
TERJERUMUS BIRAHI TERLARANG
Poetra Sago|Bersambung
- Jumlah kata
- 113.7K
- Popular
- 2.5K
- Subscribe
- 549
- Jumlah kata
- 113.7K
- Popular
- 2.5K
- Subscribe
- 549
Sinopsis
Peringatan!! cerita ini penuh adegan dewasa, sehingga pembaca harus bijak dalam memilih bacaan cerita ini untuk range usia ++21 keatas!!+ khusus nya para wanita, sebab jika sampai kalian kepengen dan horny, Author tidak beratnggung jawab..!! Bayu seorang pria yang selama ini selalu berjalan dijalan lurus, memiliki keluarga yang bahagia dengan istri dan seorang anak laki-laki yang mulai beranjak remaja. Dia tinggal dirumah mertua karena memang tidak diizinkan untuk pindah, tanpa disadari waktu berlalu, adik ipar yang selalu digendong dari kecil telah berubah menjadi gadis remaja yang sangat cantik, hidup Bayu berubah saat tanpa sadar si adik ipar salah kirim foto bugilnya yang seharusnya buat pacar nya malah masuk ke wa Bayu, ternyata nafsu adik ipar nya sangat besar, Lidya sang adik ipar berulangkali mengintip Bayu mandi dan menggodanya dengan ucapan memancing maupun berpakaian seksi, bahkan tidak jarang gadis itu sengaja tidak memakai bra maupun celana dalam saat didekat Bayu, sehingga terjadilah hubungan terlarang antara mereka.
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
1~ Hukuman nikmat buat Lidya
Bayu memeluk pinggang Lidya yang sudah pasrah, pikiran dan otaknya di sudah dipenuhi oleh birahi, mata nya sayu menanti serangan sang kakak ipar.
"Bang...ya dah gak kuat!" desis gadis itu, tapi Bayu tidak mempedulikan rengekan gadis itu, ia harus diberi pelajaran karena telah berani menggodanya dengan sengaja memamerkan pangkal paha nya yang tidak mengenakan celana dalam.
Bayu mengangkat Tubuh Lidya keatas sofa, kaki gadis itu ia kangkangkan, sehingga gua kenikmatan itu terkuak.
"Hmm...warna nya masih pink, ternyata si Irfan keparat itu belum maksimal mengobrak abrik lobang sorga gadis ini" bisik Bayu, ia pun menguakkan bibir kemaluan gadis itu dengan jari, dan lidah nya mulai menjilati lobang itu, lidah nya bermain dengan sangat lincah
"Oughh...bang! terusss, enak Banggg" Lidya mengelinjang dan mengangkat pantat nya saat lidah Bayu dengan pelan tapi pasti menjilati bibir kemaluan nya dengan hangat.
"sluuurrbb..." terdengar suara lidah Bayu menjilati lobang kenikmatan adik iparnya dengan intens, sehingga gadis itu makin mengelinjang, cairan kenikmatan nya telah membanjiri pintu goa nya. rasa asin tapi gurih membuat Bayu makin semangat.
"Banggg...aku gak kuaaatt! masukin cepat bang!!" desah gadis itu, nafas nya mulai terasa sesak, karena Bayu tidak kunjung melakukan permintaan nya, gadis itu berusaha bangkit untuk meraih pentungan arab milik Bayu yang sudah berdiri maksimal, terong ajaib itu berkilau karena sudah ngaceng minta dimasukin ke sarang nya.
karena merasa sudah waktunya, Bayu kembali mengangkat pinggul gadis mungil itu keatas pangkuan nya, Lidya yang sudah menggigil menahan birahi nya sontak langsung meraih penis Bayu dan memasukkan ke lubang kenikmatan nya.
"Arggghh.." gadis itu berteriak karena rudal itu terasa sangat besar dan terasa sempit saat memasuki lobang sorganya, rudal itu terasa sangat seret, tidak seperti punya pacarnya yang standart, perih yang dirasakan Lidya melebihi ketika diperawani Irfan, pacarnya.
"Oughhh....enak baaangg!" pekik gadis itu saat rudal Bayu berhasil masuk sempurna, gadis itu mengoyangkan pantat nya karena rudal Bayu terasa mentok sampai ke rahim nya, padat dan hangat.
Bayu meraih dua daging kenyal yang tergantung indah didada Lidya, tangan nya meremas dengan lembut dibarengi dengan kecupan hangat, puting gunung kembar nan kenyal itu makin mengeras menandakan nafsu gadis itu sudah di ubun-ubun. gerakan nya makin liar turun naik dipangkuan Bayu, gesekan benda lonjong besar itu makin membuat gadis itu makin dimabuk kenikmatan yang baru pertama kali ia rasakan, ia menyesal mengapa keperawanan nya tidak ia persembahkan kepada suami kakak sepupu nya ini, tahu kalau akhirnya persetubuhan yang ia idam-idamkan sejak dahulu akhirnya bisa terwujud.
Bayu akhirnya mengangkat tubuh mungil itu dan membaringkan nya di sofa tanpa mencabut pusaka kebanggaan nya dari sarung sempit dan legit milik Lidya.
Bayu mengangkat kaki Lidya ke bahunya sehinga lobang sorgawi itu nampak mengkilat karena cairan gadis itu sudah muncrat beberapa kali dan menyiram kepada rudal Bayu. vagina wanita itu sudah becek sehingga terdengar suara kecipak setiap Bayu mengenjot lobang sorgawi Lidya.
"Oughh...terus bang! nikmaatttt....lebih cepat lagi Bang! ya merasa mau keluaarrrr laghiii......oughhh" ceracau gadis itu makin liar mengoyangkan pantat nya menyambut setiap genjotan Bayu di vagina nya.
"nikmaaaatttt....terus baaaangggg!!" gadis itu tidak lagi menahan suara nya, karena ia tahu cuma ada mereka berdua di rumah, Lina kakak sepupunya sedang bekerja dan keponakan nya juga sudah berangkat sekolah. otomatis tiada satupun yang akan mendengar desahan dan teriakan nya pagi ini.
Lidya bangkit dan merubah posisi nya, ia memegang sandaran sofa dan membelakangi Bayu dalam posisi menungging. tangan nya dengan cepat meraih si Buyung milik Bayu dan memasukkan kembali ke mulut bawah nya.
"Wahh...ternyata dia sudah punya pengalaman di kentot dari segala arah, babi gemuk itu betul-betul telah merusak bunga yang ku jaga sedari kecil dengan bermacam gaya bercinta." umpat Bayu karena Lidya yang selama ini dijaga nya malah telah diracuni pacarnya dengan seks.
"Buruan Bang! puasin Ya bang!! kentot iya sampai lemas bangggg!!" desah gadis itu dengan kata-kata jorok yang belum pernah Bayu dengar dari mulut mungil adik iparnya ini sebelum nya.
Bayu makin bersemangat mengayun pantatnya maju mundur menghujamkam tongkat pusaka nya itu ke liang kenikmatan gadis itu.
Lidya pun mengimbangi dengan mengoyangkan pantat nya untuk meraih kenikmatan yang baru kali ini ia rasakan. peluh sudah membasahi tubuh kedua insan yang sedang berpacu mengejar kenikmatan surgawi.
sampai akhirnya gadis manis itu mengejang, pantatnya terangkat dan bibirnya bergetar menahan orgasme nya.
"Banggg....aku keluaaaarrrrrr...aaargghhh" pekik gadis itu sambil meremas punggung Bayu dan menahan agar penis Bayu tetap tertahan di vagina nya. lobang itu berdenyut dan menjepit penis Bayu dengan ketat sehingga Bayu pun akhirnya juga mendongak dan menyemprotkan cairan kenikmatan nya kedalam rahim sang Adik ipar yang sangat menggoda iman nya tersebut.
mereka terkapar dengan kepuasan terpancar di wajah, Bayu kembali memeluk Lidya yang menyandarkan kepalanya di dada Bayu.
"Ya...Lidya! kamu dimana? Tolong buka pintu! " terdengar panggilan dari luar rumah, sontak saja kedua insan itu tersentak dan bergegas bangun, mereka terburu-buru memakai baju sebelum pemilik suara itu memasuki rumah.
"Mama bang!" bisik gadis itu panik.
"Tunggu abang masuk kamar dulu, baru buka pintu" balas Bayu seraya berlari cepat kekamarnya.
setelah dirasa aman, Gadis itu baru membuka pintu.
"Kamu kemana saja? sedari tadi mama manggil-manggil tapi tidak ada jawaban" sang mama langsung ngomel karena Lidya lama baru membuka pintu.
"Iya dari kamar mandi ma, buang hajat! gimana mau buru-buru buka pintu kalau masih gantung" jawab Gadis itu.
"Kakak mu sudah pergi kerja?"
"Udah, tadi jam 7 kak Lina udah berangkat.
"Abang mu mana? masih tidur?" Tanya sang mama karena tidak melihat keberadaan menantu dari kakak nya itu.
"Seperti nya, Bang Bayu baru tidur ma, karena semalam Iya liat Abang lembur mengerjakan pekerjaan nya, tadi sebelum kak Lina berangkat, Bang Bayu masih sempat ngopi di dapur" balas Gadis itu berdusta.
"Lalu kamu sendiri kenapa belum berangkat kuliah? libur atau bagaimana?" cecar sang mama yang merasa heran karena sang putri masih dirumah.
"Kuliah siang, ma! lagi pula hari ini Iya cuma mau konsul dengan dosen pembimbing saja mengenai Skripsi Iya" sahut Gadis itu menjelaskan.
"Ohh...gitu?" ujar wanita parobaya itu singkat.
"Lagian mama lucu, kalau Iya gak dirumah, lalu mama mau teriak-teriak sampai jam berapa minta di bukain pintu? dah tahu Bang Bayu pasti tidur." sambung gadis itu.
"Mama teriak manggil kamu karena melihat motor mu masih nangkring di ruang tamu, itu tanda nya kamu masih dirumah.
"Lagian kok tumben mama kesini pagi-pagi? emang mama gak mempersiapkan keperluan papa dulu?" tanya Gadis itu heran.
"Papa kan dinas keluar kota!" sahut wanita itu.
"Lalu mama kesini mau ngapain? untung Iya masih dirumah" tanya Lidya kembali yang merasa aneh atas kedatangan mama nya sepagi ini.
"Eee...Hmm...mama kebetulan lewat sepulang dari pasar, karna melihat motor mu, makanya mama mampir" sahut wanita parobaya itu terlihat gugup menjawab pertanyaan anak gadis nya yang secara mendadak itu.
Wanita parobaya itu seperti menyembunyikan sesuatu tentang kedatangan nya pagi-pagi dirumah Keponakan nya.
"Mama ada perlu dengan Kak Lina atau Bang Bayu?" tanya Lidya dengan penuh selidik.
"Iya, ehh...tidak! Mama hanya ingin tahu keadaan mu saja" kilah wanita itu mencoba menutupi maksudnya yang sebenarnya.
Daftar bab
83 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








