
Dari Nol Menjadi Pahlawan di Perpustakaan Seni Beladiri
vm1705|Bersambung
- Jumlah kata
- 105.6K
- Popular
- 284
- Subscribe
- 53
- Jumlah kata
- 105.6K
- Popular
- 284
- Subscribe
- 53

vm1705|Bersambung
Bertransmigrasi ke dunia paralel multi universe, Damar Hermawanto sebuah nama yg dipakai nya didunia baru ini, dunia dimana energi spiritual dan skill seni beladiri terbangun. Dia menjadi seorang pustakawan di Perpustakaan Seni Beladiri dan membangunkan Keahlian yang melawan hukum dunia, yaitu Buku Jiwa Ketuhanan Emas. Ketika melihat bahwa ada skill yang dapat mengumpulkan jiwa ketuhanannya, Damar Hermawanto akan berkultivasi skill tersebut. ketika dia mencapai batas maksimal skill tersebut, dia bahkan bisa mensinkronisasikan skill tersebut ke tahap yang jauh lebih tinggi. 8 skill dasar Bilah dapat disinkronisasikan ke tahap Skill Kaisar - Bilah Dominasi 10 skill dasar Pedang bisa disinkronisasikan ke tahap Skill Kaisar - Pedang Pembelah Surga 14 skill dasar Tinju Goresan bisa disinkronisasikan ke tahap Skill Kaisar - Tinju Kehancuran Damar Hermawanto berkultivasi dan bertumbuh, menganut prinsip "tidak akan bertindak sebelum dia menjadi seorang yang tak terkalahkan" Setelah sekian tahun lamanya, binatang-binatang luar angkasa berdatangan dan membuat semua umat manusia terancam.10 juta umat manusia mendapati diri mereka tak berdaya menghadapi binatang-binatang luar angkasa yang berdatangan, tidak bisa mengalahkan binatang-binatang tersebut. Lalu.......Cahaya Pedang seketika itu juga muncul di udara dan Dia muncul dari Cahaya Pedang tersebut. "siapapun yang berani mengancam umat manusia akan dimusnahkan"
"mulai dari hari ini dan seterusnya, kamu akan berjaga area A dilantai 3 ini" ucap petugas sambil melemparkan buku izin ke arah Damar Hermawanto, menandakan awal pekerjaannya sebagai seorang pustakawan didunia baru ini.
Damar mengucapkan terima kasih kepada petugas tersebut lalu berbalik dan berjalan menuju lantai 3.
Disaat yang bersamaan, petugas yg melempar buku izin kearah Damar melihatnya pergi, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya "sangat disayangkan, pemuda tadi terlalu tampan tetapi Jiwa Ilahinya belum terbangun. Sungguh sia-sia" ucap petugas tersebut.
Damar tidak mendengarkan ucapan petugas tersebut. Disaat itu juga, dia menerima memori dari tubuh barunya.
10 menit yang lalu, dia meninggal dikarenakan penyakit yang sangat serius. Dalam sekejap mata, dia sudah bertransmigrasi ke dunia paralel multi universe.
Di kehidupan dunia ini sama seperti dengan dunia di kehidupan sebelumnya, yang membedakannya, dunia ini memiliki Seni Beladiri.
Kebangkitan Seni Beladiri menyebabkan umat manusia lebih berfokus kepada kultivasi. Melalui kultivasi, orang biasa bisa jadi abadi seperti di novel yang dibaca di kehidupan sebelumnya, jangka hidup mereka akan bertambah dan mereka bisa terbang tinggi di udara.
Tetapi, persyaratan untuk mencapai kesuksesan besar ditahap kultivasi adalah harus membangunkan sesuatu yang bernama Jiwa Ilahi.
Jelas sekali, Damar di dunia ini belum membangkitkan Jiwa Ilahinya. Jadi dia hanya bisa melatih seni beladiri yang biasa saja dan ditakdirkan menjadi seorang buruh.
Huh.....Benar-benar sampah!!
Tetapi, damar bersyukur. Dia tidak akan mendapatkan prestasi yang gemilang di jalur Seni Beladiri, berarti dia tidak akan menghadapi tantangan yang berbahaya.
Di kehidupan sebelumnya, Damar yang terkena penyakit, dengan putus asa mau hidup sehat tanpa penyakit yang menggerogoti tubuhnya.
Hidup lebih penting daripada yang lain.
Diperpustakaan tempat dia bekerja sekarang, akan disediakan makanan dan akomodasi. Terlebih lagi, gaji perbulannya adalah 7,5jt dan seluruh perpustakaan ini memakai AC 24 jam/hari.
"Apakah ini area A?" Ucap Damar melihat sekelilingnya dan langsung merasa puas dengan pekerjaannya yang sekarang.
Setiap kota memiliki perpustakaan Seni Beladirinya sendiri dan telah terdaftar banyak teknik kultivasi yang dibuat oleh para seniman bela diri dengan teliti untuk generasi muda bisa pinjam.
Teknik Kultivasi pada level dasar secara relatif di tingkat rendah, jadi mereka bisa dipinjam dan dibaca. Sedangkan untuk Teknik Kultivasi level tinggi biasanya dijaga oleh seniman bela diri elite, jadi orang biasa tidak diijinkan masuk.
Area yg dijaga oleh Damar terisi dengan teknik kultivasi dasar. jumlahnya juga lumayan banyak untuk lantai 1 dan 2 jadi, tidak terlalu banyak orang yang akan naik ke lantai 3, jadi hal tersebut memberinya waktu bebas.
Namun, disaat itu juga, rasa sakit menyerang pikirannya dan sebuah buku yang bercahaya emas muncul didalam tubuhnya. Damar langsung kaget. Melalui memori dari kehidupannya yang sekarang, dia langsung mengerti apa yang muncul didalam tubuhnya.
"Aku...Membangunkan Jiwa Ilahiku?" ucap Damar. Kebangkitan Jiwa Ilahinya datang tepat waktu, tetapi Damar tidaklah antusias.
Sudah pernah menjalani hidup yang lama, dia sudah lama mengerti bahwa segala sesuatu ada imbalannya.
Seni Beladiri tidak membutuhkan banyak hal yang digunakan dengan baik. Selama seseorang menggunakannya untuk melindungi dirinya sendiri, itu sudah cukup.
Ada banyak Seniman Bela Diri didunia ini, dia bukanlah salah satu yang tidak tak terkalahkan, jadi jika dia menjadi seniman bela diri, dia sudah pasti akan mati.
Sekarang dia tidak ada kegiatan, dia mempelajari mekanisme dari Jiwa Ilahinya. Jadi saat berkomunikasi dengan Jiwa Ilahinya dialam bawah sadarnya, dia dengan mudah mengerti cara kerja Jiwa Ilahinya.
"Jadi saat melihat teknik kultivasi dan menyimpannya didalam buku Jiwa Ilahinya, nanti buku Jiwa Ilahinya akan berkultivasi secara mandiri. Tidak ada limit berapa banyak teknik kultivasi yang dapat disimpan. Jika berkultivasi pada teknik yang sama, maka kamu bisa mensintesiskan teknik kultivasi tersebut ke ranah level tinggi dari teknik tersebut dan akan dapat terus dikultivasikan. Tetapi, tidak bisa merekam ulang teknik kultivasi yang sama lagi." Pikir Damar.
"Terlihat sangat kuat" ucap Damar.
Jiwa Ilahinya bisa berkultivasi dengan sendirinya. Yang dia perlu lakukan hanyalah membaca sekali saja teknik kultivasi. Sangat cocok dengan sifat santai seorang individual seperti Damar.
Damar juga mengerti bahwa teknik kultivasi yang sama tidak bisa direkam ulang.
Banyak teknik kultivasi yang sebenarnya bervariasi dari teknik kultivasi dasar. Beberapa seniman bela diri jahat yang memiliki bakat yang bagus bisa membeli teknik kultivasi dasar dan mendapatkan harga yang tinggi untuk hak cipta dari teknik kultivasi yang bervariasi tersebut. Itu sama juga dengan bajakan dan plagiarisme yang di kehidupan sebelumnya.
Setelah mengerti fondasi dari Jiwa Ilahinya, Damar langsung mulai mencari teknik kultivasi dari rak² buku didepannya.
Dia membaca dengan cepat dan bakat pemahamannya juga sangat kuat. Ditambah lagi, teknik kultivasi tidak seperti buku novel yang tebal.
Nyatanya, beberapa teknik kultivasi hanya memiliki beberapa lembar halaman saja didalam buku tersebut.
Ketika pagi berganti ke siang, dia hanya membaca sebanyak 25 teknik kultivasi!
Sangat disayangkan, hanya 4 teknik kultivasi yang dapat direkam dan disimpan didalam buku Jiwa Ilahinya, yaitu 2 teknik pedang saber, 1 teknik pedang dan 1 teknik memukul.
21 buku lainnya adalah hasil dari plagiarisme.
Sebenarnya, 4 teknik kultivasi yang terekam termasuk juga hasil dari versi plagiarisme, tetapi Buku Jiwa Ilahinya akan memberi prioritas utama kepada teknik kultivasi pertama yang bervariasi dari teknik kultivasi dasar yang sama dan mengekstrak teknik kultivasi dasar dari dalamnya.
Damar tidak bisa menahan ketidakberdayaannya. Orang² ini benar² tidak tahu malu.
Lalu, dia melihat kearah buku emasnya. Didalamnya sudah tercatat sebanyak 4 halaman lembar yang berisikan teknik kultivasi.
Lalu, terdapat juga bar progres kultivasi dibagian bawahnya yang seiring waktu akan terisi dengan kecepatan yang dapat dilihat oleh mata telanjang. Hal itu membuat hatinya senang.
Dia juga merasakan bahwa ranah kultivasi yang ada pada tubuhnya secara perlahan meningkat.
"Tidak buruk. Sepertinya, aku bisa menaikkan ranahku ke tahap seniman bela diri kedua dalam waktu dekat" ucap Damar sambil merasakan kekuatan dalam dirinya.
Ranah untuk seniman bela diri terdiri dari 2 kategori utama, yaitu Alam Manusia Biasa dan Alam Kaisar Abadi.
Alam Manusia Biasa yang terbagi menjadi 9 level ranah, dimulai dari level 1 sampai level 9. Sama juga dengan Alam Kaisar Abadi yang terbagi menjadi 9 level ranah, dimulai dari level 1 sampai level 9.
Tetapi, untuk yang berada di ranah Alam Manusia Biasa disebut sebagai Seniman Bela Diri. Sedangkan untuk mereka yang berada di ranah Alam Kaisar Abadi disebut sebagai Seniman Grandmaster, Seniman Grandmaster Hebat dan Seniman Grandmaster Ilahi di setiap 3 tahap ranah dari Alam tersebut.
Ketika seseorang telah mencapai Ranah Seniman Grandmaster sudah sangat mengagumkan!
Dikota Damar tinggali sekarang, sudah lebih dari 100.000 siswa lulusan baru dari beberapa akademi seni bela diri, dan diantara mereka, sudah normal untuk 10 orang dari mereka yang siap naik ke ranah Alam Kaisar Abadi setelah berkultivasi selama dekade atau hampir mendekati 100 tahun lamanya.
Maka dari itu, Ranah Seniman Grandmaster dikatakan 1 banding 10ribu seniman bela diri.
Jadi, tidak perlu disebutkan lagi betapa susahnya untuk berkultivasi menaikkan ranah ke tahap ranah yang tinggi.
Lalu, jam berbunyi tepat pukul 12 siang, Damar perlahan berdiri lalu merenggangkan badannya dan mengakhiri waktu membacanya.
Sudah waktunya untuk makan siang.
Makanan di kantin tidaklah buruk, bagaimanapun perpustakaan juga merupakan bagian dari kantor pemerintah kota.
Jadi ada juga subsidi untuk makanan. Mangkuk berisikan sup darah bebek dengan bihun hanya seharga 12.000, itu sudah murah harganya!
Damar langsung tersenyum "sepertinya aku akan makan enak untuk kedepannya" ucap Damar.
Dia order makanan dan duduk dipojok ruangan kantin untuk menikmati suasana sambil mendengarkan percakapan dari beberapa koleganya. Dari situ, dia bisa mengetahui lebih banyak tentang situasi disekitarnya.
Dimeja yang tidak jauh dari posisinya duduk, beberapa kolega sedang mengotak-atik makanan mereka sambil menggerutu.
"Sial..... pekerjaan diperpustakaan ternyata tidak cocok untuk manusia. Aku diberi tugas dibagian departemen logistik dan harus membawa buku² sepanjang pagi hari. Aku jadi capek sampai aku tidak bisa merenggangkan tulang belakangku." Ucap salah satu kolega.
"Itu bukanlah hal yang buruk, setidaknya kamu masih dapat waktu istirahat, sedangkan aku lebih parah situasinya, aku harus menjaga pintu keluar masuk perpustakaan dan tidak diberikan waktu istirahat, jadi aku harus menahan rasa mau buang air kecil untuk setengah hari ini." Ucap salah satu kolega yang lainnya.
"Berhentilah mengeluh. Itu hanya sebuah keberuntungan kita saja karena kita belum membangkitkan Jiwa Ilahi kita. Bahkan setelah berlatih lebih dari 10 tahun saja, kita masih di ranah level 1 seniman bela diri. Jadi kita hanya bisa menunggu dan lihat apakah kita bisa menaikkan ranah kita ke level 2 untuk bisa bekerja di perusahaan atau di militer, mungkin saja kita bisa mendapatkan Pil Jiwa Kondensasi agar bisa membangkitkan Jiwa Ilahi kita." Ucap salah satu kolega yang berusaha menyenangkan hati teman² kolega nya.
"Apa yg kamu pikirkan? Bahkan setelah berlatih lebih dari 10 tahun, kamu saja masih di ranah level 1 seniman bela diri. Bahkan jika kamu bisa, kamu sudah berumur 30thn. Kamu hanya akan menjadi anjing tua. Perusahaan mana yg mau memperkerjakanmu? Kamu hanya bisa berkerja lebih keras lagi jika ingin bermimpi seperti itu." Ucap salah satu kolega pria yang sudah pasrah terhadap keadaannya.
Damar hanya bisa menghela nafas saja.
Dia prediksikan jika dia ingin berkultivasi untuk menjadi seorang Seniman Grandmaster, akan memakan waktu beberapa tahun kedepan.
Lupakan sajalah. Sebagai seorang yg tidak berguna, lebih baik bersembunyi.
Ketika pikiran itu muncul di benaknya, disaat itu juga, Damar langsung merasakan bahwa kekuatannya tiba² meningkat secara spontan.
Hal tersebut membuat tangan Damar berhenti.
'Aku naik ranah??'
87 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat
Lanjutkan membaca di aplikasi
Buka aplikasi untuk membaca bab terkunci.







