
KEMBALINYA RAJA KULTIVATOR DARI PENJARA
BloodLine|Bersambung
- Jumlah kata
- 173.4K
- Popular
- 10.8K
- Subscribe
- 1.0K
- Jumlah kata
- 173.4K
- Popular
- 10.8K
- Subscribe
- 1.0K
Sinopsis
Seorang pria yang baru keluar dari penjara dengan kekuatan misterius justru disambut kenyataan pahit: keluarganya hancur dan orang-orang yang ia cintai telah tiada. Setelah tiga tahun dikurung demi menanggung kesalahan orang lain, Jason Garvino kembali sebagai kultivator kuat dengan kemampuan medis luar biasa yang mampu menyelamatkan nyawa di ambang kematian. Namun di balik kepulangannya, terungkap pengkhianatan lama dari kekasihnya yang memanfaatkan keluarganya tanpa rasa bersalah. Kini, di antara balas dendam, penyelamatan, dan rahasia masa lalu, Jason Garvino harus menentukan jalan hidupnya sendiri.
Ulasan
8 ulasan
Giana
9/8/26 11:16
Izin promosi, hai para pembaca, mohon waktunya sejenak membaca novel dengan judul "Gelang Hitam Keberuntungan". Terima kasih. Btw, novel ini menarik jalan ceritanya loh.
Klan_Qing
8/5/26 01:32
Izin promosi ya Thor. Judulnya: Warisan Dewa Kuno Novel ini menceritakan Petualangan Arga Kumala menjadi Penguasa Semesta. Selain terlahir sebagai Jenius tiada tara, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Roh dan memiliki 5 Guru yang notabenenya adalah 5 Dewa Kuno dari Alam Atas.
Bab 1
Di dalam sel penjara yang temaram dan berbau lembab, cahaya obor kecil menyinari dinding batu yang kasar dan hitam. Seorang wanita berpakaian tipis yang hampir tembus pandang berdiri di depan Jason Garvino. Rambutnya yang hitam panjang tergerai acak-acakan, sementara kain tipis itu sedikit terbuka di bagian dada, memperlihatkan kulit putihnya yang halus. Stocking hitam membalut kakinya yang ramping.
"Jason… lihatlah aku." panggil Levina Unari dengan suara lembut yang sengaja dibuat menggoda. Matanya yang indah menatap langsung ke bola mata Jason. "Apakah aku terlihat cantik malam ini?"
Jason Garvino terpukau sesaat. Napasnya sedikit tertahan. "Kau… terlihat sangat cantik, Levina." jawabnya pelan, suaranya sedikit serak.
Levina tersenyum manis. Ia melangkah mendekat, lalu dengan gerakan luwes duduk di pangkuan Jason. Lekuk dadanya yang bulat dan menantang itu hampir menyentuh bibir pria itu. Bau harum tubuhnya yang samar-samar memenuhi udara sel.
"Kalau begitu… apakah kau menginginkanku?" bisiknya sambil menggigit bibir bawahnya, tangannya menyusuri dada Jason yang bidang dengan lembut. "Kita sudah lama berada di sini… malam ini, biarkan aku menjadi milikmu."
Jason Garvino menatap wajah Levina yang cantik. Tapi tatapannya seketika berubah tajam. Tanpa kata, ia tiba-tiba menekan tubuh Levina ke bawah hingga wanita itu terbaring di atas kasur jerami yang kasar. Levina mengeluarkan keluhan manja.
"Aduh… Jason, pelan-pelan dong." katanya sambil tersenyum genit, tangannya memeluk leher Jason. "Kau terlalu kasar… aku suka pria yang lembut."
Jason tersenyum tipis. "Baiklah, aku akan lebih lembut."
Tapi hanya sesaat kemudian, tangan Jason bergerak cepat. Belasan jarum perak muncul di antara jari-jarinya. Dengan gerakan presisi seperti seorang dokter ahli, ia menusukkan jarum-jarum itu satu per satu ke titik-titik vital di tubuh Levina.
"Aaah!" Levina Unari terkejut. Tubuhnya mengejang hebat. "Sakit… Jason, apa yang kau lakukan padaku?! Ini sakit sekali!"
Jason tidak menjawab pertanyaan wanita cantik itu, Ia terus menusukkan jarum-jarum perak tambahan. Kemudian, asap hitam pekat mulai keluar dari pori-pori kulit Levina, asap itu perlahan naik ke udara memenuhi ruangan sempit yang lembab itu.
"Kau… kau menguasai Jurus Jarum Pemulih Surgawi?!" seru Levina dengan mata membelalak, keringat dingin membasahi dahinya. "Bagaimana bisa?! Kau… kau bahkan baru belajar tiga tahun!"
Jason Garvino menarik napas dalam, lalu menjelaskan dengan suara tenang. "Itu tidak penting.. yang terpenting sekarang racun mematikan yang meracuni tubuhmu selama ini sudah berhasil kuhilangkan sepenuhnya, Levina. Sekarang kau bebas. Tubuhmu sekarang pulih seperti semula."
Levina terdiam sesaat, napasnya masih tersengal. Ia menatap Jason dengan campuran keterkejutan dan kekecewaan. Saat Jason bersiap bangkit dan pergi, Levina tiba-tiba meraih lengannya.
"Tunggu!" katanya dengan nada kesal dan kecewa. "Jason Garvino… kau benar-benar tidak punya perasaan apa pun terhadapku? Setelah semua godaan ini… setelah aku rela membuka diri seperti ini… kau hanya mengobatiku dan mau pergi begitu saja? Jason.. tolonglah.. aku sudah sangat basah di bawah sana. Mengertilah!"
Jason berhenti. Ia menatap Levina dengan tatapan tegas tapi lembut. "Levina, kau adalah wanita yang sangat baik di mataku. Cantik, setia, dan penuh perhatian. Tapi… hatiku sudah tertambat pada orang lain. Aku tidak bisa berbohong padamu."
Levina Unari hanya bisa pasrah. Air mata tipis menggenang di sudut matanya, tapi ia cepat menyeka. "Baiklah… aku mengerti. Tapi ingat pesan Guru kita dulu. Kau tidak boleh meninggalkan Penjara Mariwasta sebelum mencapai tahap Fondasi Agung Paripurna. Kau masih terlalu lemah..."
Belum selesai Levina berbicara, Jason Garvino melepaskan aura kekuatannya. Seketika, tekanan energi yang dahsyat menyebar ke seluruh penjara. Dinding batu bergetar, obor-obor berkedip-kedip. Seluruh Penjara Mariwasta seperti ditekan oleh gunung raksasa yang tak tampak.
Levina Unari ternganga. "Ini… ini aura Fondasi Agung Paripurna?! Kau… kau sudah melampaui aku? Padahal aku masuk penjara lebih dulu daripada kau!"
Jason tersenyum kecil. "Tiga tahun di sini cukup bagiku untuk belajar. Sekarang aku siap keluar."
Levina menghela napas panjang, lalu tersenyum getir. "Kalau begitu… pergilah. Tapi ingat, jika kau butuh bantuan, Penjara Mariwasta dan aku akan selalu mendukungmu. Kau adik seperguruanku… selamanya."
Jason Garvino mengangguk hormat. "Terima kasih, Levina. Aku tidak akan lupa kebaikanmu." Dalam sekejap, tubuhnya menghilang dari sel, meninggalkan Levina yang masih duduk di kasur jerami dengan tatapan kosong.
**
Tiga tahun lalu, Jason Garvino hanyalah seorang mahasiswa biasa di Universitas Kedokteran Abra. Ia berpacaran dengan bunga kampus yang paling populer, Tresica Lanita. Saat menjalani masa magang di rumah sakit, Tresica melakukan kesalahan medis besar yang hampir merenggut nyawa pasien. Jason tidak tega melihat kekasihnya dipenjara. Dengan hati yang berat, ia mengambil alih semua kesalahan itu. Akhirnya, ia dijebloskan ke Penjara Mariwasta yang terkenal kejam.
Di dalam penjara, ia bertemu gurunya yang misterius. Ia belajar kultivasi hingga menjadi orang terkuat di sana. Ribuan kultivator penjara kini mengakui kepemimpinannya. Setelah tiga tahun tidak pulang, hatinya gelisah. Ia ingin tahu keadaan keluarganya, dan yang paling penting, apakah kekasih hatinya, Tresica Lanita masih menunggunya.
**
Sekitar jam 9 pagi saat Jason baru saja melangkahkan kakinya di dekat rumahnya, ia tiba-tiba mendengar suara seorang wanita yang memohon dengan putus asa.
"Tolong… beri kami waktu sedikit lagi, Kak Uman. Bisnis warteg kami sedang lesu, tapi kami janji akan bayar utangnya!" pinta Cindy Zaskria sambil berlutut, suaranya bergetar memelas.
Seorang pria bertubuh kekar bernama Kak Uman berdiri di depannya bersama lima anak buahnya yang tampak ganas. Kak Uman tersenyum sinis sambil memandangi wajah cantik dan tubuh Cindy yang montok dan bahenol.
"Waktu? Sudah tiga bulan kau minta waktu!" bentak Kak Uman. "Utang kakakmu sudah dua ratus juta. Kalau tidak bisa bayar sekarang, kau bisa bayar dengan cara lain yang lebih menyenangkan."
Cindy Zaskria mengangkat wajahnya, matanya penuh ketakutan. "Apa… apa maksud Kakak?"
Kak Uman tertawa rendah. "Hehehe.. Kau cantik sekali, Cindy. Kakak dengar kau punya dua ipar perempuan yang juga sangat cantik. Kalau kalian bertiga mau menemani kakak pertamaku tidur satu malam… utang kalian dianggap lunas. Bagaimana? Kakak pertamaku pasti puas."
Cindy Zaskria langsung berdiri, wajahnya memerah karena marah dan merasa terhina. "Kau… kau kurang ajar! Aku hanya pemilik warteg biasa, tapi aku bukan wanita murahan! Tidak! Aku tidak tertarik sama sekali dengan tawaran busukmu itu!" bentaknya tegas, suaranya lantang meski tubuhnya gemetar.
Kak Uman menyipitkan mata. Anak buahnya mulai mendekat, siap menyeret Cindy dengan paksa. "Gimana Bos? Kita seret sekarang juga?"
"Tunggu dulu. Aku masih mau mendengar langsung ucapan dari mulut wanita ini. Aku yakin dia mau menerima tawaranku, tapi dia hanya malu mengakuinya."
*** Bersambung ***
Daftar bab
152 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
152 bab








