
Sistem Bucin Penakluk Wanita
Akarsana|Bersambung
- Jumlah kata
- 101.1K
- Popular
- 2.6K
- Subscribe
- 487
- Jumlah kata
- 101.1K
- Popular
- 2.6K
- Subscribe
- 487
Sinopsis
Arga Mahesa dikhianati oleh pacarnya, Lina. Dia bahkan dihajar oleh Geng Kapak Merah, yang dipimpin oleh Doni, pria yang merebut Lina dari Arga. Saat pingsan, sistem Bucin pun muncul dan membimbing Arga menjadi pria sejati penakluk wanita.
Ulasan
1 ulasan
Irsad Sena
31/7/26 02:07
lanjut dong enak ceritanya ngasih pelajaran bagi anak sekolahan sbb sekolah tempat belajar ilmu bukan jadi preman atau geng2
Sistem Bucin Aktif
“AKH!”
Suara teriakan kesakitan Arga Mahesa menggema di gudang belakang sekolah. Wajahnya sudah babak belur. Matanya benjol sebelah. Bibirnya pun pecah hingga berdarah-darah.
Meski begitu, dia tetap menggenggam erat tas lusuhnya yang berwarna hitam itu. Pemandangan yang mengenaskan tapi malah mengundang tawa orang-orang yang ada di sekitarnya.
“Arga, serahkan saja tas bututmu itu!” Lina meneriakkan titahnya pada Arga. Dia tertawa mengejek Arga dengan posisi duduk di pangkuan Doni, Ketua Geng Kapak Merah yang berkuasa di SMA 1 Nusantara di Yogyakarta.
Tangan Arga menangkup pipi putih Lina yang selalu dihiasi oleh bedak dan perona wajah merah. Jemarinya mengusap bibir merah Lina lalu mengecupnya.
“Yang, gimana ini? Dia udah banyak tingkah. Nggak mau kasih uangnya ke kamu lagi. Padahal, dia selalu bilang kalau dia cinta mati sama kamu,” ujar Doni dengan pandangan kecewa.
Lina mendengkus sebal. Dia turun dari pangkuan Doni. Langkah kecilnya berjalan mendayu ke arah Arga.
Arga kembali ingat bahwa dulu dia tertarik pada Lina karena kedua kaki jenjang Lina yang menawan. Ditambah lagi, Lina memiliki senyuman manis yang memikat hati.
Makanya, Arga rela menambah pekerjaan paruh waktunya. Dia bekerja apa saja, mulai dari jadi ojol sampai jadi pemulung plastik. Semuanya dia kerjakan agar bisa membelikan apapun yang Lina inginkan.
Sayangnya, semua itu hancur karena hari ini dia memergoki Lina bermesraan dengan Doni di gudang belakang sekolah saat membawa kardus berisi buku tak layak pakai dari perpustakaan sepulang sekolah. Niat awalnya, dia hanya ingin menegur Lina. Nyatanya, dia malah yang kena tegur Doni hingga babak belur dan nyaris muntah darah seperti ini.
Lina menunduk tepat di hadapan Arga. Jemari lentiknya menyentuh dagu Arga lalu menariknya hingga wajah Arga mendongak menatapnya.
“Arga, aku tau kalau hari ini kamu udah siapin uang lima juta buatku,” ucap Lina dengan nada lembut. “Berikanlah padaku sekarang? Kalau kamu menurut, aku masih mau kok jadi pacar kamu.”
Lina tersenyum manis pada Arga. Sayangnya, Arga malah merasa mual dan memilih meludahkan darah di mulutnya tepat ke wajah Lina.
Suara teriakan jijik Lina terdengar. Dia menampar wajah Arga dengan wajah memerah geram.
“Kurang ajar kamu! Mati sajalah!” Lina berbalik memunggungi Arga. Langkahnya menghentak penuh kemarahan seolah dia yang terluka.
Gadis pengkhianat itu akhirnya kembali ke sisi Doni. Dia duduk di pangkuan Doni seraya berkata, “Terserah kamu mau diapain, Yang. Uangnya kita ambil terus tinggalin aja dia di sini.”
Doni tertawa puas mendengarkan ucapan Lina. Dia pun menyerukan perintahnya pada lima orang anggota gengnya yang menghajar Arga sedari tadi.
“Habisi dia!”
Lima orang berseragam OSIS itu kembali maju mengepung Arga. Mereka menendangi Arga dari berbagai arah sepenuh tenaga.
“Babi sialan! Tenaganya kuat banget!”
“Injak aja! Nanti juga kendor!”
Suara tawa penuh ejekan terdengar menggema di telinga Arga. Tubuh Arga penuh luka dan sakit tak terperikan. Tenaganya pun sudah tak sanggup lagi untuk digunakan.
Tubuh Arga akhirnya lemas. Pandangannya berkunang-kunang. Dia tergolek tak berdaya di lantai penuh debu. Dia kalah telak tanpa perlawanan sepadan.
Doni menurunkan Lina dari pangkuannya. Dia bangkit dari duduknya lalu melangkah menghampiri Arga yang sudah tak sadarkan diri.
Kaki Doni menendang tubuh Arga hingga posisi tubuh Arga yang tadinya meringkuk berubah menjadi telentang.
Doni menunduk. Tangannya bergerak meraih tas ransel hitam Arga. Dia membuka resleting tas Arga lalu mencari sebuah amplop berwarna merah muda.
“Sudah ketemu, Yang?” tanya Lina penasaran.
Doni menjawab dengan senyuman. Tangannya mengeluarkan amplop merah muda dari tas Arga.
Doni membuka amplop merah muda itu. Di dalamnya ada beberapa lembar uang seratus ribu dan lima puluh ribu. Dia segera menghitungnya.
“Pas lima juta!” seru Doni riang. “Bisa nih karaoke!”
“Asek!” seru teman-teman satu geng Doni.
Doni merengkuh Lina dalam pelukannya dan mengecup keningnya. “Makasih ya, Yang. Berkat kamu, kita selalu dapet uang buat senang-senang!”
Lina tersipu malu seraya berkata, “Apapun buat kamu, Yang.”
“Besok kalau aku udah dapat setoran dari anak-anak, aku bakalan beliin kamu sepatu kesukaanmu itu,” janji Doni sambil mencium pipi Lina lagi.
“Makasih, Sayangku!”
Doni membersihkan noda darah di baju Lina sebentar. Setelah itu, dia melepaskan jaketnya lalu dipakaikan ke tubuh kurus Lina.
Tangan Doni melambai ke atas. “Ayo karaoke!” teriak Doni riang.
“Ayo!”
Doni, Lina, dan anak-anak Geng Kapak Merah melangkah keluar gudang sekolah. Mereka sama sekali tak peduli pada kondisi Arga.
Suasana kembali sepi. Arga terbangun dari pingsannya dalam kondisi pandangan kabur karena gudang begitu gelap di sore hari.
DING!
[SISTEM BERHASIL DIAKTIFKAN]
Arga kebingungan mendengarkan bunyi yang mirip dengan bunyi notifikasi ponsel. Di hadapannya mendadak muncul sebuah layar transparan yang berisi deret tulisan penjelasan.
[SISTEM BUCIN PENAKLUK WANITA VERSI 0.1 SUDAH AKTIF]
[SISTEM TERHUBUNG DENGAN HOST TERPILIH: ARGA MAHESA]
[MISI UTAMA: TAKHLUKKAN PARA WANITA PILIHAN SISTEM DAN RAIH HADIAH MENAKJUBKAN]
Arga masih planga-plongo menyaksikan hal aneh bin ajaib di hadapannya. Dia pun bertanya, “Sistem? Apa maksudnya? Hadiah apa?”
[Tuan, kami memiliki daftar lima target utama wanita yang harus Anda taklukkan di sekolah. Berikut datanya:
TARGET 1:
Nama: Agnes Ayunda
Identitas: Ketua Klub Cheerleader Sekolah
Tingkat Suka: 0/100
Deskripsi: cantik, aktif, populer, tapi agak jutek pada cowok, hanya kagum pada cowok yang lebih kuat dari dirinya
Potensi Hadiah: hadiah uang, popularitas, dan skill olahraga
TARGET 2:
Nama: Chika Atmadja
Identitas: Ketua Klub Taekwondo
Tingkat Suka: 0/100
Deskripsi: manis, tomboy, mudah marah
Potensi: hadiah uang, skill bela diri, dan pesona kharisma
TARGET 3:
Nama: Freya Lesmana
Identitas: Ketua OSIS SMA 1 Nusantara
Tingkat Suka: 0/100
Deskripsi: cantik, pandai, tegas, cuek, hanya peduli pada cowok pandai dan berwibawa
Potensi: hadiah uang, kecerdasan, dan pesona wibawa
TARGET 4:
Nama: Ceria Larasati
Identitas: trainee idola di agensi
Tingkat Suka: 0/100
Deskripsi: selalu berkacamata di sekolah, pandai menyanyi dan menari, tidak mau bergaul dengan siapapun di sekolah
Potensi: hadiah uang, skill musikalitas, pesona ketampanan
TARGET SPESIAL:
Nama: Sarah
Identitas: Guru matematika
Tingkat Suka: 0/100 (profesional-sulit ditakhlukkan)
Deskripsi: blasteran Jerman-Yogyakarta, usia 25 tahun, dewasa, elegan, cantik
Potensi: hadiah uang, fasilitas sekolah, kekuasaan, “perlindungan spesial”]
Arga menatap sedih layar transparan itu. Semuanya adalah target sulit. “Bagaimana mungkin aku bisa menaklukkan mereka semua? Ini sama saja seperti cebol meraih bulan! Mustahil!” gerutu Arga.
[Tuan, jika menyerah, Tuan akan mendapatkan hukuman berupa serangan jantung dan kematian]
“Astaga! Sistem gila!” Arga langsung syok mendengarkan hukuman yang bisa dia terima jika menolak aturan sistem.
[Jika setuju, ketuk tanda TERIMA di layar dan dapatkan modal awal berupa uang sebesar SATU JUTA RUPIAH untuk menakhlukkan hati kelima target sistem!]
[TENTUKAN PILIHANMU SEKARANG, TUAN!]
Daftar bab
98 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








