaan"

"Hahahahahah" mereka berlima pun tertawa bersama.

mereka pun masuk dan duduk di meja paling ujung di lantai dua. Dan mereka memesan minuman serta makanan sekalian makan malam.

Tanpa menunggu lama pesanan mereka datang. Obrolan merekapun terhenti

sementara. Merekapun menyantap dan menikmati hidangan yang mereka pesan.

"Setelah ini lhu pada mau kamana nyet" tanya Alif pada temannya.

"Kalau gua mau pulang lah trus bocan alias bobok cantik" jawab Doni sambil tertawa.

"Haiiissss lhu ya... gua kagak tanya soal itu kampret" protes Alif sambil menepuk jidatnya.

"Lha emang salah ya, kan lhu tanya mau kemana, ya gua jawablah" jawab Doni sambil mengunyah makanan.

"Maksud gua setelah lulus kuliah nanti. Lebih tepatnya setelah WISUDA gua ulangi ya setelah WISUDA" sambung Alif sambil pertegas pertanyaannya.

"Ooohhhh" serempak jawab mereka berempat.

"Wkwkwkwk" disusul gelak tawa bersama sama.

Alif menggeleng gelengkan kepala melihat kekompakan keempat temannya.

Mereka emang Rendom banget tapi di antara 5 sahabat ini Alif lah yang paling sedikit serius.

"Santai booosss" seloroh Feri.

"Kalau lhu sendiri mau kemana" tanya Doni pada Soni.

"Gua mau nerusin usaha bapak gua lah, secara gua kan anak paling ganteng sediri" jawab soni sambil tertawa pede.

"Kalau gua mungkin nerusin ke luar negeri" Jawab Feri.

"Gua mau ngelanjutin lagi di sni aja dech" Jawab Doni.

"Kalau lhu gimana Al ????" Tanya kompak keempatnya pada Alif.

"Gua mungkin mau balik pulang kasihan ortu kagak ada yang nemenin" jawab Alif.

Gak kerasa waktu semakin larut dan mereka pun memutuskan untuk pulang. Sambil ngobrol di sepanjang jalan menuju tempat parkir.

"Braaak" suara yang begitu keras berhasil membuat kelima cowok ganteng itu terkejut.

Dan mereka berlima kompak menolehke sumber suara. Daaan tereeeeeng

"Astaga Motor gua" teriak Doni sambil berlari menuju motornya yang sudah roboh.

Alif, Rehan, Feri dan Soni pun berlari kearah sumber suara dan melihat Doni yang berusaha menegakkan motornya.

"Haloooo pemirsa yang roboh motor gua tapi kenapa lhu pada malah nolongin dia sich". Protes Doni pada teman temannya.

"Aduuuhhhh" suara kesakitan seorang cewek.

Ya keempat cowok ganteng itu tengah menolong seorang cewek yang sudah menabrak motor kesayangan Doni.

"Sintia" Rehan dan Feri kompak menyebutkan satu nama setelah cewek itu membuka helmnya.

"Aduh sakit" aduh Sintia mengeluh kesakitan pada bagian kakinya.

"Lhu gak papa" tanya Doni yang juga ikutan menolong cewek itu berdiri dari tertindih motornya.

"Sakit Doni, uda tau gua kesakitan malah ditanya lagi" protes Sintia pada Doni sambil mengaduh kesakitan.

"Ehhhmmm siapa nich......" goda Feri yang membuat mereka berdua terdiam dan menoleh bersamaan ke arah Feri.

Dan itu membuat Rehan hampir tertawa.. Sedangkan Alif dan Soni saling bertatapan dan mengedikan bahu mereka.. Dan rasa penasaran itu membuat Alif berbisik pada Rehan "ada apa sich?".

"Uda lihat saja ntar lhu bakalan tau juga" jawab Rehan dengan santainya.

"Eh....kalian berdua e bertiga ngapain ?" Seru Doni pada ketiga temannya yg sedang berbisik bisik.

"Kagak" jawab cepat Rehan.

"Ya tolongin dong, berdiriin motor gua kek ato nolongin motornya mak lampir ini kek" sewot si Doni.

Setelah kedua motor sudah berhasil di tegakkan dan di standartin, mereka semua akhirnya memutuskan untuk menepi dan duduk di bangku panjang di area parkiran.

"Ke sana aja dech, eh lhu jangan kabur ya!" Teriak Doni pada Sintia sambil membalikkan badan ke arah Sintia.

"Apa lhu kata??, Gua kabur??, mata lhu jereng ya. Kaki gua kesakitan bagong!!!" Kesal Sintia sambil berkacak pinggang meringis kesakitan dan menunjuk kakinya yang sudah mulai memerah kebiruan akibat tertimpa motor.

"Heiii lhu berlima kagak liat apa gua pincang begini, tolongin napa!!!" protes Sintia pada kelia cogan alias cowok ganteng yang sudah berjalan di depannya.

Alif pun berjalan berbalik arah menuju Sintia dan mengulurkan tangannya sebagai tanda bantuan untuk pegangan Sintia berjalan.

"Yakin lhu Al mau nolongin dia?" tanya Doni yang mengandung ejekan.

"Iya, Kenapa?" Jawab dan tanya Alif balik.

"Gak napa napa, hati hati aja Al kalau gigit ntar lhu rab*es hahaha" jelas Doni sambil ketawa renyah.

Tawa Doni makin membuat Sintia dongkol dan.....

"Bruuukkk" sepatu telah mendarat di kepala Doni.

"Auuuuuu" suara reflek otomatis keluar dari mulut Doni.

"Awas lhu yeee gua bejek bejek lhu ya" umpat Sintia sambil melompat satu kaki kearah Doni.

Pemandangan itu membuat empat cogan lainnya tertawa bersama.

------

Lanjut membaca
Lanjut membaca