Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Pria Pilihan Lady Elara

Pria Pilihan Lady Elara

Dianonnie | Bersambung
Jumlah kata
66.4K
Popular
458
Subscribe
107
Novel / Pria Pilihan Lady Elara
Pria Pilihan Lady Elara

Pria Pilihan Lady Elara

Dianonnie| Bersambung
Jumlah Kata
66.4K
Popular
458
Subscribe
107
Sinopsis
18+PerkotaanSupernaturalHaremSupernatural21+
Warning!!! banyak mengandung unsur 21++. Arka hanyalah "sampah" di mata para bintang. Sebagai cleaning service di sebuah rumah produksi raksasa, dia adalah pria kusam yang kehadirannya tak pernah dianggap, bahkan sering kali diinjak-injak. Puncaknya, sebuah siraman kopi panas dari aktris pujaan bangsa, Valerie Putri, menghancurkan sisa-sisa harga diri yang dia miliki. Namun, takdir berubah saat Arka menemukan sebuah proyektor tua di gudang bawah tanah yang terlarang. Di balik lensa ungu yang mistis, tersimpan dimensi rahasia milik Lady Elara, seorang bangsawan cantik dari masa kolonial yang telah menantinya selama seratus tahun. Di pelukan Lady Elara, Arka tidak hanya mendapatkan limpahan emas dan permata, tapi juga "pendidikan" rahasia tentang gairah dan karisma yang mematikan. Kini, Arka kembali ke dunia nyata dengan aura predator yang tak tertahankan. Satu per satu, para wanita sombong yang dulu menghinanya mulai terjebak dalam pesonanya yang gelap. Dari seorang budak pelayan, menjadi penguasa di atas ranjang para dewi layar lebar. Siapakah yang mampu menolak pesona pria pilihan Lady Elara?
Cairan Hitam Dan Harga Diri

Bau karbol dan keringat yang menguap dari kaos murahnya adalah teman setia Arka setiap hari. Di usianya yang ke-25, Arka Pradana hanyalah seorang cleaning service di gedung megah Star Vision Production. Pekerjaan kasar yang membuat tangan dan harga dirinya sama-sama kapalan.

"Woi, Arka! Jangan bengong, monyet! Itu lantai lobi kalau nggak kinclong, gue potong gaji lo!" teriak Dion, manajer operasional yang perutnya buncit karena hobi menjilat atasan.

Arka cuma bisa mengangguk pelan. "Iya, Pak."

Dalam hati, Arka ingin sekali menghantamkan gagang pel itu ke wajah Dion. Tapi dia butuh uang. Ibunya sekarat di rumah karena gagal ginjal. Tanpa duit dari kerjaan ini, ibunya cuma tinggal nunggu waktu buat masuk liang lahat.

Sekitar jam sepuluh, suasana lobi mendadak hening. Wangi parfum mahal yang tajam langsung menusuk hidung Arka. Dia tahu siapa yang datang.

Valerie Putri.

Artis paling laku se-Indonesia. Cantiknya nggak masuk akal, tapi sombongnya minta ampun. Kulitnya putih mulus, kakinya jenjang, dan dadanya yang membusungkan diri di balik baju ketat selalu bikin mata pria di gedung itu melotot. Arka pun sama, dia punya potongan poster Valerie di kamar kosnya, sering jadi bahan imajinasi liarnya sebelum tidur.

"Arka! Sini!" panggil Dion, nadanya memerintah kayak ke anjing peliharaan. "Nona Valerie mau kopi hitam. Panas, tanpa gula. Cepet!"

Arka buru-buru ke pantry. Tangannya agak gemetar waktu menyeduh kopi. Dia pikir, mungkin ini kesempatan dia buat deket sama sang dewi. Arka balik ke lobi, mendekat ke arah Valerie yang lagi duduk santai sambil menyilangkan kakinya yang mulus.

"Ini kopinya, Nona..." Arka membungkuk, matanya nggak sengaja ngelihat belahan baju Valerie yang terbuka sedikit.

Valerie mengambil cangkir itu tanpa melihat wajah Arka. Dia menyesapnya sedikit, lalu tiba-tiba matanya melotot.

"Apa-apaan ini?!" teriaknya melengking.

"Ada apa, Nona?" Arka panik.

"Panas banget! Lo mau bikin lidah gue melepuh, hah?! Dasar sampah!"

Byuuurrr!

Tanpa aba-aba, Valerie menyiramkan kopi hitam mendidih itu tepat ke dada Arka.

"Argh!" Arka mengerang kesakitan. Kulit dadanya yang tertutup seragam tipis terasa seperti ditusuk ribuan jarum. Panasnya langsung bikin kulitnya merah padam.

"Pergi dari hadapan gue, makhluk kotor! Bau lo bikin gue mual!" bentak Valerie sambil melempar cangkirnya sampai pecah berantakan di lantai. "Dion! Pecat aja nih orang! Nggak becus!"

Dion lari mendekat dan langsung nendang tulang kering Arka. "Keluar lo! Bersihin badan lo yang bau itu! Bikin malu gue aja depan Nona Valerie!"

Arka mundur sambil nahan sakit di dada dan kakinya. Dia melihat Valerie yang sibuk ngelap tangannya pake tisu basah seolah habis kena kotoran manusia. Amarah Arka mendidih.

Satu saat nanti, lo pasti nyesel ngelakuin ini ke gue, bisik Arka dalam hati.

---

Sorenya, Arka dipanggil lagi oleh Dion. Bukannya mendapatkan kompensasi luka bakar, dia malah mendapat tugas tambahan.

"Tolong Lo cek gudang bawah tanah. Bersihin semua barang loak di sana. Kalo ada yang bisa lo jual ke tukang loak, ambil aja. Yang penting besok pagi harus udah kosong dan bersih!" perintah Dion ketus.

Gudang itu gelap, pengap, dan bau debu. Arka mulai bongkar-bongkar isi gudang yang isinya hanya barang-barang rusak yang sudah berdebu, sampai dia menemukan benda aneh di pojokan yang tertutup kain beludru ungu.

Sebuah proyektor tua.

Bentuknya antik, ada ukiran tembaga motif mawar yang kelihatan mewah sekaligus mistis. Lensanya warna ungu kristal. Saat Arka nyentuh benda itu, dia ngerasa ada aliran listrik halus yang masuk ke tangannya. Entah kenapa, badannya yang lemes mendadak kerasa seger lagi.

"Lumayan nih kalau dijual," gumam Arka. Dia menyembunyikan proyektor itu di gerobak sampah dan dia bawa pulang ke rumah kontrakannya.

**

Kamar kontrakan Arka cuma kotak sabun ukuran 3x3 meter. Ibunya sudah tidur nyenyak setelah minum obat. Arka menaruh proyektor itu di meja, dia bersihkan debunya pelan-pelan. Dia meraba semua bagian proyektor itu ternyata nggak menemukan colokan listrik, tapi ada tuas kecil di sampingnya.

Arka iseng memutar tuas itu. Klik.

Tiba-tiba, lensa proyektor itu nyala terang banget. Cahaya ungu pirus nembak ke tembok kamarnya yang kusam. Tembok itu seperti menghilang, berubah jadi pemandangan rumah besar gaya eropa yang sangat mewah.

Ada cahaya berbentuk pintu di tembok itu. Arka yang penasaran nyoba memasukan tangannya. Tangannya tembus! seperti masuk ke dalam air hangat. Sekali tarikan, badan Arka langsung tersedot masuk.

Wush!

Arka kaget setengah mati. Dia sekarang berdiri di depan pintu rumah mewah tadi. Wangi bunga melati langsung tercium. Dari dalam rumah, muncul seorang wanita cantik yang tubuhnya hanya ditutup kain sutra tipis yang hampir transparan.

Kulitnya sangat putih, rambutnya hitam panjang, dan matanya hijau tajam. Dadanya yang besar hanya tertutup kain tipis yang membuat putingnya hampir kelihatan. Dia jalan mendekat ke Arka dengan gaya menggoda.

"Selamat datang, Tuan Muda," suaranya lembut tapi bikin bulu kuduk merinding. "Aku Lady Elara. Aku sudah menunggu kamu seratus tahun lebih. Ayo masuk... kamu kelihatan butuh 'obat' buat luka di dada kamu itu."

Arka bingung. Di dunia nyata dia direndahkan, tapi di sini, dia disambut seperti raja oleh wanita yang cantiknya jauh di atas Valerie. Arka pun melangkah masuk, siap buat ngerubah takdirnya.

***

Lanjut membaca
Lanjut membaca