
Sistem Lotre : Auto Kaya Sejagat Raya
R.AWibowo|Bersambung
- Jumlah kata
- 86.4K
- Popular
- 5.1K
- Subscribe
- 370
- Jumlah kata
- 86.4K
- Popular
- 5.1K
- Subscribe
- 370
Sinopsis
Di kehidupan sebelumnya, Kenandra adalah definisi dari budak cinta yang malang. Ia rela bekerja lembur untuk hidup mewah Nadia, kekasihnya. Tapi, pengorbanan itu dibalas dengan tikaman pisau dari Riko—selingkuhan Nadia yang kaya. Kenandra tewas mengenaskan di sebuah gang gelap, meratapi kebodohannya sementara kedua orang itu tertawa di atas darahnya. Namun, takdir belum selesai. Kenandra terbangun kembali di kamar kos usangnya, dua tahun sebelum malam berdarah itu terjadi! Bersamaan dengan kembalinya ia ke masa lalu, sebuah suara mekanis menggema di kepalanya: [Sistem lotre Pembalik Takdir Berhasil Diaktifkan!]
Ulasan
2 ulasan
R.AWibowo
28/7/26 15:31
halo kak. untuk bab ulangan itu berbeda dari sebelumnya ya ka, bedasarkan arahan revisi editor juga terimakasih
mohammad imran
28/7/26 09:19
kok diulang lagi bab nya? nggak seru ni? cepatkan beneran episodnya bab ulangan perlu dipotong coin nya juga
Bab 1—Ke masa Lalu Dan Mendapatkan Sistem lotre
“Ah~ Riko, pelan-pelan..."
Kenandra mematung tak percaya. Di dalam ruangan bernuansa remang itu, dua sosok manusia sedang bergumul tanpa sehelai benang pun.
Tangan kanan Kenandra mengepal erat, meremukkan kotak kue ulang tahun murah yang sudah ia persiapkan sejak jauh-jauh hari.
Ini adalah hari jadi sekaligus ulang tahun Nadia, kekasihnya.
Demi membelikan hadiah kalung emas dan kue ini, Ken rela mengambil sif malam tambahan sebagai kasir minimarket hingga matanya berkantong tebal.
Namun, apa yang didapatkan sebagai balasan?
"Riko, kamu mencintaiku, kan?"
"Tentu saja. Tapi, kamu mau apakan si Kenandra?"
"Aku sudah muak, Riko. Dia itu cowok paling nggak berguna yang pernah aku kenal. Miskin, kusam, dan nggak bisa kasih aku apa-apa. Mulai malam ini, aku resmi jadi milikmu," jawab Nadia tanpa ragu.
“Paling dia lagi sibuk menghitung uang receh di kasir. Untuk apa aku masih betah sama gembel kayak dia?” lanjut Nadia.
BRAK!
“Apa-apaan ini?! Nadia... Jelaskan!"
Nadia tidak menjawab. Justru riko yang terkekeh. “Hahaha. Ketahuan, ya.”
“Gue enggak berbicara dengan, Lo! Nadia jelasin! Jangan diam saja!”
lelaki yang meniduri Nadia berdiri lalu mengangkat tubuhnya yang tanpa sehelai kain
"Kamu masih bertanya kenapa? Jawaban sudah sangat jelas. Itu karena kamu tidak bisa membahagiakan nadia!”
“Apa lo bilang!”
“ya jelaslah ! Lo udah miskin, jelek, terus orang tua Lo juga udah mati semua! Dasar yatim piatu, kedua orang tua Lo di dunia itu juga pasti myesel—”
Brak!
Kenandra yang diliputi amarah memukul Riko. Gak masalah dia mengambil pacarnya, tapi mengungkit masalah kedua orang tua yang lama meninggal beda!
“Riko bajingan Lo!”
"Apa yang Lo lakuin bajingan! Beraninya! Lo mukul gue!”
Keributan pecah. Riko yang merasa tak terima menyeret Kenandra keluar. Terjadi pertengkaran dan cekcok.
Dalam kemarahan dan situasi yang kacau, mereka berakhir di sebuah jalanan sepi di dekat gang gelap
Slrak!
Vino mengeluarkan pisau dan menusuk Kenandra.
"AKHH!"
Darah segar merembes cepat, membasahi kemeja kusamnya.
"Hahaha, mampus kau Kenandra ... Itu yang kau dapat karena berani melawanku tadi!"
Darah itu langsung nyiprat kemana mana, termasuk sepatu hak seorang wanita.
"Ih, darah lo nyebar kemana mana, dasar sampah! Bikin sepatu baruku kotor saja."
Wajah nadia berubah jadi masam. "Iyuhh ... Jijik banget darahnya."
Dia , menundukkan tubuh. Menyeka darah yang berada di sepatu hak tingginya menggunakan tisu.
"Ini sepatu mahal, jangan kotori dengan darah menjijikanmu!" keluh Nadia saat menyeka darah di sepatunya. "Udah miskin, jelek, hampir mati saja membawa masalah!"
"Hahaha kasihan setelah hampir mati bahkan pacarmu gak menunjukkan belas kasih sama sekali," ujar seorang pria. "Bahkan darahmu saja diaangap bakteri yang menular."
"Habisnya riko. Ini kotor, padahal sepatu yang kamu belikan ini mahal."
"Udah sayang nanti aku belikan yang baru lagi."
"Ih, makin sayang tahu!" Nadia manja dan memeluk lengan Riko.
"Ken, makasih ya buat uangnya," ucap Nadia sambil tersenyum manis sembari memeluk lengan Riko.
Di tangan satunya, ia memegang tas ransel berisi seluruh uang tabungan Kenandra yang baru saja mereka rampas tepat setelah Riko menikam dengan pisau.
"Uang lo ini emang gak seberapa, tapi cukup lah buat beli kosmetik dan lain-lain."
“Sudah sejak kapan kamu selingkuh? Jawab Nadia!”
“Sudah sejak lama, Ken aku bahkan tidak ingat.”
“tapi Kenapa? Aku kerja siang malam, ambil shift tambahan di kasir minimarket sampai mataku bengkak... semua itu buat kamu...".
"Sadar diri dong, Ken," ucap Nadia sambil tersenyum manis lalu memeluk lengan Riko dengan mesra. "Kenapa aku lakuin ini? Karena aku sudah muak! Kamu itu cowok paling nggak berguna yang pernah aku kenal. Miskin, kusam, dan cuma bisa kasih aku barang murah hasil menghitung uang receh di kasir".
"Hahaha, kejam banget. Udah tahu kan kepana? Jadi ingat ya ken. Nadia gak pernah cinta sama lo, sejak awal lo itu cuma dianggap budak sama nadia!"
Ken sudah tidak tubuhnya ambruk di jalan sepi.
Nadia hanya menatap jijik dan pergi bersama selingkuhannya
Hasp!!
"HAAH!"
Kenandra tersentak bangun. Napas ngos-ngosan.
Ken kemudian mengedarkan pandangan ke sekeliling. Ke kamar kos yang familiar kemudian kalender.
6 Juli Tahun 2024
Ken langsung menyadari ini adalah dua tahun di masa lalu.
Tiba tiba .
[DING!]
[Jiwa Tuan Rumah berhasil melintasi ruang dan waktu akibat penyesalan dan dendam ekstrem.]
[Sistem Lotre Pembalik Takdir Berhasil Diaktifkan!]
[Mengikat Jiwa Tuan Rumah: Kenandra.]
Ken membelalakkan matanya. Layar hologram biru muncul.
[Sistem memberikan kesempatan bagi Tuan Rumah untuk menulis ulang takdir dan menghancurkan para pengkhianat. Membuka Paket Hadiah: Tuan Rumah mendapatkan 1x Tiket Lotre Emas Gratis!]
[Apakah Tuan Rumah ingin melakukan Putar Roda Keberuntungan sekarang? (Ya/Tidak)]
"Inikan persis seperti di cerita novel klasik itu … Lotre, ya. Menarik, mungkin coba saja dulu."
"YA! PUTAR SEKARANG!" teriak Ken di dalam hatinya.
Di depan matanya, roda slot virtual berputar.
[Selamat tuan rumah berhasil mendapatkan hadiah uang tunai Rp 100.000.000!]
Ken langsung melotot. buset! Apa-apaan ini? Di saat ia masih termenung, notifikasi hpnya langsung berbunyi.
"Edan! Benar benar masuk!"
[Bank Mandiri] Rekening Anda xxxx-092 telah menerima transfer masuk sebesar Rp 100.000.000! Saldo Anda saat ini: Rp 100.100.000.!]
Kenandra mengucek matanya berkali-kali. Serius?
"Buset real coy! Dana gue yang isinya cuma seratus ribu jadi seratus juta lebih! Modal putar roda keberuntungan doang!"
Tapi lagi asik malah ke neraka lagi, itu yang dia rasakan.
Drrr... Drrr…
Di layarnya, tertera nama kontak: "Nadia Sayang ❤️"
Ken mengangkat telepon itu, dingin.
"Halo, Ken?! Kamu budek ya, jam segini baru angkat telepon!"
"Hari ini di pusat kota lagi ada pameran motor besar. Kamu ke sini dong sekarang, jemput aku pake motor butut kamu itu. Riko, temen sekelasku yang kaya itu, tadi pamer dapet motor baru di grup kelas. Aku nggak mau kalah, minimal kamu temenin aku foto-foto di sana biar aku nggak gengsi!"
Mendengar nama Riko dan pameran disebut, sorot mata Ken kian menggelap.
"Oke, aku kesana sekarang,"
Nadia di seberang telepon sempat terdiam selama tiga detik. Ken terlihat berbeda.
"Eh, kamu kenapa kok suaranya gitu? Ya udah cepetan ya—"
Bip!
Telepon ditutup sepihak.
Kenandra melempar ponselnya ke kasur. Ia berdiri, berjalan ke arah cermin buram di kamar kosnya, dan menatap pantulan dirinya sendiri. Penampilannya saat ini memang cukup lusuh.
Wajar saja semua gajinya dia habiskan untuk keperluan Nadia, mana ada dia membeli baju baru.
Dia harus berganti pakaian supaya tidak dianggap sebagai gembel seperti di kehidupan pertamanya saat itu. Untungnya masih ada satu kemeja yang nampak lebih bersih dibandingkan pakaian lainnya di lemari.
Kenandra buru-buru mengganti pakaiannya sekaligus menggunakan jeans gelap. Ia juga menyisir rambut ke belakang.
Dalam benaknya ia berpikir, "Pameran motor, ya?"
Oh, ya. Dia kan baru saja mendapatkan uang tunai 100 juta rupiah. Mungkin ini waktunya untuk dia upgrade motor! Setelahnya baru akan membeli beberapa helai pakaian baru.
Kenandra kemudian memesan ojol dengan aplikasi ojek online. Sesampainya di sana, suasana sangat ramai.
Ken melihat nadia yang mengipasi diri, begitu ken mendekat gadis itu terkejut melihat perubahan Kenandra.
Hari ini dia lebih tegak, mata lebih dingin serta elegan. Berbeda dengan dirinya yang biasa cupu dan mabuk cinta.
'Apa yang terjadi dengan orang ini?'
Namun, rasa gengsi dan sifat aslinya segera mengubur kekaguman singkat itu.
"Lama banget sih, Ken!" omel Nadia sambil bersedekap dada, memandangi Ken dari atas sampai bawah.
"Ya udah, yuk masuk. Tapi inget ya, jangan dekat-dekat aku kalau ada temen kampusku. Aku malu!"
Sebelum Ken sempat membalas, seseorang orang datang dengan angkuh
Itu Riko.
"Wah-wah. Siapa yang kita lihat ini, bukankah ini si Kenandra? Pria miskin yang berani berpacaran dengan Nadia itu."
"Eh, Nadia! Ternyata beneran ke sini. Lihat dong, sebelah sana …"
Riko menunjuk ke arah sebuah motor Sebuah motor sport berkapasitas 150cc yang dimodifikasi penuh gaya! Harganya menyentuh hampir 30 juta rupiah.
"Itu motor baru gue. Gimana? Motor baru gue keren, kan? Gini dong, kalau cowok itu harus punya modal, bukan modal cinta monyet doang."
Nadia langsung mendekat ke arah Riko dengan mata berbinar.
"Wah, keren banget, Riko! Ih, coba ya ada orang lain yang sadar diri kalau motor bututnya itu cuma bikin polusi suara dan polusi mata."
Riko terkekeh, lalu menoleh ke arah Kenandra dengan pandangan merendahkan. "Bro, miskin aja kok berani banget dateng ke pameran motor besar kayak gini? Mau numpang foto buat dipajang di sosmed ya, biar kelihatan kaya? Mending pulang deh, tempat ini bukan buat gembel kayak lo."
Kenandra tidak terpancing. Ia justru menyunggingkan senyum sinis yang membuat Riko mengerutkan kening.
Ada yang aneh dengan pria ini. Biasanya kalau dihina kenandra akan menundukkan kepala, tidak berani melawan. Tapi senyuman sinis itu jelas bukti perlawan! Apa yang terjadi?
"Siapa yang bilang gue kesini cuma buat foto-foto?" tanya Ken santai, suaranya terdengar berat dan penuh percaya diri.
Riko tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan itu. "Halah, jangan sok gak tahu! Siapa lagi kalau bukan lo? Jangan-jangan lo mau bilang lo mau beli motor di sini? Jangan mimpi! Paling banter lo cuma bisa ngajuin kredit macet yang cicilannya 30 tahun, itu juga kalau gak langsung ditolak sama dealer karena slip gaji lo sekecil remah kerupuk!"
"Gue gak pernah omong besar," ucap Ken dingin.
"Oke kalau gitu! Gue tantang lo Kenandra! Coba beli motor di sini! Kalau lo beneran beli motor di sini, gue akan bersujud di depan lo. Tapi, kalau lo gak bisa beli cash, maka lo yang harus bersujud di depan gue."
Kenandra menatap dengan senyum tipis. "Baiklah, kalau begitu bersiaplah untuk bersujud, Riko!"
Daftar bab
79 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








