
VELMORA: THE LAST GATEKEEPER
Ulfa Maulidya|Bersambung
- Jumlah kata
- 135.4K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 13
- Jumlah kata
- 135.4K
- Popular
- 100
- Subscribe
- 13
Sinopsis
Langit Kota Asterra tiba-tiba retak.Di malam penuh hujan itu, hidup Ren Arkael berubah total setelah ia menemukan kartu hitam misterius dengan simbol mata merah. Saat monster mulai muncul dari retakan langit dan menghancurkan kota, Ren tanpa sadar membangkitkan kekuatan aneh di dalam tubuhnya.Kini ia diburu oleh monster, organisasi misterius, dan sosok-sosok mengerikan yang menyebut dirinya sebagai “Pewaris Velmora”.Di balik semua kekacauan itu, ternyata ada rahasia besar tentang ayah Ren yang menghilang empat tahun lalu.Dan semakin dalam Ren mencari kebenaran…semakin dekat dunia menuju kehancuran.
Ulasan
2 ulasan
Antibadai0
21/5/26 05:05
kak ceritanya bagusss bangett aku suka banget sama konsepnya.. lanjutin sampai tamat ya kak hehehe...
Abraham Octoria Umbu Kaleka
21/5/26 05:02
“Konsepnya kuat banget. Perpaduan dunia nyata dan dark fantasy-nya bikin penasaran dari cover pertama.” 🔥
Bab 1: Awal Dari Velmora
Hujan deras turun dari kota asterra.
Lampu jalan cuma nyala redup,mantul di aspal yang basah.Dari jauh,suara sirene samar-samar kedengeran.Malam itu dingin nya beda,bikin nggak nyaman.
Ren Arkael jalan sendirian,dengan headset yg terpasang ditelinganya,seragam sekolahnya terlihat masih agak lepek abis shift di minimarket.
Hidupnya ya gitu.
B aj..
Sekolah,kerja,pulang.Begitu terus..
Sejak bokapnya hilang empat tahun lalu,ren tinggal cuma sama ibunya.
"Anjir...hidup gue gini amat", gumamnya pelan.
BRUKK!
Seseorang menabrak bahunya cukup kencang.
"HEH,LIAT JALAN NAPA"
Cowo bertopi hitam itu langsung cabut gitu aja ke tengah hujan.
Ren ngelirik tangannya.
Ada kartu hitam.Entah sejak kapan itu nyangkut disitu.
Ditengah kartu ada simbol mata merah berbentuk lingkaran.
Aneh banget.
Dan entah kenapa...dada ren langsung nggak enak.
Tiba-tiba.
"Ren...."
Langkahnya berhenti,suara itu jelas banget.
Dekat..
Tapi aneh,bukan kaya suara orang biasa.
Ren cepat nengok kanan kiri.
Kosong...
Cuma gang gelap sama suara hujan.
Terus suara itu muncul lagi.
" Gerbangnya...bakal kebuka..."
CRAKKKK!!
Langit tiba tiba bunyi keras.
Semua orang dijalan langsung menengok,ren ikut mengangkat kepala.
Dan detik itu juga,mukanya pucet.
Langit nya......RETAK.
Beneran retak.
Garis merah gede muncul di antara awan item kayak kaca pecah. Cahaya merah nyembur keluar dan bikin satu kota jadi terang.
Orang-orang mulai panik.
"WOI APAAN TUH?!"
"LANGITNYA KENAPAA?!
Jantung ren langsung deg-deg an gajelas.
Perasaannya jelek banget.
Kaya ada sesuatu...lagi ngeliatin dia dari atas sana.
DUUUMMM!!
Ledakan keras tiba tiba muncul dari ujung jalan.
Semua bus mental dan menabrak toko sampai hancur.Orang orang langsung teriak histeris.
Dari asap hitam,sesuatu jalan keluar pelan-pelan
Monster.
Badannya gede,hitam,penuh retakan merah nyala. Tangannya panjang banget,cakarnya tajam,dan mukanya cuma mulut doang.
Itu monster langsung ngeluarin raungan keras.
Kaca gedung sekitar pecah semua.
" MONSTER!! "
Semua orang berlari.Ren cuma bisa bengong,sampai dia sadar ada anak kecil jatoh di tengah jalan.
Monster itu langsung nengok kearah anak itu.Anaknya menangis ketakutan,nggak ada yang nolong.
Ren ngumpat pelan.
"Ah sial.."
Dia langsung lari.
"WOII!!"
Monster itu berhenti.
Ren menarik tangan anak itu dan dorong dia kearah kerumunan.
"LARII CEPATT!"
"T-tapi kak.."
"UDAH LARIII!!"
Anak itu akhirnya kabur.
Dan sekarang...
monster itu natap Ren.
"....nah mampus" bisik Ren.
Monster itu langsung loncat.
Cepet banget.
Cakarnya ngarah tepat ke kepala Ren.
Ren telat ngehindar.
"Gue mati"
BUUOOMMM!!
Kartu hitam di tangannya tiba tiba nyala merah terang.
Ledakan energi langsung meledak dari rubuh ren dan menghempas monsterr itu jauh banget.
Aspal retak,lampu jalan pecah.
Orang orang diem total
Ren jatoh berlutut sambil ngos-ngosan,tangannya panas banget,urat merah samar muncul di lengan kanannya.
"Apa dah ini.."
Monster tadi berdiri lagi.
Tapi anehnya..
dia malah mundur,takut.
"jadi bener.."
Ren langsung nengok.
Ada cowok tinggi pake mantel hitam berdiri di tengah hujan. Mukanya ketutup masker, tapi matanya nyala biru terang.
“Lo siapa?” tanya Ren waspada.
Cowok itu ngeliat tangan Ren yang masih bersinar merah.
“Kami nyari pewaris Velmora udah lama.”
Ren bengong.
“…apaan?”
BRAAKKKK!!
Langit retak lagi,kali ini lebih gede.
Cahaya merah menyebar ke seluruh kota,
Dan dari dalam retakan itu...
muncul sepasang mata merah raksasa.
Besar banget sampe nutupin langit malam.
Monster tadi langsung gemeteran.
Cowok bermata biru itu melihat keatas dengan muka tegang
"Gerbang Velmora kebuka"
Ren cuma bisa diam.
Kepalanya penuh pertanyaan.
Monster.
Kartu aneh.
Suara misterius.
Dan sekarang mata raksasa di langit?!
Tapi satu hal akhirnya jelas buat dia
Hidup normalnya udah tamat.
"AKHIRNYA...AKU MENEMUKANMU"
Suara itu tiba-tiba muncul langsung di kepala Ren.Berat banget sampai bikin telinganya berdenging.Ren langsung memegangi kepalanya sambil meringis kesakitan.Napasnya jadi nggak karuan.Di saat yang sama, cowok bermata biru itu langsung narik tangan Ren dengan kasar.
"Kita harus pergi sekarang"
"HAH?! tunggu bentar! gue bahkan nggak ngerti ini semua apaan!"
DUAARRRR!!
Ledakan besar tiba-tiba menghancurkan gedung di belakang mereka. Pecahan kaca bertebangan ke jalan,api langsung membesar dan orang-orang makin panik sambil teriak histeris.Dari retakan langit merah itu,mulai muncul monster-monster lain dengan bentuk yang lebih aneh.Ada yang merayap di dinding gedung kaya laba-laba,ada yang punya sayap hitam besar,bahkan ada makhluk yang tubuhnya kaya bayangan cair.
Kota asterra yang biasanya yang biasanya ramai sekarang berubah total menjadi seperti neraka.
Ren mundur pelan dengan muka pucat.Tangannya masih gemetar gara-gara kartu hitam tadi,anehnya monster-monster itu kaya sadar sama keberadaan Ren.Setiap mereka lewat,mata mereka selalu berhenti ke arah dia.
Kaizen langsung sadar.
"Mereka bisa ngerasain aura lo"
"Hah?! aura apaan?! gue aja nggak ngerti kenapa tangan gue bisa meledak begitu!"
"Penjelasannya panjang,kalau lo mau tetep hidup,ikut gue!"
Belum sempat Ren jawab, seekor monster bersayap tiba-tiba nyamber dari atas gedung dengan kecepatan gila. Ren bahkan nggak sempat bereaksi.
BYYYAAARRR!!
Kaizen langsung ngangkat tangannya dan pelindung cahaya biru muncul di depan mereka. Monster itu mental keras sampai nabrak mobil di pinggir jalan dan bikin alarm kendaraan bunyi bersahutan.
Ren bengong beberapa detik.
"Anjirr..lo barusan ngeluarin sihir?!"
"Bukan waktu yang pas buat kagum."
Kaizen langsung nyeret Ren masuk ke gang sempit. Mereka lari nerobos hujan sambil suara ledakan terus terdengar dari berbagai arah. Di sepanjang jalan, Ren bisa lihat keadaan kota yang makin kacau. Ada gedung yang runtuh, mobil kebalik, dan orang-orang berlarian sambil nangis ketakutan. Langit merah di atas bikin semuanya terasa makin nggak nyata.
Ren ngos-ngossan parah.
"WOI...pelan dikit napa...gue capek jir.."
Kaizen nggak peduli.Langkahnya tetap cepat sambil terus ngeliatin sekitar kaya lagi waspada sama sesuatu.
"Kalau berhenti,lo mati!"
"Bisa nggak sih ngomong yang agak nenangin dikit?!"
Tiba-tiba kaizen berhenti mendadak.Ren hampir nabrak punggungnya.
"Kenapa lagi-"
Kalimat ren langsung putus
Di ujung gang,ada seseorang berdiri diam di tengah hujan.
Pria tinggi dengan armor hitam pekat. Air hujan jatuh pelan di bahunya, sementara mata merahnya menyala terang di balik helm setengah terbuka. Aura gelap dari tubuhnya bikin udara di sekitar terasa berat. Dan yang paling bikin Ren merinding… simbol di dada armor itu sama persis kayak simbol mata merah di kartu hitam miliknya.
Kaizen langsung narik Ren mundur beberapa langkah.
“Sial…”
Pria berarmor hitam itu tersenyum kecil sambil menatap Ren tanpa berkedip.
“Akhirnya ketemu juga.”
Suara nya dalem dan dingin banget sampai bulu kuduk ren berdiri.Ren refleks mundur pelan.
"Siapa lagi dah lu..."
Pria itu nggak jawab. Tatapannya masih fokus ke Ren, kayak predator yang akhirnya nemuin mangsanya setelah lama nyari.
“Kasih anak itu ke gue, Kaizen.”
Kaizen langsung berdiri di depan Ren.
“Kalau mau dia, lewatin gue dulu.”
Pria itu malah ketawa kecil. Tapi anehnya, suara tawanya bikin suasana jadi makin serem.
“Masih sok jadi pahlawan ternyata.”
BOOOOMMM!!
Aura hitam tiba-tiba meledak dari tubuh pria itu. Tanah gang langsung retak, lampu jalan pecah satu per satu, dan tekanan aneh bikin Ren susah napas. Lututnya hampir lemes cuma gara-gara berdiri dekat orang itu.
"Gila..ini orang apaan.."
Kaizen tetap diam, tapi ekspresinya keliatan serius banget. Beberapa detik kemudian, dia ngomong pelan tanpa nengok ke Ren.
"Ren..kalau nanti gue bilang lari..."
Kaizen menurunkan sedikit tubuhnya,cahaya biru mulai muncul di sekitar tangannya.
"....Jangan pernah nengok ke belakang."
Daftar bab
116 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
116 bab








