Semua novel yang kamu inginkan ada disini
Download
Red Moon Academy

Red Moon Academy

Anna Bong | Bersambung
Jumlah kata
82.6K
Popular
100
Subscribe
10
Novel / Red Moon Academy
Red Moon Academy

Red Moon Academy

Anna Bong| Bersambung
Jumlah Kata
82.6K
Popular
100
Subscribe
10
Sinopsis
FantasiIsekaiSpiritualMisteriPertualangan
Randy Saphire memulai pendidikan kesatrianya di Red Moon Academy, sebuah sekolah bergengsi yang hanya bisa di masuki oleh anak-anak berbakat. Di sana bertemu dengan tiga teman sekamar yang akan menemaninya berpetualang bersama. Mereka kira semua akan baik-baik saja sampai anak jurusan lain mulai menghilang satu per satu secara misterius, apakah mereka bisa membantu menyelesaikan kasus ini, ataukah mereka hanya akan terjebak oleh rencana yang lebih besar?
Semester Baru Dimulai

Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh kastel yang sudah di rubah menjadi sekolan ini, gaya arsitekturnya sangat unik dan elegan, sayang sekali di kastel sebesar ini hanya kami anak-anak jurusan kesatria yang berjumlah 200 orang yang menghuni. Bukan karena siswa kami yang sedikit, tapi kami memang akan melakukan latihan awal untuk menguji kemampuan awal kami semua sebelum pelajaran resmi di mulai.

Aku nggak sabar deh mau berolah raga di lapangan kastel yang luas itu, aku juga yakin kedua sepupuku akan menyukai lapangan di belakang kastel juga, kedua sepupuku akan datang minggu depan dan masuk jurusan sihir, mereka adalah anak perempuan dan mereka itu kembar identik, semoga mereka juga menyukai sekolah ini.

Aku menerobos kerumunan siswa baru di depanku, kami berebut untuk melihat di mana kamar kami berada, peraturan sekolah ini satu kamar asrama akan ditinggali selama 4 tahun kami bersekolah di sini, bahkan kita semua nggak boleh membeda-bedakan status di sini. Mau anak rakyat biasa, bangsawan, bahkan keluarga bangsawan akan tinggal di asrama dan di undi teman sekamarnya, kuharap aku nggak sekamar sama orang-orang yang merepotkan jadi aku bisa menjalani studiku ini dengan santai dan bebas.

Ketemu....

aku masuk di kamar 501, ternyata semua teman sekamarku anak bangsawan besar semua, Stefan Emerald, Jacob Rubia, Mike obsidian, semoga mereka nggak menyebalkan seperti orang itu.

Aku menyusuri lorong panjang dan melewati taman di tengah kastel di ujung jalan, jalanan ini terbagi dua, jalan ke kiri itu untuk ke asrama putri sedangkan yang ke kanan itu untuk ke asrama putra, kamarku ada di lantai lima, aku menaiki rangga dengan langkah cepat berusaha menghindari kekacauan di kanan dan kiriku, padahal aku sudah sengaja datang lebih lambat supaya nggak verdesakkan begini, tapi tetap saja aku harus berdesakkan dengan orang-orang.

Sesudah aku sampai di kamarku aku langsung membuka pintu kamarku, keriga teman sekamarku sudah ada di kamarnya masing" aku sayup-sayup mendengar mereka bergumam dan memindahkan barang. Kamar asrama kami ini sangat luas ada sebuah wastafel kecil dan dapur kecil di dekat pintu, lalu ada ruang tamu di tengah" ruangan, kamar kami terpisah satu sama lain, memberi kami batasan untuk melakukan urusan kami masing-masing. Aku masuk ke kamar terakhir tang ada di ujung ruangan kamar ini cukup kecil tapi lumayan untuk di tinggali saat membuka pintu aku melihat sebuah ranjang untuk satu orang di depanku, lalu di sebelah kiri ku ada set meja belajar dan di sebelahnya ada lemari baju, sedangkan di sebrang lemari ada kamar mandi kecil untuk bersih-bersih. Aku langsung meletakkan tasku di samping ranjang dan mulai membereskan pakaian dan barang-barangku, sesudah aku merapikan pakaian dan buku-bukuku aku meraih benda bulat yang di berikan adik sepuuku sebelum aku berangkat, entah apa fungsi dari benda itu, tapi dia menyuruhku untuk menaruhnya d kamarku dan nggak boleh aku pindah-indah, dan sebaiknya aku menurut saja.

Lelah sekali rasanya sesudah membereskan kamar kecil ini, aku jadi kasihan dengan para pelayan yang harus membersihkan kamarku di rumah yang selalu acak-acakkan dan besarnya sepuluh kali lipat dari kamar ini. Aku merasa gerah karena keringat dan langsung mandi, sesudah mandi aku berbaring di atas kasur sambil memandangi bros yang di berikan sepupuku. Berapa kalipun aku lihat bros ini sangat indah dan menarik untuk di lihat, dia memang senang membuat alat sihir, sejak kecil kakek kami senang sekali memberinya guru untuk mengasah kemampuannya itu, tapi sebanyam apapun yang dia buat, nggak pernah ada orang rumah yang dia kasih barang-barang buatannya itu, mengingat itu aku sangat terharu karena orang pertama yang dia kasihitu aku.

Tok... Tok... Tok...

Aku langsung membuka pintu yang di ketuk teman sekamarku.

"Ada apa?" Tanyaku.

"Sudah mau pukul 6 sore, kita harus turun dan makan malam bersama" jawab pria berwajah dingin dan berambut hitam di depanku.

" Ah, baiklah aku akan bersiap" Jawabku cepat

"Namaku Randy, siapa namamu?" Tanyaku ramah.

"Aku Mike, salam kenal, kamarku tepat di sebelah kamarmu" Jawabnya tanpa ekspresi

"Baiklah Mike, tunggu aku ya, aku siap-siap dulu" Pintaku.

" Oke, kami tunggu di ruang tengah"Jawabnya

"Terima Kasih" kataku, lalu aku masuk kembali ke dalam kamar memakai seragam, tak lupa bros pemberian sepupuku juga ku sematkan di dalam jubahku, anggap saja jimat keberuntungan darinya.

Kami berjalan beriringan sampai ke aula uang ada di lantai tiga kastel utama, kami duduk bersebelahan beiringan sambil berkenalan satu sama lain, di depan sana para senior memberikan banyak pengarahan mulai dari peraturan asrama, peraturan sekolah dan jadwal pelajaran, sampai-sampai aku mengantuk, bahkan beberapa anak sudah mulai tertidur di kursinya.

"Dan yang paling penting, jangan ke lapangan belakang kastel saat malam, kalau kalian melanggar, konsekuensinya kalian tanggung sendiri!" Kata kakak senior yang dari tadi ada di atas podium. Sesudah itu kami di minta untuk ke ruang makan dan makan malam.

"Aneh banget sih, masa kesatria takut main malam-malam?" Kata seseorang.

"Rumornya, banyak hewan buas yang tinggal di hutan dekat lapangan itu, jadi banyak yang menghindari lapangan itu saat malam." Kata yang lain.

Nggak mungkin cuma karena ada hewan buas kami dilarang ke sana kan? Sepertinya ada hal lain yang di sembunyikan akademi ini, tapi aku nggak peduli sih, apapun yang mereka sembunyikan semoga nggak mengganggu rencana hidup santaiku.

"Menurut kalian, apa benar hewan buas di hutan belakang itu berbahaya?" Tanya Justin penasaran .

"Entahlah, kalaupun nggak, lebih baik kita menghindari bahaya." Jawab Stefan

"Benar" Jawab Mike

"Gimana menurutmu?" Tanya Justin padaku.

"Sepertinya iya, aku juga nggak tahu, tapi benar kata Stefan, jangan mendekati bahaya" Jawabku ogah-ogahan.

Aku memakan makanan yang ada di depanku sedikit, tiba-tiba perutku nggak enak, entah kenapa percakapan ini membuatku gelisah sampai malas makan, di saat seperti ini rasanya aku mau berolah raga sebentar.

"Aku duluan ya, aku mau berolah raga sebentar sebelum tidur, nanti aku akan kembali sebelum tengah malam" Kataku

"Baiklah, hati-hati, jangan sampai kamu ke lapangan belakang, nanti kamu di makan hewan, hawrrr...." Canda Justin.

"Hahaha..., iya aku paham" Jawabku setengah terkekeh.

Pemandangan di luar kastel sangat gelap, nggak ada satupun orang yang terlihat, selain cahaya dari aula lantai tiga, aku berjalan menyusuri setiap koridor yang ada di sekitar gedung utama dan asrama, dan mencari tempat persembunyian yang bagus, saat aku sadar aku sudah ada di pinggir lapangangan belakang kastil, sekilas kuperhatikan lapangan itu, nggak ada yang berbeda dari tempat lain, sama-sama gelap dan sepi, aku jadi makin penasaran siapa yang menyebarkan rumor aneh itu? Apa memang benar ada bahaya yang mengintai di dalam kegelapan ini? Atau malah ada sesuatu yang bagus tersimpan di dalam kegelapan itu?

Lanjut membaca
Lanjut membaca