
- Jumlah kata
- 37.5K
- Popular
- 585
- Subscribe
- 122
Sinopsis
Dimas adalah remaja yang baru mempelajari tentang kehidupan remajanya yang penuh dengan nafsu dan penuh dengan hal yang membuatnya penasaran
Ulasan
0 ulasan
Belum ada ulasan
Jadilah yang pertama menulis komentar
bab 1 kamar tanteku
Aku berjalan menuju ke lantai dua sehabis pulang beraktivitas karena memang kamar ku berada di lantai atas bersebrangan dengan kamar tanteku,
Perkenalkan namaku Dimas aku berada di kota dan tinggal bersama Tante ku, tanteku terbilang cukup cantik dan seksi dengan postur tubuh yang proporsional tidak kalah dengan para model di majalah dewasa
Saat berjalan ke arah kamar terdengar suara lirih tapi begitu memikat sebuah suara yang membuat telinga dan seluruh bulu kudukku ikut berdiri,
Aku terus mencari asal suara itu, ternyata suara itu berasal dari kamar tanteku.
" Sssss ahhhhhhh" tipis tapi berirama
Dengan rasa penasaran dan jantung yang berdekup dengan kencang aku memberanikan diri untuk melihat apa yang di lakukan oleh tanteku, dengan perlahan aku meraih gagang pintu kamar dan membuka dengan pelan pintu kamar tente ku,
Mataku terbelalak melihat apa yang di lakukan oleh tanteku, dia sedang berfantasi mengunakan jemari nya yang sangatlah lentik tak luput juga tangan nya meremas dada nya yang besar dan terus mendesah keenakan, aku terus melihat tanpa suara,
Aku hanya bisa menelan ludah walaupun tidak terasa haus,
Aku juga tidak sabar langsung memegangi burung ku sendiri dan mengeluarkan dari sarang nya dan mulai memijit nya sendiri sembari melihat tanteku yang sedang keenakan
" Ssssss ahhhh uhhhh" suara itu semakin lama semakin kencang dan bertambah berirama, tangan tanteku semakin lama semakin cepat memainkan tangan nya,
Sesaat setelah nya tanteku mengerang dan tubuhnya bergeliat tidak karuan, terlihat sebuah cairan putih yang cukup banyak keluar dari vagina milik nya
Tubuh tanteku langsung lemas dan nafas nya tidak beraturan, dengan sisa tenaganya Tante merapikan baju yang yang dia kenakan,
Tanpa di sadari oleh ku ternyata Tante melihat ku sedang mengintip dirinya, dan sedang memainkan burung ku,
Tanpa ku sadari aku juga mengeluarkan suara yang penuh kenikmatan, di saat hampir klimaks
" Siapa di sana? Suara tanteku yang pura-pura tidak melihat ku sedang bermain
Dengan panik aku langsung memakai lagi celanaku dan langsung pergi ke kamar ku,
" Apakah kamu Dimas? Tanya tanteku lagi
Tapi aku tak menghiraukan nya dan langsung masuk kedalam kamar
Sesampainya di kamar aku langsung menutupi diri mengunakan selimut,
" Tok tok tok suara ketukan pintu di luar kamar
" Dimas kamu sudah pulang? Tanya tanteku
" Iya Tante aku baru saja pulang, jawabku sambil terbata-bata karena jantung ini rasanya mau copot
" Tante masuk ya,,
" Iya Tante gak di kunci kok balasku
Tanteku langsung masuk, masih mengenakan sebuah piyama yang tipis dan masih terlihat keindahan tubuh nya
" Kamu barusan dari kamar Tante?
" Emmmm, aku berfikir keras mau jawab apa
" Iya maaf Tante aku gak sengaja, saat aku mau ke kamar tak sengaja mendengar Tante berteriak jadi aku spontan berlari ke arah kamar Tante tapi maaf aku tak sengaja,,
Aku mengunakan nada melas dan sedikit merasa bersalah agar aku tidak di marahai oleh Tante,
Dengan wajah yang memerah tanteku mengusap kepalaku dengan lembut, walaupun tanteku sedikit malu terlihat oleh keponakannya sendiri sedang melakukan hal yang tak seharusnya
" Lain kali kalau ke kamar Tante ketuk pintu dulu ya, ucap tanteku dengan penuh kelembutan dan suara yang begitu menggoda
" Iya maaf Tante lain kali aku akan mengetuk pintu dulu,
" Iya udah gak apa-apa, Tante tau kok kamu sudah melihat semuanya, Tante tau kamu sudah dewasa sudah mengerti semuanya
Aku hanya menganggukan kepalanya,
Tanteku adalah seorang janda dia di tingal oleh om Bayu karena sebuah kecelakaan saat pergi dinas di luar kota, saat itu aku masih duduk di bangku SMP, dia juga belum mempunyai anak, Tante meminta kepada ibuku agar aku menemani Tante di kota dan merawatku seperti anak nya sendiri,
Aku adalah anak pertama dari empet saudara, mempunyai anak banyak di sebuah desa adalah hal yang biasa karena belum adanya pemerataan kebijakan keluarga berencana, aku dan tanteku juga sesekali pergi ke kampung untuk menjenguk keluarga ku,
" Kamu tau kan Tante sudah di tingal om Bayu sudah lama sekali, muka tanteku terlihat sedih mengenang masalalu nya yang pilu
" Iya Tante, maafin Dimas
Tante ku tersenyum dengan lembut, tapi aku tak sadar ternyata kancing celanaku belum aku betulin dan burung ku masih keras di sana
" Tuh kan burungmu masih Bagun liat Tante tadi, ucap Tante sambil mencubit pipiku pelan, kamu penasaran ya??
Mukaku langsung merah karena malu Tante melihat burung ku
" Iya Tante, aku belum pernah jadinya penasaran
" Ah masa ponakan Tante belum pernah?
" Iya Tante, Dimas belum pernah masih takut
Tanpa pikir dan tanpa aku mengira dan membayangkan sedikit pun,
Tante turun dari kasur ku dan berjongkok di depanku dan menarik celanaku kebawah dan terlihat lah burungku masih tegak berdiri tanpa halangan
Aku tak percaya sama sekali apa yang dilakukan oleh Tante,
" Tante ajari kamu ya dim, ternyata punyamu besar juga, sorot mata Tante yang sayu dan seperti mengharap sesuatu,
Aku hanya mengangguk pelan
Tanpa pikir panjang Tante langsung mengulum burungku yang sudah berdiri tegak
" Emmmm ahhhh ummmmhh seruput
Suara Tante dan isapannya membuatku Melayang sebuah kenikmatan yang tak pernah aku rasakan dan tak pernah aku menikmati seperti ini
" Ahhhhh uhhhh aku juga mengimbangi suara tanteku,
Karena sangking nikmat nya isapan Tante dan baru pertama kali melakukan nya,
Tanganku menggenggam erat seprei di kamarku, hanya butuh lima menit
Akhirnya sebuah cairan keluar dari burung ku
" Crut, crut crut
Semua cairan itu langsung masuk kedam mulut tanteku
" Dasar pemula begitu saja sudah keluar, Tante sengaja menggoda ku
Tante langsung mengusap cairan yang keluar dari sela-sela mulutnya,,
Nafasku tak karuan karena cairan yang keluar membuatku lemas
" Maaf Tante semuanya keluar di mulut Tante,
" Dasar, kenapa harus minta maaf kepada Tante, kan kamu namanya juga pemula wajal kalau cuma bentar, nanti juga terbiasa
Dalam hatiku, " apakah ini akan terus berlanjut??
Aku hanya terdiam dan merasa malu di goda oleh tanteku,
Mendengar godaan tanteku tanpa di sadari burungku terbangun langsung bangkit kembali dan berdiri dengan gagah dan penuh kepercayaan diri
" Ahh bangun lagi ternyata, wah perjaka sejati
Aku tersenyum, dengan cepat Tante langsung memegang burungku yang sudah keras dan gagah menjulang ke atas
Tangan tanteku yang lembut memainkan burung ku dengan sangat apik,
" Uhhh ahhhhh ahhhh ummmm mulutku tak berhenti mendesah mendapatkan perlakuan yang Tante berikan kepada burungku
Daftar bab
32 bab
Pilih urutan untuk menemukan bab lebih cepat








